Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
45. Kepulangan


__ADS_3

Setelah menyelasikan study nya di luar negeri, Nur izin kepada kedua orang tua angkatnya untuk kembali ke negara asalnya


"Assalamu'aikum momy, papi" salam Nur


"Wa'aikumsalam sayang" balas mereka serempak


"Mom, papi, Nur mau izin kembali ke negara asal Nur, karena usaha Nur disana sudah cukup berkembang, dan Nur memutuskan untuk mengurusnya" jelas Nur


"Tidakkah kau ingin berlama-lama disini saja dulu sayang?" tanya Nurma


"Maaf mom, sepertinya Nur harus mempraktikkan ilmu yang Nur cari selama ini"


"Baiklah, semoga kau sukses selalu sayang" balas Rahman


"Terimakasih mom, pi" balas Nur


"iya sayang, tapi usahamu yang disini bagaimana?" tanya Nurma lagi


"Nanti akan ada teman Nur yang mengurus sementara mom, dan Nur pasti akan sering-sering kemari untuk mengunjungi kalian" tukas Nur dan diangguku oleh kedua pasangan suami istri itu


Setelah mendapatkan izin dari kedua orang tua angkatnya itu, Nur pun mengabari kedua teman kuliahnya di grup


"Kak Rara, Kak Sisi, aku pamit untuk pulang ke negara asalku, aku akan menetap disana" pesannya


"Lalu usahamu yang disana bagaimana Nur?" balas Rara


"Ada kak Sisi yang mengurus untuk sementara waktu, betul kan kak sisi?" balas Nur


"Iya Nur, aku justru berterimakasih karena kamu mempercayai aku" balas Sisi

__ADS_1


"Sama-sama. Kalau begitu aku pamit ya semua, sore nanti jadwal penerbanganku" balasnya


"Hati-hati Nur, pasti kami akan merindukanmu" balas Rara


Nur pun tersenyum akan pesan dari 2 temannya itu


"Terimakasih Ya Allah, engkau hadirkan orang-orang baik untukku" batinnya seraya menyiapkan barang-barang yang akan ia bawa kembali ke negara asalnya


*****


Disisi lain, Azam sudah sampai di kediaman orang tuanya


"Zam.. papa ingin bicara denganmu" ujar papanya


"Iya pa" jawabnya


"Seperti yang kau dengar kemarin lewat telephone, bahwa papa akan menjodohkanmu dengan salah satu anak teman papa" ujar papanya menjelaskan


"Tidak ada tapi-tapian Zam, dia adalah gadis yang baik, kau percaya saja dengan orang tuamu" tukas papanya dan hanya dijawabi anggukan oleh Azam


Setelahnya Azam pun kembali ke kamarnya, dipandanginya layar handphonnya yang nampak foto seorang gadis sedang tersenyum


"Ya Allah kenapa bukan Nur yang menjadi jodoh hamba"


"Kenapa harus menerima perjodohan dengan seseorang yang tidak aku kenal Ya Allah" ucapnya lagi seraya tak sadar buliran air mata sudah menetes


"Maafiin aku Nur, aku telah menyakitimu"


"Seharusnya aku tidak pernah mendekatimu, jika akhirnya aku harus pergi"

__ADS_1


****


Hal yang sama dengan Nur yang saat ini masih sibuk dengan barang-barang yang akan ia bawa, terlintas sebuah buku dan tasbih yang ia simpan dengan baik. Ya itu adalah pemberian dari Azam


"Ya Allah kenapa terasa sakit saat mengingat penuturannya kemarin" ucapnya dengan menggenggam tasbih itu


"Ikhlaskan hati ini Ya Allah" pintanya dengan menitikkan air mata


"Nur... sayang" panggil seseorang dari balik pintu


Nur pun menyeka dan menghapus air matanya


"Iya mom" jawabnya dengan membuka pintu kamarnya


"Sayang apakah kamu sudah siap? penerbanganmu 1 jam lagi" ujar Nurma


"Sudah mom, ini Nur sudah siap" jawab Nur


"Baiklah ayo, papi sudah menunggu dibawah"


"Kamu jaga diri baik-baik disana ya sayang, momy dan papi pasti akan merindukanmu" ujar Nurma dengan memeluk anak angkat kesayangannya itu


"Pasti mom, Nur juga akan merindukan kalian" balas Nur dan dengan segera memeluk momy nya itu


"Salam untuk orang tua dan adikmu ya sayang, nanti jika ada waktu senggang kami akan mengunjungi kalian" ujar Rahman


"Dan ini oleh-oleh dari kami untuk mereka" ujarnya lagi


"Terimakasih mom, pi. Sudah menyayangi Nur seperti anak kandung kalian" ucap Nur berterimakasih

__ADS_1


"Sama-sama sayang" balas Rahman dan Nurma serempak


__ADS_2