Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
7. Guru Privat


__ADS_3

Hari-hari pun telah berlalu, baik antara Nur dan Haikal yang merupakan siswa baru di kelasnya sudah terihat keakraban mereka, dimulai dari Haikal yang selalu meminta penjelasan materi yang kurang faham dari apa yang disampaikan guru-guru keadanya, tidak hanya Haikal, termasuk Syafa dan semua-semua teman kelasnya pun meminta Nur untuk dapat memberkan cara belajar dan memahami materi pelaaran yang disamapaikan olah gurunnya kepada mereka. Dan dengan senang hati Nur pun membantu mereka.


Nur pun memberitahukan cara mudah belajar dan memahami sesuatu kepada teman-temannya.


"Nur nampak lihai dan mudah ya dalam menjelaskan dan menjawab soal dari materi itu" bisik teman-temannya


"Iya, dia beruntung karena memiliki otak yang cerdas" tmpal temannya


"iya, dia juga mau membantu kita yang kesusahan belajar"


"Kalau gitu, bagaimana kalau kita minta dia jadi guru privat kita saja?" Ajak Haikal yang menimpali pembicaraan teman-temannya itu


"Wah benar sekali itu, dengan ini pasti kelas kita nanti akan menjadi siswa yang lebih unggul dibandingkan kelas yang lain"


 


Sore hari Nur pun mengayuh sepedanya menuju rumah kediaman nya yang tak cukup jauh dari tempat ia sekolah.


Dijalan ia disambut oleh Haikal, Syafa dan beberapa teman sekelasnya.


"Nur,,, Nur..."Seru mereka bersamaan, dan Nur pun menoleh kearah mereka


"Kami ingin meminta bantuan kepadamu Nur untuk membantu kami dala belajar" Ucap Syafa temannya

__ADS_1


"Iya Nur, apakah kau mau menjadi guru privat kami?" Timpal Haikal dan diangguki semua teman-temannya


"Eh, bukannya aku tidak mau, namun aku juga ada kelas privat untuk mengajar anak tetanggaku sore ini" Balas Nur dengan sedikit terkejut


"Tidak masalah, jika hari ini kamu tidak bisa, kami bisa menunggu untuk waktu luangmu membantu dan mengajari kami" Balas Syafa


"Baiklah, setiap hari Jum'at dan Sabtu aku kosong, jadi aku bisa membantu kalian, namun sebaiknya dirumahku saja ya, karena aku hanya tinggal berdua dengan tanteku" ujarnya membalas permohonan mereka


"Memang kedua orang tuamu kemana Nur? bukannya mereka kemarin masih ada ya sewaktu aku kerumahmu?" tanya Syafa kepadanya


"Orang tuaku kembali merantau fa, juga menyusul adikku yang sekarang masih sekolah SD disana" timpalnya


Hari berlalu sampai dengan hari Jum'at pun tiba. Setelah waktu sekolah pun usai, kini Syafa, Haikal dan teman - temannya pun menuju kediaman Nur


"Wa'alaikumsalam, eh kalian sudah datang, silakan duduk, dan maaf tempatnya sempit ya?" tanyanya sembari mempersilahkan duduk teman-temannya


"Tidak masalah Nur, rumahmu cukup asri, dan nampak sejuk meskipun tidak pakai AC" ujar Doni teman gendut di kelasnya dengan polos berkata


"Hahaha kau bisa saja, itu disana ada pohon rambutan, dan kebetulan sedang berbuah, kau ambillah Don untuk teman kita belajar hari ini" Ujar Nur dengan menunjuk salah satu pohon rambutan yan berbuah lebat disalah satu pekarangan rumahnya


"Wah... kau memang tahu apa yang aku maksud Nur.." balas Doni dengan senyum kegirangannya


 

__ADS_1


Nampak dua anak laki-laki yang sedang berada dimobil pun tanpa sengaja memperhatikan segerombalan anak yang sedang bercengkrama duduk bersama, dan ada yang sedang memetik buah


"Bukankah ini rumah Nur? kenapa banyak sekali teman-teman kelasnya datang kemari?" batinnya


"Dan bukankah laki-laki itu dalah sepupu ilham, kenapa dia ada disana?" timpalnya dalam hati


"Eh Zam, ayo turun, aku mau menghampiri Haikal untuk memberikan makanan yang diminta Mamaku untuk diberikan kepadanya.."Ajakan ilham yang membuayarkan pertanyaan Azam dalam heningnya


"Kail, Haikal.." Seru ilham kepada adik sepupunya


"Eh kak ilham, kenapa kak kau memanggilku?" tanya Haikal


"Ini ada kue dari Mama untukmu dan berikan kepada teman-temanmu" balas ilham dengan menerahkan sekantong plastik kepada Haikal


"Dan katanya kau sedang mengikuti les privat? dimana gurunya?" tanya ilham dengan mencari sosok guru yang menjadi guru privat adik sepupunya itu


"Nur, ya Nur adalah guru privat kami kak" balasnya dengan santai dan meninggalkan Ilham dan Azam


 


"Ternyata gadis itu kepandainnya diakui oleh teman-temannya,hmm..." batinnya dengan sesungging senyum dibibirnya


"Zam, ayo kita pulang" ajak ilham dan diikuti langkah kaki Azam

__ADS_1


__ADS_2