
1 bulan telah berlalu, kini Azam tengah disibukkan dengan pekerjaanya, namun ia mengamati sosok asisten sekaligus sahabat nya itu tengah mondar-mandir tak jauh dari depanyannya
"Kamu kenapa Dit? mondar-mandir sepetri setrika" tanya Azam
"Eh itu anu tuan" balas Dito bingung
"Kenapa?"
"Begini tuan, maksudku Zam, tadi aku dapat telephone dari orang tuaku di negara J, bahwa perusahaan yang keluarga kami kelola mengalami kendala, jadi aku diminta kesana untuk membantunya sekaligus menemui adikku yang baru datang" jelas Dito
"Lalu?" tanya Azam
"Aku kemungkinan akan kesana Zam, karena aku tidak mungkin membiarkan keluargaku terpuruk, terlebih adikku baru datang"
"Baiklah Dit, tidak masalah, tapi tolong kamu hibungi Ilham untuk membantuku menggantikan kamu Dit" pinta Azam
"Baik Zam, akan aku hubungi segera, dan sekali lagi terimakasih ya Zam, kamu sudah mengizinkan aku"
"Tidak apa-apa Dit, kamu sahabatku, dan keluargamu sedang membutuhkan ku"
"Lalu kapan rencana kamu akan pergi kesana?" tanya Azam
"Besok rencananya Zam, karena aku harus secepatnya kesana"
"Baiklah, terimakasih selama ini sudah membantuku" ucap Azam dengan memeluk sabahatnya itu
"Sama-sama Zam, terimakasih juga" balas Dito dengan membalas memeluk sahabatnya itu
"Kalau begitu aku siap-siap ya Zam, salam untuk keluargamu karena aku tidak bisa bertemu dengan mereka, karena waktunya sangat mepet" ujar Dito
"Iya, salam juga untuk keluargamu disana, maaf tidak bisa mengantarmu"
"Tidak apa-apa Zam, aku pamit dulu, sampai jumpa dilain waktu Zam. Assalamu'alaikum" pamit Dito
"Wa'alaikumsalam" balas Azam
Keesokan harinya Azam yang biasanya pergi ke kantor bersama asistennya, saat ini ia hanya sendiri dan mengendarai mobilnya sendiri, tak selang lama ada seseorang laki-laki turun dari mobil, ia pun menghampiri ke arah Azam
__ADS_1
"Siapa itu, ganteng ya?" ujar salah satu pegawai
"Iya tidak kalah ganteng dari Tuan Azam"
"Aku mau jadi pacarnya"
"Hust siapa yang mau dengan kamu, lihat dia sangatlah tampan"
"Apa salahnya berharap"
"Jangan mimpi, dia hanya untukku"
Itulah bisik-bisik pegawai di kantor Azam
"Eh laki-laki itu kok menghampiri Tuan Azam ya, apa dia temannya Tuan Azam ya?" ujar salah satu pegawai
"Assalamu'alaikum" sapa laki-laki itu ke Azam
"Wa'alaikumsalam, Ilham" balas Azam tersenyum
"Ternyata masih ingat juga kamu Zam, aku kira sudah lupa" ujar ilham bercanda
"heh jelek, tampan begini dibilang jelek, kamu gak lihat itu para pegawaimu terpesona denganku?" timpal ilham
"Lah iya juga ya?" balas Azam bingung melihat para pegawainya
"Haha, ternyata aku tidak kalah ganteng dan tampan dengan bosnya kan?" tanya ilham
"Iyalah terserahmu, ayo aku kenalkan kepada mereka" ajak Azam dan diikuti ilham
Mereka pun berjalan memasuki gedung itu
"Semuanya perkenalkan ini adalah sahabat saya Ilham Tamimi, beliau akan menggantikan Asisten Dito, dan otomatis beliau saat ini adalah Asisten saya" jelas Azam kepada para pegawai yang ada disana secara singkat
"Halo semua, saya ilham, sahabat sekaligus Asisten Tuan Azam, senang bertemu dengan kalian, dan mohon kerja samanya" ujar ilham memperkalkan diri
"Ayo Ham, sebentar lagi aku ada meeting" ajak Azam
__ADS_1
"Baik Tuan" balas ilham dengan mengikuti Azam
Setelah meeting yang memakan waktu cukup lama pun selesai, kini saat nya mereka makan siang
"Bagaimana hubunganmu dengan Syafa ham?" tanya Azam kepada Ilham
"Alhamdulillah baik, tinggal 1 tahun lagi dia lulus dari kuliahnya" balas ilham
"Lalu setelah ia lulus?" tanya Azam lagi
"Kami rencana akan menikah" balas ilham singkat seraya meminum minuman yang telah dipesannya tadi dan hanya diangguki oleh Azam
"Lalu kau Zam, apa sudah menemukan Nur?" tanya ilham
"Belum, bahkan keberadaan keluarganya pun aku tidak tahu" ujar Azam pasrah
"Yang sabar Zam, nanti akan aku coba tanya Syafa, dimana dulu keluarganya tinggal" balas ilham
"Percuma Ham, aku sudah kesana, tapi rumah yang mereka tempati dulu sudah dijual tak lama Nur mengalami kecelakaan saat itu?" jelas Azam
"Kenapa dijual? apa mereka kekuarangan biaya untuk pengobatan Nur, Zam?"
"Entahlah Ham, aku kurang tahu, tapi memang Nur waktu itu kata rumah sakit ia dirawat, ia dirujuk ke salah satu rumah sakit di negara J, tapi saat aku meminta temanku mencari dirumah sakit itu tidak ada yang bernama Khairani Nur" jelas Azam
"Kenapa dirujuk Zam?" tanya ilham
"Setelah kecelakaan itu, Nur sempat kritis dan akhirnya koma, dan saat ia koma aku meninggalkan nya yang terbaring disana, karena pertunangan waktu itu" jelas Azam sedih
"Yang sabar Zam, kita do'akan saat Nur baik-baik saja"
"Iya Ham, tapi apakah dia masih hidup atau tidak nya aku tidak tahu Ham, karena menurut dokter yang menanganinya waktu itu, kecil kemungkinan Nur akan pulih kembali" tukas Azam dengan sudah tak kuasa menahan air matanya
"Kamu yakin atau tidak dia masih hidup atau sudah tiada?" tanya Ilham
"Aku yakin, Nur masih hidup Ham"
"Kalau kau yakin, kau harus berusaha lebih, aku selalu mendukung dan mendo'akanmu" ujar ilham menyemangati
__ADS_1
"Makasih Ham, kau sahabatku yang terbaik" balas Azam yang hanya dibalas ilham dengan anggukan