Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
43. Rintangan


__ADS_3

Semakin hari Azam pun berusaha untuk selalu dekat dengan Nur, begitu pun Andrea ia melalukan hal yang sama seperti Azam.


"Assalamu'alaikum Fatih, apa kabarmu sayang?" sapa Nur pada seseorang dibalik sambungan telephonnya


".........."


"Bagus jika seperti itu, ya sudah sudah dulu ya sayangku yang paling jelek. wleek" lanjut Nur lagi


"........."


"Hahaha ok. Assalamu'alaikum" sapanya lagi kemudian Nur pun menutup telephonnya


"Fatih itu siapa?" batin Azam dan Andrea yang melihat Nur sedang berbicara dengan seseorang lewat telephonnya


Tak lama supir Nur pun sudah menjemputnya, Nur pun masuk ke dalam mobilnya. Namun, sebelum Nur masuk ke dalam mobilnya ada seseorang laki-laki yang seusia Azam maupun Andrea ia menghampiri Nur.


"Hai Nur, bisakah nanti kita bertemu untuk melanjutkan membahas hal yang kemarin kita bicarakan?" tanya seseorang itu


"Oh baiklah kak, nanti akan aku kirim alamatnya ya kak" balas Nur


"Baiklah gadis kecil, kalau begitu hati-hati" kata seseorang itu lagi seraya melambaikan tangan dan tersenyum


"Saingan baru lagi ini" ujar Azam dan Andrea bersama, mereka pun kembali ke dalam kampus lagi


Saat malam sekitar jam 7 malam, Azam bersama Ilham pun sedang berada di sebuah restaurant terdekat, mereka menikmati hidangan dan sesekali bercengkarama


"Zam, bukan kah itu Nur?" tanya ilham menunjuk seseorang gadis yang tak jauh dari mereka

__ADS_1


"Sedang apa ya dia sendirian?" lanjutnya lagi


Tak lama datang seseorang laki-laki yang tadi dilihat oleh Azam di kampus, disusul lagi seorang prempuan dengan pakaian yang cukup glamour menghampiri Nur.


"Mungkin itu saudaranya" kata Azam


"Eh tapi itu Zam, kenapa ada Andrea lagi ya?" tanya ilham seketika saat melihat Andrea menghampiri kedua orang tadi dan Nur


Nampak terlihat Nur mengeluarkan sebuah buku dan terlihat raut bahagia diwajahnya. Bahkan Andrea juga nampak ia mencuri pandang ke arah Nur.


"Ayo pulang ham" tukas Azam


"Kan makanan kita belum habis bro" jawab ilham namun tidak mendapatkan jawaban dari Azam


"Kamu cemburu Zam?" tanya ilham


Tak lama ada yang memanggil Azam


"Zam.." panggilnya, baik Azam dan ilham pun menoleh ke sumber suara itu


"Siapa?" tanya Azam tak mengenali


"Aku Santi, apakah kau lupa Zam?" tanya orang itu


"Aku mencarimu Zam, aku mencintaimu" ujar Santi lagi seraya ia memegang tangan Azam, namun tak lama Azam pun menepisnya


"Jangan sembarangan, kita bukan mukhrim" balas Azam

__ADS_1


"Kalau begitu kita menikah saja" ujar Santi lagi


"Aku sangat mencintaimu, tidak kah kau merasakan hal yang sama?" tanya Santi lagi


"Sedari kita masuk SMA aku sudah mencintaimu Zam" lanjutnya lagi


"Hingga kau kesini, aku pun mencari keberadaanmu Zam" ujar Santi


"Aku tidak mencintaimu" balas Azam seraya pergi meninggalkan Santi


"Kau harus mencintaiku Zam..!!!" teriak Santi


Tak lama keluar lah Nur bersama Andrea dan kedua orang tadi.


Nur pun melihat seseorang prempuan yang tertundur menangis sambil berteriak memanggil nama Azam.


Karena merasa iba pun akhirnya Nur menghampiri seseorang tadi.


"Anda baik-baik saja nona?" tanya Nur


"Aku baik-baik saja, pergilah!!!" jawab Santi dengan nada berteriak


"Tidak nona, mari ikut saya, karena cuaca sudah mau turun hujan" tawar Nur


"Pergilah!!!" teriak Santi lagi


Akhirnya Nur pun pergi meninggalkan Santi

__ADS_1


"Apa dia kekasihnya kak Azam? kasihan sekali dia" batin Nur seraya menaiki mobilnya


__ADS_2