Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
25. Primadona baru


__ADS_3

Seusai pendaftaran disekolah baru, kini Nur pun menjalani MOS di sekolah barunya, ya salah satu SMA favorit di kotanya sekarang yang menjadi tujuannya.


Kini ia tak lagi memakai sepeda yang ia biasa kenakan dulu, namun sebuah mobil yang belum lama ia beli dari hasil butik dan beberapa lukisannya. Sebuah mobil yang cukup klasik, sederhana namun masih terkesan mewah. Butiknya pun sudah berkembang cukup baik.


Ia mengenanakan mobil karena tak lagi dipesantren, satu bulan sebelum masuk sekolah, ia sudah menghatamkan al-qur'an. dalam waktu 1 tahun dipesantren, dan merupakan anugrah bagi Nur.


"Wah siapa itu yang mengenakan mobil itu"


"Pasti dia adalah anak orang kaya"


"Tapi lihatlah ia gadis yang manis, meski memakai pakaian yang tertutup"


"Aku pasti akan jadikan dia pacarku, secara aku kan tampan"


itulah kira-kira bisik-bisik dari siswa disekolah baru Nur


Nur hari ini mengendari mobilnya sendiri, karena supirnya sedang berhalangan


"Hai gadis kecil, bolehkah kita berteman" ujar seseorang laki-laki yang menghampirinya sesaat ia baru turun dari memarkirkan mobilnya


"Kenalkan aku andrea" ujar seseorang itu memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya


"Nur" balas nur dengan menelungkupkan tangannya seraya meninggalkan swseorang itu

__ADS_1


"Gadis yang menarik" batin Andrea dengan ukiran senyum nya


Kini Nur sedang berada di ruang kepala sekolah untuk tanda tangan atas beasiswa yang ia terima. Ucapan puji syukur yang selalu ia panjatkan kepada Allah Yang Maha Esa.


Tepat setelah itu, Nur pun menuju ruangan yang menjadi MOS pertama nya disekolah barunya itu. Banyak teman-teman seangkatan dengannya yang sedang bercengkrama dengan teman-temannya itu, namun tidak dengan Nur yang belum memiliki teman di sekolah barunya itu.


Hingga beberapa kakak kelasnya pun masuk ke dalam ruangan itu, yang tak lain adalah beberapa kakak kelas osis.


"Selamat datang kami ucapkan kepada adik-adik kelas yang mana hari ini kalian resmi menjadi anggota sekolah dari sekolah tercinta kini" sapa kakak kelas itu dengan seuntai senyum


"Huft pelit kali dia senyum, kaya senyum itu harus bayar aja" ujar seseorang di samping Nur. Nur pun hanya melihat teman disampingnya yang belum ia kenal namanha dengan senyum


Karena merasa tidak enak, teman disamping Nur pun menoleh kepada Nur.


"Wah.. cantiknya, imutnya..." ujar temannya itu dengan seketika menoel-noel pipi Nur, terutama pada kedua lesung pipinya, matanya pun berbinar-binar seolah takjum dengan wajah Nur


Seketika Nur pun terkejut dan mengundurkan wajahnya


"Ups, maaf.." ujarnya lagi dengan menutup mulutnya


"Kau sungguh imut, dapat dari mana ini?" tanyanya lagi dengan menunjuk pipi Nur lagi


Nur pun hanya diam, karena ia tak tahu harus membalas apa atas pertanyaan dari teman disebelahnya itu

__ADS_1


Dan masih banyak lagi pertanyaan dari teman disebelahnya itu, namun Nur hanya menanggapi dengan senyumannya dan lagi-lagi temannya seolah terhipnotis dengan senyumannya


"Kalian berdua! Apa kalian tidak mendengar apa yang kami sampaikan di depan?!" ujar seseorang yang membuat Nur dan teman disebelahnya menjadi terkejut dan sontak mata mereka tertuju kepada orang yang mengejutkannya


"Mampuslah kita" ujar teman disebelahnya dengan menepuk tangan pada jidatnya


"Kalian berdua maju kedepan!" perintah kakak kelasnya lagi dengan sorotan mata mengintimidasi


Mereka pun maju kedepan dengan kepala tertunduk


"Kalian tahu apa kesalahan kalian?" tanya kakak kelasnya itu kepada mereka dengan intonasi yang lumayan tinggi, dan dibalas oleh Nur dan temannya dengan anggukan


"Baguslah jika kalian mengerti, jadi kami minta untuk kalian menghibur kami semua yang ada disini dengan menyanyi" perintahnya lagi dan diangguki oleh teman Nur, namun tidak dengn Nur


"Em... maaf kak, apa boleh menyanyi nya dengan sebuah sholawat atau lagu islami kak?" tanya Nur dengan sedikit ragu


"Mengapa?" tanya nya kepada Nur


"Em saya tidak hafal dengan lagu-lagu kak takutnya salah lirik" jawab Nur ragu


"Namun untuk sholawat dan lagu islami insyaallah saya hafal kak" balasnya lagi


"Baiklah silakan nyanyikan sebisamu" balas kakak kelasnya itu, dan membuat Nur merasa lega

__ADS_1


"Tapi jika suaramu jelek, maka aku akan memberikan hukuman tambahan untumu" balasnya dengan senyum licik, Nur pun hanya mengangguk tanpa mau membalas ucapan kakak kelas nya itu


__ADS_2