
Hasil kerja keras Nur pun yang dibantu oleh adik dan kedua orang tuanya berkembang cukup baik, bahkan ia sudah membuka cabang di kota A tempat tinggalnya sekarang. Sehingga, tak sedikit ia disibukkan akan kegiatan pekerjaan disela-sela ia sekolah.
"Nur, nanti sore keluar yuk, anterin aku ke butik, katanya disana bajunya bagus-bagus lho" ajak Rani
"Tapi maaf kak Rani, sore ini aku tidak bisa" balas Nur
"Baiklah, tapi lain kali kamu harus ikut ya" timpal Reni dan Ani
"Iya kak, kalau begitu, aku pamit dulu ya kakak kakak semua" ujar Nur dengan seraya berdiri
"Assalamu'alaikum" salam nya seraya meninggal ketiga teman nya itu
Ia pun segera menghapiri supirnya dan naik ke mobilnya.
"Ke butik dulu ya pak" ujarnya dan di angguki oleh supirnya
Tanpa ia sadari, ada seseorang yang mengikutinya
Sesampainya dibutik ia pun segera berganti pakaian dan tak lama kembali ke mobilnya, hingga menuju sebuah restoran ia bertemu dengan asistennya yang bernama Ayu
"Assalamu'alaikum kak Ayu, apakah klien kita sudah datang?" sapa Nur dengan menanyakan keberadaan seseorang yang sudah sebelumnya sudah melakukan perjanjian pertemuan dengannya
"Wa'alaikumsalam Nur, mungkin sebentar lagi, kamu sudah makan belum?" balas Ayu
"Belum kak, minta tolong pesankan dulu ya, Nur mau ke toilet dulu kak" pinta Nur dan ia pun berlalu di toilet
"Ngapain Nur ke restoran ini ya, restoran NF kan cukup mewah, apa Nur itu adalah orang kaya ya" Ujar seseorang yang membuntuti Nur yang tak lain adalah Andrea
"Dia menemui seseorang wanita, apa itu ibunya ya? Tapi masa masih muda, atau mungkin kakaknya atau saudaranya ya?" ujar Andrea menebak-nebak
__ADS_1
Hingga datang sepasang suami istri setengah baya dan seorang anak laki-laki yang hampir bahkan seusia Andrea
"Silakan tuan, nyonya. Senang bertemu dengan anda beserta keluarga anda" sapa Ayu dengan menjabat kliennya beserta keluarga.
Hidangan pun sudah datang, dan mereka menyantap hidangan tanpa Nur, karena Nur meminta untuk ditinggal saja.
"Maaf ya kak, tadi aku belum sholat, jadi ke mushola dulu" ujar Nur tanpa menoleh ke arah 3 orang didepannya
"Silakan dimakan dulu Nur, tidak apa-apa dan ini adalah klien kita beserta keluarganya" balas Ayu serasa mengarahkan mata Nur kepada kliennya
"Mohon maaf pak,ibu karena menunggu lama" ucapnya permohonaan maaf
"Tidak masalah nak, senang bertemu denganmu" balas klien itu
"Sepertinya kita pernah bertemu, tapi dimana ya" ujar kliennya dengan mengingat-ingat
"Benar pak, anda pak Malik bukan?"balas nya bertanya seraya meyakinkan
"Benar-benar nak, ini istri saya, dan itu anak bungsu saya" balas pak Malik dan diangguki oleh Nur dengan seuntaian senyumnya
"Baiklah pak, untuk mempersingkat waktu, ini ada beberapa contoh desain baju pengantin dari kami" timpal Ayu dengan memberikan beberapa contoh desain baju buatan Nur
"Pa, yang ini sepertinya cocok untuk anak dan calon menantu kita, sayangnya mereka tidak mau ikut kemari" timpal istri pak Malik
"Ya ini bagus, bagaimana menurutmu Nak?" tanya pak Malik kepada anak bungsunya itu
"Bagus pa" jawabnya singkat
"Baiklah Bu Ayu, Nur kami pilih yang ini saja ya, 2 hari lagi calon menantu saya akan datang ke kantor kalian" balas pak Malik dengan menunjukkan pilihan desain baju itu
__ADS_1
"Bukan kah itu kak Azam ya, apa dia akan segera menikah?" batin Nur yang tak sengaja dan mengenali anak pak Malik
"Pa, ma, aku keluar dulu ya, ada urusan mumpung di kota ini" izin Azam kepada kedua orang tuanya
"Pak, bu, saya keluar dulu ya, dan untuk kerja sama nya nanti akan di tangani oleh kak Ayu" ujar Nur seraya undur diri
Di depan sebuah resto, nampak Azam sedang berjalan pelan dan Nur pun segera menyusulnya.
"Kak Azam, Assalamu'alaikum" panggilnya menyapa
"Wa'alaikumsalam, ada apa ya?" balas Azam
"Apa kak Azam sudah tidak mengenaliku ya" batin Nur
"Anda kak Azam kan?" tanyanya
"Iya, oh bukan kah kamu Nur gadis kecil?" timpal Azam seraya tersenyum dan diangguki oleh Nur
"Selamat ya kak, dan ini hadiah untuk kakak" ujar Nur seraya memberikan sebuah kotak kecil berwarna merah
"Selamat untuk apa ya?" balas Azam namun belum dijawab oleh Nur sudah datang orang menghampiri mereka
"Hai Nur, kenapa kau ada disini? sedang apa?" tanyanya
"Oh hai kak Andrea, kami baru selesai makan disini" jawab Nur
"Oh, sudah selesai kan, ayo aku antar pulang" ujar Andrea dengan segera menarik pergelangan tangan Nur dan merekapun meninggal kan Azam yang masih berdiri mematung
"Mungkin Nur sudah memeliki kekasih, meski usianya masih muda, padahal aku menunggumu Nur meski harus menunggu untuk waktu yang cukup lama lagi" batin Azam dengan masih memandang punggung Nur dan laki-laki bersama Nur
__ADS_1