
Kini Nur dan Fatih sedang berada di pasar tradisional yang banyak menjajakan makanan tradional dan tentu jajanan yang banyak dan menarik perhatian Fatih.
"Kak, aku mau itu ya, pokoknya aku mau banyak, karena di kota D jarang ada makanan seperti ini" ujar Fatih kepada kakaknya dengan menujuk berbagai kue dan jajanan tradisional itu
"Baiklah, tapi kamu bayar sendiri ya" ujar Nur mengejek adiknya, dan seketika adiknya menjadi muram
"Ah kakak ini, terus uang hasil lomba-lomba dan hasil karya lukis kakak itu dikemanakan? pelit aman sama adik sendiri" balas Fatih dengan kesal
"Haha, baiklah, ambilah sepuasmu"
balas Nur yang tak tega melihat adiknya itu
Sampai dirumahnya, mereka sudah disambut oleh kedua orang tuanya dan tantenya.
"Kalian habis dari mana? kenapa kalian jajan banyak sekali" tanya ibu kepada mereka
"Ini bu, kami habis beli jajanan tradional enak lho bu" balas Fatih dengan mulut penuh makanan
__ADS_1
"Kalian ini, selalu saja" timpal ibunya dengan mengambil dua kresek yang penuh makanan dari tangan Nur dan Fatih
Tak lama bapak datang menghampiri mereka dengan membawa koper mereka.
"Nur, bapak ibu dan adikmu harus berangkat sekarang, agar tidak tertinggal pesawat" Pamit bapak dan menghampiri Nur. Nur pun menjabat kedua tangan bapaknya dan memeluknya
"Hati-hati pak, jaga ibu dan adekku yang jelek ini" balas Nur dengan mencubit pipi adiknya yang tingginya hampir menyamainya
"Tentu saja sayangnya bapak, nanti kalau hari kelulusanmu tiba, kami akan datang kemari lagi untuk menjengukmu" balas bapaknya yang masih berat untuk meninggalkan anak sulungnya itu
Nur pun mengantarkan kedua orang tua dan adiknya sampai depan pintu pagar rumah, dan sampai dengan sebuah taxi menghampiri mereka. Rasa berat dan sedih dalam hati Nur ditinggal mereka.
"Nur, apa kamu jadi kepesantren?" tanya tante kepadanya
"Jadi tan, sekarang pun Nur akan segera berangkat, Nur sudah kendaraan tadi menuju kesana, mungkin sebentar lagi akan sampai" balasnya
"Baiklah, tante akan menemanimu kesana" ujar tantenya dan dibalas anggukan oleh Nur
__ADS_1
Dalam perjalanan yang tak jauh dari rumah dan bahkan jarak dari sekolah dan pesantrennya cukup dekat, hanya butuh dengan jalan kaki sudah sampai.
Kini Nur dan tente nya yang mengantar ia menuju ke pesantren pun tiba. Diluhatnya banyak sekali anak-anak seusianya sedang berlalu lalang, ada juga yang sedah menyapu, membaca al-qur'an, dan masih banyak lagi.
Takjub dan senang yang kini menyelimuti hati Nur.
"Bismillah" ucapnya dengan penuh yakin dan melangkah kan kakinya untuk turun dari kendaraan itu menuju pesantren.
Banyak orang dan mata yang memandangi mereka.
Seketika ada seseorang yang menghampiri mereka dan menyapa mereka.
"Assalamu'alaikum" sapa seseorang itu
"Wa'alakumsalam" balas Nur dan tante nya
"Ada yang bisa saya bantu nak, bu?" lanjut seseorang itu
__ADS_1
"Begini pak, saya mengantarkan keponakan saya yang ingin belajar di pesantren ini? apakah bisa untuk hari ini segera masuk pesantren pak?" ujar tante Nur
"Mari silakan masuk bu, nak. Saya tunjukkan dalem Abah dulu, nanti kalian bisa bicarakan langsung dengan Abah disana" balas seseorang itu sopan dan dengan menghantarkan mereka menuju sebuah rumah yang cukup besar dari pada yang lain