
Setelah menerima cek dari paman Rahman dengan nominal yang cukup besar, Nur dan Fatih adiknya pun kembali kerumah. Seperti biasa mereka melakukan makan malam bersama saat berkempul.
Hingga setelah usai makan malam mereka kembali ke kamar masing-masing.
"Nominal yang dalam cek ini cukup besar, dan ini bisa membuat usaha kecil-kecilan, namun apa ya" tanya nya pada diri sendiri seraya berfikir
"Melukis sudah, bahkan lukisanku sudah banyak terjual, lalu usaha apa ya yang bisa aku jalani?" lanjutnya
"Apa aku buka butik saja ya, toh desain baju ku juga sudah banyak yang pesan, bahkan nilai jual nya kalau dikumpulkan sudah hampir sama dengan jumlah uang hasil kual lukisanku" tanya nya dengan masih berfikir
Hingga 1 jam pun berlalu dan ia pun terlelepa dengan seraya masih dalam fikiran dengan usaha apa yang akan ia jalani.
Paginya seperti biasa ibunya menyiapkan makanan untuknya, terlebih hari ini adalah hari terakhir ia berada di rumah orang tuanya di kota D.
"Assalamu'aikum,selamat pagi ibu, bapak tersayang, dan adikku yang paling jelek" ucapnya menyapa kedua orang tuanya dengan mengejek adiknya
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam" balasnya serempak
"Hish kakak ini, adik satu-satunya selalu aja diejek" balas Fatih dengan menyilangkan kedua tangannya dengan raut muka kesal
"Aduh adik kakak ini jelek sekali" balas Nur dengan menyubit kedua pipi adiknya
"Apaan sih kak, sakit tahu"
"Haha adik kakak ini bisa ngambek jadi tambah emes deh" balas Nur dengan mencubit pipi adiknya lagi, dan dibalas oleh Fatih, hingga membuat kedua orang tuanya terkekeh
"Pak, Nur ada yang ingin disampaikan ke Bapak" Ujar Nur dengan menyandar di bahu bapaknya
"Ada apa anak kesayangan bapak?" balas bapaknya
"Maaf pak, selama ini Nur menjual hasil karya lukisan dan beberapa desain baju kepada beberapa pelanggan dan pembeli pak, sehingga Nur alhamdulillah sudah memiliki uang tabungan yang cukup pak" Ucap Nur dengan tertundur, karena pasalnya selama ini ia tidak memberitahukan kepada kedua orang tuanya
__ADS_1
"Jadi Nak, mengapa kamu bekerja, sementara kamu masih sekolah Nak?" tanya bapaknya
"Itu hanya hobi dan mengisi waktu luang Nur saja pak, namun Allah justru menjadikan itu jalan rizky untuk Nur pak" balasnya
"Alhamdulillah kalau begitu bapak selalu bangga kepadamu Nak"
"Selama ini bapak selalu pindah kota untuk bekerja, dan mudahan ini adalah kota terakhir bapak merantau nak, dan kita bisa berkumpul kembali" balas bapaknya dengan raut sendu
"Sungguh bapak minta maaf kepadamu nak, selama ini bapak tidak bisa menemani, memantau dan selalu bersamamu nak, sehingga kamu harus bekerja keras seperti ini" ujar bapaknya yang sudah tak bisa menahan air matanya, dan segera memeluk putri kecilnya itu
"Tidak apa-apa pak, Nur masih tetap merasakan kasih sayang dan dukungan dari kedua orang tua Nur selama ini, Nur bangga dan sayang sekali dengan Bapak, ibu dan juga Fatih pak" ujar Nur dengan membalas pelukan hangat dari bapaknya
"Jadi kamu ingin meminta pendapat apa dari bapakmu ini nak?" balas bapaknya dengan mengusap air mata dari ujung mata anaknya itu
"Nur ingin membuka butik pak, dengan hasil desain gambar Nur sendiri, tapi apakah bapak bisa membantu untuk mencarikan tempat yang bisa Nur pakai pak" ujarnya kepada bapaknya
__ADS_1
"Pasti akan bapak bantu nak, bapak sungguh bangga kepadamu nak, anak bapak yang masih kecil ini ternyata sudah mau membuka usaha"balas bapaknya dengan menepuk bahu putrinya