
Hari ini adalah hari terakhir MOS bagi siswa baru disekolahnya.
Nur pun datang seperti biasa dan diantar supirnya.
"Kring..kring..." bunyi telephone dari dalam sakunya, Nur pun mengangkat telephone itu
"........"
"Baik, kerjakan beberapa desain yang telah saya kirim tadi malam kak Ayu, dan minta beberapa penjahit yang propesional untuk mengerjakannya, agar segera dikirim" ujar Nur bicara pada seseorang yang menelephonnya
"......"
"Baiklah kak terimakasih, semangat!!" balasnya lagi dengan menutup telephonenya dan turun dari mobilnya
Ia melirik jam pada hp nya.
"Masih kurang 30menit lagi, aku rasa cukup untuk mengerjakannya"
Nur pun duduk disebuah tempat, dengan laptop dan alat yang akan ia gunakan untuk menggambar
Beberapa coretan demi coretan telah ia selesaikan
"Sempurna.." kata yang lolos dari mulutnya, ia pun segera mengirimkan hasil karyanya kepafa asistennya
"Hari ini kan hari terakhir MOS, artinya nanti akan sempat untukku membuat lukisan permintaan tuan Malik" batinnya
"Duar...." seketika ia terkejut karena 3 temannya mengejutkannya
"Astaghfirullah..." ucapnya dengan mengelus dada
"Hehe maafiin kami Nur, habisnya kamu kami panggil gak ada respon" ujar Rani dan diangguki 2 temannya yang lain
"Kamu lagi ngerjakan apa Nur?" tanyanya
"Eh ini kak, lagi coba-coba menggambar" ucapnya sedikit ragu karena ia tak ingin teman-temannya mengetahuinya sekarang
__ADS_1
Masa MOS pun berakhir dengan banyak game dan pertanyaan seputaran sekolah dan pengenalan masing-masing siswa. Kini sebelum pengumuman para osis pun akan memberikan hadiah dan pengumuman kepada pemenang yang akan menjadi Raja dan Ratu MOS.
" Mari kita persilakan dan ucapkan selamat untuk Raja dan Ratu MOS baru kita yaitu kepada Evan Dimas dan Khairani Nur, dan dimohon yang bersangkutan maju kedepan" pinta salah satu kakak osis
Evan dan Nur pun berdiri kedepan, sontak semua siswa memberikan tepuk tangan dan selamat kepada Raja dan Ratu MOS mereka.
"Nur...Nur..Nur..." seru mereka dan dibalas senyuman
"Selamat ya kamu menjadi Ratu kali ini" ujat Andrea dengan memberikan sebuah piagam penghargaan kepadanya dan memberikan uluran tangan
"Terimakasih" balas Nur dengan lagi-lagi menelungkupkan tangan
"Oh maaf" balas andrea dengan menarik uluran tangannya tadi
"Benar-benar gadis yang unik" batin Andrea dengan senyum dan segera ia berlalu
Karena Ratu MOS yang ia dapati, Nur pun banyak dikelilingi oleh teman-temannya, bahkan banyak yang meminta tanda tangan kepadanya dan meminta foto tentunya, tentu saja ia merasa lelah harus tersenyum dan membubuhkan coretan tinta pada setiap orang yang memintanya.
"Ya Allah, sungguh lelah"
"Sudah macam artis saja" ujarnya dengan melangkahkan kaki menuju kantin
"Capek ya?"
"Eh.." Nur pun terkejut
"Apa kau lelah menghadapi para fans mu sekarang?" tanya seseorang itu yang tak lain adalah Andrea ketua osis disekolahnya
"Iya kak lumayan" balasnya dengan masih menimati es teh nya tanpa melihat seseorang yang berbicara kepadanya
"Oh ya, kita belum berkenalan secara santai, bisa kah kita berkenalan kem..." ujar Andrea terpotong
"Tuit..tuit..." bunyi dalam hp Nur tanda pesan masuk
"Sebentar ya kak" ujar Nur dengan membalas pesan pada hp nya dan segera ia membuka laptop yang ia ambil dari dalam tas gendongnya. Andrea pun mengangguk
__ADS_1
Nur fokus pada layar laptop dan sesekali pada hp nya, 5 menit berlalu dan Andrea masih setia menunggunya
"Tawaran yang lumayan" batin Nur dengan senyum bahagianya dan ia sontak sadar bahwa ada seseorang masih setia menunggunya
"Em.. maaf ya kak, aku kira tadi kakak pergi" ujar Nur santai
"Bukankah tadi kamu bilang sebentar? jadi ya aku menunggu" balas Andrea
"Baiklah, apa kita bisa berkenalan kembali?" balas Andrea lagi
"Bukan kah kita sudah mengenal masing-masing ya kak?" balas Nur
"Eh.. i..ya.." balas Andrea dengan gugup
"Maksudnya secara langsung, agar kita lebih akrab" timpalnya lagi
"Baiklah kak, silakan perkenalkan diri" pinta Nur
"Namaku Andrea Hiran, panggil saja Andrea, usiaku 18 tahun" jawab Andrea
"Namaku Khairani Nur, biasa dipanggil Nur, usiaku saat ini 13 tahun mau sebentar lagi 14tahun" balas Nur
"Apa??!!" balas Andrea terkejut
"Kenapa kak?" tanya Nur sedikit khawatir apa ada yang salah dari ucapannya
"Itu kenapa kamu masih berumur 13 tahun sudah SMA?" tanya andrea lagi
"Iya kak aku loncat kelas" jawab Nur
"Kring...kring..." bunyi telephone pada hp Nur
"Apakah setelah ini kita kembali ke ruangan itu lagi kak?" tanya Nur kepada andrea sebelum ia mengangkat telephonnya
"Tidak, bahkan setelah istirahat, siswa baru bisa langsung pulang" jawab andrea dan itu membuat Nur tersenyum
__ADS_1
"Baiklah kak, aku harus pulang sekarang, Assalamu'alaikum" ujar Nur pergi meninggalkan Andrea dan segera menerima telephone yang sedari tadi berdering dihp nya
"Wa'alaikumsalam" balas Andrea dengan madih menatap punggung Nur