Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
41. Makan Malam Pertama


__ADS_3

"Kak Rara, kak Sisi aku pulang dulu ya, kasihan momy dirumah sendirian" pamit Nur


Nur pun meninggalkan teman-temannya.


"Nur... tunggu!" ujar Azam memanggil


"Iya ada apa kak?" tanyanya


"Boleh aku mengantarmu?" tawar Azam kepadanya


"Maaf kak aku sudah dijemput" balas Nur


"Eh baiklah, tapi bisakah kita nanti malam makan bersama? sebagai tanda pertemuan pertama kita di negri orang dan sebagai ucapan selamat dariku untukmu atas keberhasilan mu menyetarakan ku" ujar Azam panjang lebar


"Menyetarakan apa kak?" tanya Nur


"Menyetarakan hingga kamu bisa menjadi seangkatanku" balas Azam


"Eh.. apa an sih kak hehe" balas Nur terkekeh atas ucapan Azam


"Jadi mau kah kamu?" tanya Azam memastikan


"Baiklah kak, nanti akan aku kabari. Kalau begitu aku pamit dulu ya kak. Assalamu'aikum" pamit Nur dan beranjak pergi meninggalkan Azam


"Wa'alaikumsalam" jawab Azam masih menatap Nur


"Yess.." ucap Azam senang


Saat jam sudah menunjukkan jam 3 sore Azam pun menghubungi Nur lewat chat.


"Tring" tanda pesan masuk, Nur pun membukanya


"Bagaimana Nur? apa kamu bersedia makan malam bersama malam ini?" tanya Azam

__ADS_1


Nur pun membacanya, ia beranjak menemui momynya


"Mom, Nur mau minta izin nanti malam akan makan malam bersama teman Nur" izin Nur


"Momy izinkan sayang, asalkan jangan pulang larut malam, dan mintalah temanmu untuk jemputmu kemari" ujar Nurma menginzinkan


"Baiklah mom, nanti ia akan kemari" balas Nur


Setelah mendapatkan izin dari momy angkatnya itu, Nur pun membalas pesan Azam


"Baiklah kak aku bersedia, aku tunggu dirumah" balasnya


"Ini alamat tinggalku sekarang" lanjutnya lagi


Tepat jam 7 malam Azam pun sudah sampai di kediaman orang tua angkat Nur


"Assalamu'aikum" salamnya


"Wa'alaikumsalam" balas Nurma


"Ada, silakan masuk dulu, nanti tante pangilkan"


Tak lama pun turun dari kamarnya, nampak gadis kecil yang akan tumbuh dewasa mengenakan gamis dan hijab warna pink yang membalutnya indah, Nur pun segera menuruni anak tangga dan menghampiri Azam yang sudah menunggunya


"Nah ini Nur nya, kamu perginya hati-hati ya sayang" ucap Nurma


"Iya mom, Nur pamit dulu ya" pamit Nur


"Tolong jaga Nur ya nak" ujar Nurma kepada Azam


"Baik tante, kalau begitu kami pamit dulu" balas Azam


Setelah dimobil hanya keheningan yang menyelimuti

__ADS_1


"Kak kita mau kemana?" tanya Nur


"Kita ke salah satu restorant disini ya, karena kakak belum hafal tempat-tempat disini" balas Azam seraya ia menyetir mobilnya


Sesampainya direstaurant yang mereka tuju, mereka disambut oleh pelayan dan dengan nuansa yang romantis


"Ini kakak yang pesan?" tanya Nur dan diangguki oleh Azam


"Iya silakan, ini untuk semua untukmu" ujar Azam


"Terimakasih kak"balas Nur


Merekapun menikmati hidangan yang sudah tersaji dalam keheningan, hanya dentingan sendok, garpu dan piring yang bersautan


Dilihatnya Nur gadis kecil yang ia kagumi, yang entah sejak kapan Azam memendang rasa pada sosok gadis dihadapannya


"Apa aku harus mengungkapkan perasaanku sekarang?" batin Azam


"Tapi bagaimana jika ia menolaknya" lanjutnya lagi


"kak.. kak Azam?" panggil Nur


"kakak tidak apa-apa kan?" tanya Nur


"iya tidak apa-apa Nur?" balas Azam terkejut


"Tapi mengapa kakak memandangiku seperti itu?" tanya Nur memastikan


"Oh tidak ada apa-apa kok Nur" balas Azam berbohong


"Aduh kenapa harus berbohong sih, bukan kah ini waktu yang pas" batin Azam


"Nah kan melamun lagi kan" ujar Nur

__ADS_1


"Nur..." panggil Azam


"Iya kak, aku dah selesai nih, ayo kita pulang, sudah larut malam juga" ajak Nur sembari melihat jam di layar hp nya dan diangguki oleh Azam


__ADS_2