Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
34. Kakak 3 kali, Aku 1 kali


__ADS_3

Setelah mengikuti persyaratan perlombaan sebagai persyaratan ia loncat kelas. Nur pun diberikan kesempatan oleh Kepala Sekolahnya, yaitu dengan mengikuti ulanga kenaikan kelas untuk kelas 1 dan 2. Dengan persiapan yang matang dan dari sumber buku yang ia pinjam dari guru sekolahnya.


Nur giat belajar sampai ia harus menyisakkan hanya sedikit waktuny untuk butik dan hibinya nya melukis.


Ulangan demi ulangan ia lalui dengan semangat tanpa ia merasa harus mundur.


Setiap kali ia menyelesaikan ulangan dikelasnya untuk ulangan kelas 1, ia pun menemui guru yang akan mengawasinya untuk mengerjakan ulangan tingkat kelas 2 itu.


Hingga hasil rapat dari semua guru memutuskan bahwa menyetujui Nur untuk loncat kelas dengan perbandingan nilai yang ia dapati, hasil rapot, hasil ulangan, dan melihat beberapa perlombaan yang ia ikuti.


Liburan semester lagi dan lagi menghampirinya, kali ini ia memutuskan untuk liburan ke kota D sekaligus mengunjungi kedua orang tuanya dan adiknya.


Rindu jelas terasa terutama dia akhir-akhir ini banyak kesibukkan sehingga tidak hayal ia jarang menghubungi kedua orang tua dan adiknya.


Pesawat siap mengantarkannya


"Tidak sabar bertemu dengan Fatih, pasti dia sudah tumbuh tinnggi, apa iya dia sudah melebihi tinggiku?" batin Nur tersenyum dengan memandang arah luar jendela


"Arah tujuan mu kemana nona?" tanya seseorang yang duduk disampingnya


"Ke kota D tuan" balas Nur tanpa menoleh


"Jika ada yang berbicara dengamu hendaklah menghadap dan melihat mukanya" ujar seseorang itu menyilangkan kedua tangannya


"Maaf tuan" balas Nur Sopan


"Nur.." sapa seseorang itu


"Anda mengenaliku tuan?" balas Nur dengan menatap wajah orang itu

__ADS_1


"Iya, aku Andrea" balasnya


"Oh iya kak" balas Nur


"Aku akan lanjut kuliah disana, dan apa tujuanmu kesana?"


"Aku mengunjungi keluargaku kak sekalian liburan" balas Nur


Tanpa terasa pesawat yang ditumpanginya pun mendarat dengan selamat.


Tak lama dilihatnya kedua orang tua nya dan Nur pun menghampirinya.


"Apa kabar anak kesayangan bapak sama ibu?" Tanya kedua orang tuanya


"Alhamdulillah baik pak bu" balas Nur


"Ah aku dilupain" ujar seseorang dari belakang


"Hahaha maafin kakakmu ini adikku tersayang" ujar Nur dan segera memeluk adiknya itu


"Hahaha kakak" balas Fatih dengan tertawa lebar


"Kenapa kau tidak tumbuh ke atas kak?"


"Lihatlah bahkan aku sekarang sudah menyaingimu" ujar Fatih mengejek


"Huft diam lah anak kecil, kakak mu ini memang tumbuh dengan lambat, tapi setidaknya kakakmu ini sekarang sudah SMA" balas Nur mengejek


"Tapi aku lebih tinggi darimu kak, wleek..." balas Fatih dengan berlari

__ADS_1


"Tapi kau masih anak SD" balas Nur dan seketika Fatih pun berhenti


"Otakku sedikit bertumbuh melambat kak, jadilah aku masih SD dan kau sudah SMA meski usia kita hanya terpaut 2 tahun kak" ucap Fatih dengan nada sedihnya


"Hahaha akhirnya kau mengakuinya juga"


"Dan asal kau tahu kakak punya kejutan untukmu" bisik Nur pada adiknya itu


"Apa itu kaka?" balas Fatih penasaran


"Aku loncat kelas lagi lho dek" balas Nur dengan masih berbisik


"Apa?!! Ah tidak kak" balas Fatih terkejut dan seketika membuat kedua orang tuanya bertanya kepadanya


"Ada apa Fatih? Kenapa kau berteriak seperti itu?"


"Ini Bu, pak, kak Nur dia loncat kelas lagi" jawabnya menunduk


"Baguslah kalau begitu" timpal ibunya


"Bagus apanya bu, itu artinya kak Nur sebentar lagi akan UN lagi" balas Fatih dengan masih menunduk


"Lalu?" timpal ibunya lagi


"Artinya kakak akan menjalani ujian yang ke 3 kali dan aku baru 1 kali... Huaa...." jawabnya histeris dan mengacak rambutnya frustasi


"Hahaha, makanya kau harus giat belajar dek, jangan kau bermain game terus" ujar bapak yang sedari diam


"Tidak, tidak... aku kalah kak, huhuhu...." balas Fatih dengan wajah dibuat sesedih mungkin dan ia segera memeluk kakaknya

__ADS_1


__ADS_2