
Sesampainya di rumah sakit, Azam pun menurunkan Nur dadi mobil dan menggendongnya
"Dokter!! Suster!!!" panggilnya berteriak
"Dokter!!!! Suster!!!! panggilnya lagi
Tak lama muncul lah seorang suster, dan suster itu pun dengan segera meminta bantuan yang lain.
"Mohon anda menunggu diluar, pasien akan kami tangani" ujar seorang suster itu
Hanya keheningan dan kegelisahan saat ini yang menghampiri Azam. Tak lama datanglah Alex beserta asistennya Bimo
"Zam, apa sebenarnya yang terjadi pada Nur?" tanya Alex khawatir
"Di..a.. tertabrak mobil bang" balas Azam terbata dengan masih menitikkan air mata
"Kau yang sabar, dan segeralah kau bersihkan darah yang menempel pada bajumu, nanti Bimo yang akan memberikannya padamu" ujar Alex dengan menepuk bahu sepupunya untuk menenangkan
"Tidak bang, aku akan menunggunya" balas Azam
"Pergilah dulu, nanti jika sudah ada kabar dari dokter, aku akan memanggilmu" ujar Alex, Azam pun beranjak pergi
Dewi yang tak jauh di ambang pintu ruangan Nur pun gelisah, ia mondar-mandir seraya menelphone keluarga Nur.
"Nona bangunlah, kau adalah orang yang baik nona" batin Dewi
Tak lama Azam pun kembali dengan sudah berganti pakaiannya
__ADS_1
"Bang bagaimana, apakah sudah ada kabar dari dokter?" tanya Azam khawatir
"Belum, duduklah dulu, kita berdoa untuk keselematan dan kebaikan Nur" balas Alex
30 menit sudah berlalu namun belum ada dokter maupun suster yang keluar dari ruangan itu.
1 jam berlalu lagi-lagi belum ada yang keluar dari ruangan itu.
Tak lama keluarga Nur pun berdatangan, nampak raut wajah sedih menghinggapi mereka.
"Bagaimana dengan anak saya mbak Dewi? apakah dia sudah sadarkan diri?" tanya Furqon kepada Dewi
"Belum pak" balas Dewi singkat dan menunduk
"Pak, bagaimana jika Nur kenapa-napa pak?" tanya Laili ibu Nur dengan menangis di dekapan Furqon
"Kita berdoa saja bu, semoga Allah memberikan yang terbaik untuk Nur ya bu" ucap Furqon dengan memeluk erat istrinya
"Bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya Furqon kepada dokter yang menangani Nur
"Maaf pak, anak anda saat ini mengalami kekuarangan darah akibat kecelakaan itu, dan saat ini ia membutuhkan transfusi darah dengan golongan A+, namun pihak kami saat ini sedang tidak asa stock untuk golongan darah yang cocok untuk anak bapak" tukas dokter yang menangani Nur
"Hiks...hiks... bagaimana ini pak?" tanya Laili histeris
"Sabar bu, pasti akan ada jalan" ujar Furqon menenangkan istrinya
"Baik dok, kami akan berusaha mencari pendoronya" balas Furqon
__ADS_1
"Baik pak, kami tunggu secepatnya, kalau begitu saya akan masuk kembali untuk memeriksa pasien" pamit dokter itu
"Kenapa golongan darah kak Nur berbeda dari bapak, ibu maupun aku" batin Fatih
"Seharusnya salah satu dari kami ada yang sama dengan golongan darahnya kak Nur" lanjutnya lagi
"Ya Allah selamatkan lah kakakku, dia orang yang baik, bahkan aku pun adiknya belum membalas kebaikannya" batin Azam berdoa dan ia pun tak kuasa menahan air matanya
Kini Nur pun sudah 2 jam berada diruangan itu, namun belum ada tanda-tanda kabar baik mengenainya
"Bagaimana kabar Nur? mengapa bisa terjadi?" tanya seseorang prempuan yang datang tiba-tiba menghampiri mereka
"Momy tenang lah dulu, pasti Nur baik-baik saja" balas seseorang laki-laki yang juga menyusul prempuan itu
"Maaf tuan, nyonya, anda ini siapa ya kalau boleh tahu?" tanya Furqon lirih
"Maaf pak, kami mengganggu, kami adalah orang tua angkat Nur saat ia berada di negara J, kami tadi berniatan mengunjuki Nur di rumah kalian, namun kami mendapatkan kabar bahwa Nur mengalami insiden kecelakaan" balas Rahman
"Benar tuan, dan saat ini Nur mengalami kekurangan darah dan ia membutuhkan doroh darah tuan" balas Furqon yang tak lagi bisa menahan air matanya
Tak lama keluarlah seorang suster dan dokter yang menghampiri mereka
"Maaf pak, kita harus segera menemukan pendonor darah untuk pasien, karena pasien saat ini sedang kritis dan harus segera menerima donor darah, jika tidak kemungkinan nyama pasien tidak tertolong" tukas dokter
"Apa golongan darahnya dokter?" tanya Nurma
"A+ bu, namun saat ini stock kami sedang kosong" balas dokter lagi
__ADS_1
"Kalau begitu saya yang akan mendonorkannya dok, kebetulan golongan darah saya A+" balas Rahman
"Baiklah pak, silakan untuk kesehatan anda terlebih dahulu dan suster tolong antarkan dan periksa bapak ini" ujar dokter