Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
46. Kepulangan 2


__ADS_3

Setelah diantar dan berpamitan kepada kedua orang tuanya, kini Nur pun menaiki pesawat yang akan mengantarkan kepulangannya.


"Rindu kalian, sampai jumpa lagi" ujar Nur tersenyum memandang ke arah jendela sembari mengingat kenangan bersama teman-temannya saat di negara asalnya


"Hai, bolehkah kita berkenalan" tawar seseorang yang berada di sampingnya. Nur pun menoleh dan tersenyum


"Namaku Farhan" sapanya dengan mengulurkan tangannya


"Saya Nur" balas Nur dengan menelungkupkan tangannya


"Senang bertemu dengamu" ujar Farhan dengan menarik tangannya dan menelungkupkan tangannya mengikuti Nur


"Iya pak" balas Nur dengan tersenyum


"Apakah aku sudah terlihat tua? sehingga kau memanggilku bapak?" tanya Farhan


"Oh maaf kalau begitu tuan" balas Nur meminta maaf


"Panggil saja Farhan, berapa usiamu sekarang?" tanya Farhan


"19 tahun tuan Farhan"


"Wah masih mudah ternyata, kalau begitu panggil saja saya kakak, agar lebih akrab" ujar Farhan


"Baik tu.. eh kak Farhan"


"Bagus, lalu kemana tujuanmu sekarang Nur?"


"Saya kembali ke kota D kak" balas Nur


"Wah ternyata kota yang sama yang akan kita tuju" balas Farhan dan diangguki oleh Nur


Setelah melakukan penerbangan yang cukup lama, kini Nur pun sudah ditunggu oleh kedua orang tuanya bersama adiknya

__ADS_1


"Kak Nur.." panggil seseorang yang tak lain adalah Fatih


"Hai boy, adikku ternyata sudah besar ya" balas Nur menghampiri adiknya


"Lihat kak aku sudah tumbuh besar sekarang, kau jauh tertinggal kak" balas Fatih seraya memeluk kakaknya itu


"Kau selalu saja mengejekku dek, awas kau" balas Nur tisak terima


"Apa kabar sayang?" tanya bapak dan ibunya serempak dan memeluk secara bergantian


Tak lama datang seseorang menghampiri mereka


"Halo pak Furqon, ibu laili?" sapa seseorang itu yang tak lain adalah Farhan


"Oh halo juga dokter" balas mereka


"Bagaima bu apakah sudah sehat?" tanya Farhan


"Kenapa bapak sama ibu mengenalnya?" tanya Nur bingung karena mereka terlihat akrab


"Saya waktu itu menangani ibu laili saat dirawat dirumah sakit" jawab Farhan


"Ibu sakit apa bu? kenapa tidak ada mengabari Nur bu?" tanya Nur kepada ibunya


"Tidak terlalu parah Nur, dan ibu tidak ingin kuliahmu terganggu sayang" jawab ibu laili


"Oh jadi anak ibu adalah Nur ya, dan dia sudah selesai kuliah di usia muda?" tanya Farhan terkejut


"Iya betul dokter, dia adalah anak kami" balas Furqon yang sedari tadi diam


"Nur..." panggil seseorang yang tak jauh dari mereka, dan membuat mereka berlima menoleh ke sumber suara itu


"Siapa ya?" batin Nur

__ADS_1


"Nur rindu kamu" ujar seseorang itu dan langsung memeluk Nur


"Eh.... Syafa kan?" tanya Nur bingung


"Iya lah memang menutmu aku ini siapa? kau sudah lupa ya denganku" balas syafa temannya dengan cemberut namun tidak dibalas oleh Nur


"Pao-pao lesung pipi apakah kau melupakan aku?!!" tanya Syafa tegas


"Hahah tentu saja tidak, kau sungguh telah berubah fa, bahkan lebih cantik" balas Nur dan segera membalas pelukan syafa


"Hish kau ini sungguh menyebalkan tahu tidak?"


"Iya iya maaf nona" rayu Nur kepada syafa


"Eh kenalin dong, itu laki-laki ganteng siapa?" bisik syafa


"Hush kau ini giliran yang bening saja kau tanyakan" balas Nur


"Yah habisnya dia ganteng"


"Memang kau mau kenalan dengan yang mana? disitu bukan kah ada 2 orang laki-laki yang ganteng?" goda Nur


"Memang boleh kenalan dengan kedua nya Nur?" tanya syafa girang


"Tentu saja boleh, yang disamping ibuku adalah adikku, dan yang di samping bapakku adalah dokter Farhan yang pernah merawat ibuku" tukas Nur


"Wah ternyata kau memiliki adik laki-laki yang tampan tapi tak pernah kau kenalkan denganku" balas syafa


"Hahaha mana mau aku mengenalkannya dengmu. wleek" ejek Nur seraya berlari meninggalkan mereka


"Eh pao-pao lesung pipi, awas kau ya" balas Syafa menyusul Nur


"Gadis yang unik" batin Farhan tersenyum

__ADS_1


__ADS_2