Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
59. Nama baru


__ADS_3

Tak terasa mereka sudah cukup lama berada di luar rungan rawat Nur


"Kak ayo kita kembali, kakak harus istirahat, makan dan minum obat agar cepat pulih" ujar Fatih mengingatkan kakaknya


"Tapi kakak masih ingin disini dek, kakak bosan jika harus di rungan itu terus" balas Nur


"Ayo deh kak, jangan membantah adikmu untuk kali ini saja, ok" ujar Fatih dengan mendorong kursi roda kakaknya


Sesampainya di ruangan rawat Nur, sudah ada ke empat orang tua mereka


"Kalian habis dari mana?" tanya Rahman


"Kami habis dari taman pi, aku bosan di kamar" balas Nur


"Kamu harus banyak istirahat sayang, agar lakas pulih" balas Nurma dan diangguki oleh yang lain


"Baiklah, aku istirahat, tapi bisakan papi membawakan peralatan melukis kesini, aku sungguh bosan jika tidak ada kegiatan" pinta Nur


"Baiklah sayang, tapi kami harus izin terlebih dulu ke pihak rumah sakit, jika diizinkan, nanti papi akan membawakannya untukmu" ujar Rahman dengan mencium pucuk kepala anaknya


Keesokan harinya setelah diperbolehkan oleh pihak rumah sakit, Rahman pun membawa peralatan melukis yang diminta putrinya itu

__ADS_1


"Ternyata putri kita tak jauh darimu ya pi, ia sangat mirip denganmu" ujar Nurma, dan dibelakangnya Furqon dengan Laili hanya tersenyum menanggapi


"Assalamu'alaikum putri dan putra kami, kami para orang tua datang" ujar Rahman menyapa dengan menenteng apa yang diminta putrinya dibantu oleh Furqon


"Wa'alaikumsalam, para orang tua kami yang diberkahi Allah, yang menyayangi kami dengan tulus" balas Nur dengan senyumnya, Fatih hanya membalas salam dan anggukan


"Apa papi memenuhi keinginan ku pi?" tanya Nur senang


"Tentu saja, sesuai dengan keinginanmu" balas Rahman


"Ayo tih temani kakak ke taman lagi, kakak ingin melukis disana" ajak Nur senang


"Baiklah kak, ayo aku temani"


"Tidak sayang, papi mau membantu mengurus tiket pulang untuk bapak, ibu dan adikmu sayang" balas Rahman


"Memangnya ibu, bapak dan fatih tidak tinggal disini?" tanya Nur sedih


"Aku akan melaksanakan ujian kak, jadi harus pulang terlebih dulu, dan terlebih butik kakak sekarang sudah ada 3 butik yang cukup ramai, bapak sudah tidak bekerja diperusahaan orang, bapak justru membantu kakak di butik kota A, sedangkan aku di butik kota D, dan asalkan kakak tahu butik KN juga cukup berkembang pesat, seperti yang kakak tahu saat kakak mengunjungi butin itu sebelum kakak mengalami kecelakaan, jadi kami harus menguruskan kak" ujar Fatih menimpali


"Kakak tinggal lah bersama kedua orang tua kandung kakak, selama ini aku yakin mereka sangat merindukan putrinya ini, jika kakak rindu kepada kami, kakak tinggal datang saja, tak perlu berfikir mengenai biaya lagi kan?" ujar Fatih lagi

__ADS_1


"Kakak kan sekarang sudah jadi boss" ujar Fatih dengan bangga dan diikuti gelak tawa ke empat orang tua seraya membenarkan


"Tapi kakak tidak ingin jauh dari kalian" balas Nur sedih


"kakak jangan sedih, kita kan bisa vc setiap hari, asal boss tidak sibuk saja" sindir Fatih dan tak lama dapat cubitan dari kakaknya itu


"ah.. auw.. sakit bos" balas Fatih


"Sayang, bisakah kami memanggilmu dengan nama Zalwa sesuai nama yang kami berikan dulu nak?" tanya Nurma dengan raut khawatir campur sedih


"Tentu saja boleh mom" balas Nur dengan senyum


"Tapi..." ucapnya terputus dengan memandang kedua orang tua yang mengasuhnya dari lama


"Tidak apa-apa nak, itu adalah nama aslimu, dulu kami memberi nama lain kepadamu, agar kamu aman bersama kami, karena ada yang menginginkan nyawamu nak" balas Furqon dengan senyum dan diangguki oleh Laili


"Zalwa Kania Sanjaya itu adalah nama aslimu, dan tidak kah kamu pernah mengetahui identitas di kartumu nak? semua adalah nama aslimu, kami sudah merubahnya agar kamu lebih mudah mengurus semua berkas berkaitan dengan orang tua kandungmu nak" ujar Furqon lagi


"Terimakasih bapak, ibu, Nur eh maksudnya Zalwa sangat berterimakasih kepada kalian, Zalwa sangat menyayangi kalian, jadi tetap lah menjadi orang tua ku ya pak, bu" ucap Nur yang saat ini berganti nama menjadi Zalwa


"Tentu nak, momy dan papi mu juga tidak keberatan akan hal itu, kita adalah keluarga, dan Fatih tetap lah adikmu" balas Laili yang sedari tadi diam

__ADS_1


"Baiklah terimakasih momy,papi, bapak, ibu dan adikku Fatih saat ini kalian memanggilku Zalwa, namun jika memang kalian masih senag memanggil ku Nur, Zalwa juga tidak keberatan" ujar Zalwa dan mendapatkan pelukan secara bersamaan dari kelima orang yang ia sayangi


__ADS_2