Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
13. Pesantren


__ADS_3

Nur dan tentenya kini sedang menunggu seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah pemilik pesantren itu. Cukup lama, hingga membuat Nur pun beranjak dari tempat duduknya menuju keluar ruangan rumah yang diminta oleh satri yang mengantarnya.


Kini mata Nur memandang ke sekeliling pesantren


"Cukup tenang meski banyak penghuninya disini" batinnya seraya masih memandangi beberapa santri dan santriwati disana, hingga ada seseorang dari arah belakang menyapanya


"Maaf ya menunggu lama" ucap seseorang itu dan membuat Nur pun menoleh


"Iya pak tidak apa-apa" balasnya dengan sopan


Ya, seseorang tadi adalah Abah atau pemilik pesantren itu, usianya dilihat dari raut wajahnya belum terlalu tua, mungkin hanya berbeda beberapa tahun lebih tua daripada bapaknya.


"Mari silakan masuk" ajak seorang wanita yang merupakan istri Abah, Nur pun mengangguk seraya mengekori dari belakang


"Kalau boleh tahu, apa yang mendasari kamu igin belajar diesantren nak?" tanya Abah kepada Nur


"Saya ingin memperdalam ilmu agama pak" balasnya


"Panggil saja Abah dan ini Umah" balas Abah seraya menunjuk istrinya, dan dibalas senyuman oleh istrinya


"Baik Abah, Umah" ujar Nur dengan tulus


"Mari saya antar ke kamarmu nak" ajak Umah dan diikuti oleh Nur dan tantenya

__ADS_1


Tak cukup lama, kini Nur pun sdah berada di depan kamar yang akan ditempatinya


"Silakan masuk nak, ini kamarmu, disini kamu satu kamar bersama ke 3 temanmu, dalam artian 1 kamar 4 orang" ujar Umah kepada Nur dan berpamitan meningalkannya


"Nur, tante pamit dulu ya, nanti kalau ada sesuatu hal kamu hubungi tante ya" ucap tantenya seraya memberikan hp, laptop dan sejumlah uang dari orang tua Nur yang dititipkan ke tantenya kepada Nur


"Iya tan, tante hati-hati ya, nanti insyaallah acara pernikahan tante, Nur akan usahakan datang" balasnya


"Ok gadis kecil, hati-hati, semangat belajarnya" balas tantenya dengan mencium pucuk kepala keponakannya itu, dan dibalas dengan sambutan ciuman ditagannya


Kini Nur sedang berada di dalam kamar baru nya, ya kamar dalam asrama dan dalam pesantren.


"Perkenalkan namaku Luna, ini Ina dan yang ini adalah Tata" ujar seseorang dalam kamarnya memperkenalkan diri dan memperkernalkan nama teman-temannya


"Tidak usah terlalu kaku begitu, kita kan sekarang teman" balas Tata


"Baiklah" balas Nur dengan senyum


"Ini tempat tidurmu Nur, kamu yang dibawah, aku yang diatas, dan sebelah itu tempat tidur punya Ina dan Tata" ujar Luna dengan menunjuk tempat tidur yang masih-masing susun dua


"Oh ya Nur, umurmu berapa sekarang? terus kamu sudah kelas berapa? dimana kamu sekolah?" tanya Ina yang menurutnya seseorang yang lebih cerewet dibanding teman-teman yang lain


"Eh aku, sekarang umurku 12 tahun mau menginjak 13 tahun, dan sekarang aku kelas 3 smp, aku sekolah tak jauh dari pesantren ini" balasnya dengan sedikit gugup

__ADS_1


"Wah kau hebat, kami saja sudah berumur 13 tahun, tapi kami masih kelas 6 SD" balas Ina dengan menunduk


"Eh tidak juga" balas Nur dengan mengajak Ina untuk duduk di tempat tidur barunya itu


"Bagaimana kau bisa sekarang sudah berada di kelas 3 SMP? sedangkan usiamu seumuran dengan kami, bahkan lebih muda dari pada kami?" balas Tata yang merasa heran ddengan teman barunya itu


"Hanya sebuah nikmat dan kuasa Allah" balas Nur dan diangguki senyuman oleh teman-temannya itu


 


 


 


Pagi harinya, masih dengan libur sekolah, namun tidak libur untuk pelajaran dipesantren, karena tidak sebentar  lagi akan memasuki bulan ramadhan.


"Nur, ayo kita mengantri mandi, nanti kita telat sholat berjamaahnya" ajak ke 3 temannya itu, dengan Luna yang menggandeng tangan Nur


Untunglah di kamar mandi umum itu masih sepi, jadi mereka tidak perlu mengantri.


"Nur kau mandilah disana, jika nanti ada yang memanggil dan bertanya, kau jawab saja ada orang didalam" ujar Luna kepadanya, Nur pun mengangguk


Setelah acara permandian selesa, kini mereka berempat pun siap untuk mengikuti sholat berjamaah.

__ADS_1


__ADS_2