Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
35. Keberangkatan


__ADS_3

1 tahun kemudian....


Kini Fatih adik Nur sudah memasuki sekolah kelas 1 SMP, meski masih SMP ia sudah mampu membantu kakaknya untuk mengembangkan butik kakak nya di kota D.


Sedangkan Nur ia pun berencana kuliah ke luar negeri untuk mengambil sesuai hobinya yaitu desain dan lukis, ia sangat ingin mengembangkan bakat dan hobinya itu


****


Berbeda dengan Azam, ia kini telah disibukkan dengan usaha baru terkait kuliner yang ia kembangkan dari cabang restoran milik kedua orang tuanya. Karena kesibukkannya ia belum sempat bahkan belum terlintas universitas mana yang akan ia penuhi dari beberapa universitas yang menawarinya untuk menempuh pendidikan disana


"Kebanyakan universitas yang menawariku berada di kota A, tapi jika aku kesana aku akan susah fokus belajar karena tentu saja aku akan sering menemuinya" batin Azam


"Tapi bukan kah bagus, aku akan sering melihatnya" lanjutnya lagi


"Tidak, tidak. Astaghfirullah, kau ini Azam" ucapnya kepada dirinya sendiri


"Aku akan kuliah di luar negeri saja, disana pendidikan management bisnis nya cukup bagus" lanjutnya lagi


"Setidaknya aku akan sedikit teralihkan dari bayang-bayangnya"


"Iya masih terlalu kecil Zam, sadarlah" ucapnya lagi


Menjelang malam, kedua orang tua, kakak dan istri beserta anak dari kakaknya sudah berkumpul dimeja makan, Azam pun menghampiri mereka


"Wah, wah ternyata sudah lengkap, sampai aku dilupakan" ujar Azam sembari duduk di tempat duduk samping keponakannya


"Kau saja dek yang dipanggil dari tadi tapi tidak bersuara" timpal kakaknya

__ADS_1


"Sudah, sudah ayo makan lah, keburu makanannya dingin" lerai mamanya


Setelah acara makan malam usai, Azam pun berbicang-bincang dengan keluarganya itu


"Pa, ma, Azam bimbang dengan universitas yang akan aku ambil" ujar Azam


"Ambillah yang menurutmu baik dek" timpa kakaknya sembari duduk disamping Azam


"Bukankah universitas disini cukup baik? bahkan anak teman papa 1 tahun yang lalu dai kota A ia mengambil universitas di kota ini" balas papanya


"Iya pa, tapi universitas yang banyak menawariku ada di kota A" balasnya


"Lalu? Apa lagi yang kau bingungkan, tinggal ambil saja salah satunya" ujar papanya lagi


"Iya pa, tapi Azam ingin ke salah satu universitas di luar negeri, disana pendidikan management bisnisnya nya cukup bagus pa"


"Kalau papa si setuju-setuju saja, asalkan itu baik untukmu. Iya tidak ma?"


"Kami akan selalu mendukung untuk yang terbaik bagi anak-anak mama" balas mamanya lagi


Setelah mendapatan saran dari kedua orang tuanya ia pun kembali ke kamarnya lagi, ia mengambil hp nya seraya memandang foto gadis kecil di layar hp nya


"Aku akan pergi dulu gadis kecil, suatu saat nanti aku akan menemuimu hingga usiamu cukup dewasa" ujar Azam


"Bukan kah 3 tahun lagi dia akan berumur 18 tahun" batinnya


"Saat itu pasti aku akan mengungkapkan perasaanku kepadanya" lanjutnya

__ADS_1


Seketika pun ia mengetikkan pesan dan mengirimkannya kepada gadis kecilnya


"Aku pamit ya Nur, kakak akan melanjutkan kuliah di luar negeri, 3 tahun atau 4 tahun lagi kakak akan menemuimu. Do'akan kakak ya Nur agar studynya cepat selesai" pesannya dan mengirimkannya kepada Nur


1 jam kemudian


"masih belum ada balasan" gumamnya


 


Keesokan hari dengan segala pertimbangan dengan meminta pendapat dari kedua orang tuanya, Azam pun memutuskan untuk berangkat ke luar negeri, dilihatnya hp nya masih belum ada balasan dari Nur. Ia pun segera menghampiri keluarganya yang tentu saja akan mengantarkannya sampai bandara.


Sesampainya di bandara, pesawat pun tak akan lama untuk segera tebang


"Hati-hati disana ya nak, jika ada kendala segera hubungi papa dan mama" ujar papa sembari memeluk anaknya itu


"Mama akan merindukanmu nak" balas mama sembar memeluk Azam


"Hubungi kakak jika ada masalah boy" timpal kakaknya


Azam pun membalas pelukan mereka dan bergegas menuju pesawat.


Saat ia akan menaiki pesawat dilihatnya sosok gadis bersama keluarganya sedang melakukan pelukan seperti sesaat ia dengan keluarganya.


"Seperti mengenalnya tapi siapa ya?" batin Azam


"Mengapa mirip dengan Nur" lanjutnya

__ADS_1


"Tidak pasti salah, Nur kan masih SMA sekarang" lanjutnya lagi


Dalam perjalanan ia pun hanya memandangi luar jendela seraya mengingat banyak kenangan di negara asalnya itu


__ADS_2