Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
31. Butik KN


__ADS_3

"Maaf kak, tolong lepasin tangan saya" pinta Nur kepada Andrea


"Oh maaf Nur" balas Andrea dan ia pun melepas pergelangan tangan Nur


"Ada keperluan apa ya kak?"tanya Nur


"Oh tidak ada, aku hanya tak sengaja melihatmu dengan orang asing" balas Andrea dan membuat Nur mengernyit


"Orang itu kakak kelas ku dulu kak"


"Jika tidak ada keperluan, aku pamit dulu" ujar Nur seraya meninggalkan Andrea


**


Sementara dengan Azam ada rasa kecewa di lubuk hatinya melihat seseorang yang ia nantikan dan ia temui pergi dengan laki-laki lain.


Dilihatnya sebuah kotak warna merah pemberian Nur


"Apa di dalam ini surat undangan untukku?" tanyanya dengan membolak balikkan kotak tersebut


"Nak, ayo pulang, hari sudah sore" ujar tuan Malik sembari menepuk bahu anaknya


Mereka pun sampai di kediaman lama mereka, rumah yang mereka tempati sebelum pindah ke kota D


Dihempaskannya tubuh pada kasur kamar nya dulu, dilihatnya keliling kamar dan lemari yang penuh dengan piala nya dulu


"Masih sama tidak ada yang berubah" ujarnya


Diliriknya lagi kotak pemberian Nur, ia pun membuka nya

__ADS_1


"Undangan" ucapnya


"Apakah benar ini?" balasnya frustasi


"Tapi bukan, ini undangan pembukaan butik baru, butih NH dan lokasinya dekat pesantren paman" ujarnya setelah membaca nya


Jam 7 malam ia pun sampai dilokasi yang tak jauh dengan pesantren, bahkan jalan beberapa meter sudah sampai


Dilihatnya sebuah gedung bangunan yang sederhana dengan warna biru dan perpaduan merah


"Butik KN"


"Ya ini tempatnya" ujar Azam seraya masuk ke dalam


Dia pun dipersilakan masuk dan tak lama ia berpapasan dengan paman dan bibinya yang tak lain adalah pemilik pesantren


"Abah, Umah.. Assalamu'aikum" panggilnya seraya menghampiri mereka


"Apa kabar Abah, Umah?" tanyanya dengan menyalami kedua orang itu


"Alhamdulillah zam, kok bisa kamu disini nak? dimana orang tuamu?" tanya Umah


"Iya Umah, tadi dapat undangan untuk menghadiri acara ini"


"Papa, mama tadi dirumah" balasnya


"Lalu kenapa Abah dan Umah bisa disini?"tanyanya penasaran


"Kami disini diundang oleh santri kami dulu, namun ia sudah tidak tinggal di pesantren lagi" balas Abah dan hanya diangguki oleh Azam

__ADS_1


Hingga acara yang ditunggu untuk pemotongan pita


Seseorang meminta Abah dan Umah untuk maju kedepan


"Silakan dipotong Abah dan Umah" pinta perempuan itu


Abah dan Umah pun akhirnya mengiyakan permintaan seseorang itu meski dengan sedikit perdebatan


Dilihatnya banyak para santri bahkan siswa dari sekolah smp nya dulu, dan beberapa siswa SMA yang tak ia kenal


Ia pun melihat seseorang yang cukup ia kenal dulu dan menghampirinya


"Syafa kan?" tanya Azam


"Iya...."


"Kamu.. kak Azam yah kak Azam kan?" balas syafa san diangguki oleh Azam


"Dimana Nur kok kakak tidak melihatnya" balas Azam dengan mata mencari sosok yang ia tanyakan


"Hahaha kak Azam ini bagaimana, bukan kah tadi kakak bersama Abah dan Umah, kenapa tidak melihat Nur?" timpal syafa


"Jadi?" tanyanya


"Ya, Nur adalah seseorang yang meminta mereka untuk memotong pita itu" balas syafa sembari menunjuk ke arah Nur berada


Nampak wajah sumringah di raut wajah gadis kecil itu yang tak lain adalah Nur. Senyum mengembang seraya menyambut tamu-tamu yang datang


"Tidak ada yang berubah, benar-benar indah" batinnya

__ADS_1


"Astaghfirullah" ucapnya lagi dengan menggelengkan kepala


__ADS_2