Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
9. Sekolah baru


__ADS_3

Azam yang telah lulus sekarang pun menyusul kedua orang tuanya yang sedang berada dan sudah menetap di kota D. Kedua orang tuanya sudah mendaftarkan anaknya di sekolah favorite di kota itu.


Di lain sisi, Nur masih ada di sekolahnya yang dulu. Karena dia baru naik ke kelas 8


#Muhammad Azam


"Nak, sekarang kamu bersiaplah untuk kesekolah barumu, hari ini Mama akan menemanimu kesana, untuk mengisi kelengkapan formulir kemarin yang masih kurang" ujar mama Azam kepadanya dan diangguki olehnya


Sesampainya disekolah, sudah banyak calon murid yang sedang mengisi formulir pendaftaran, sama hal nya Azam.


"Bagaimana zam? bagus kan sekolah pilihan mama mu ini?" tanya mama Azam dengan bangganya atas pilihannya


"Lumayan ma, sepertinya aku akan banyak saingan disini" balasnya


"Tentu saja, dan kau harus lebih giat lagi belajarnya" ujar mama Azam dan merekapun menyerahkan formulir dan kelengkapan berkas kepada pengurus disekolah itu


Selang beberapa hari, Azam mulai bersekolah di sekolah barunya itu, karena tubuhnya yang tinggi dan tampan, ia pun menjadi salah satu idola kaum hawa di sekolahnya


"Wah, ganteng juga ya cowok itu?"


"Tinggi, hidungnya mancung.."


"Aku mau deh, daftar jadi pacar nya.."

__ADS_1


Itulah bisik-bisik kaum hawa atas kehadiran Azam.


Sesampainya dikelas Azam hanya termenung dan malas membalas godaan kaum hawa dikelasnya. Hingga ada yang datang menghampiri tempat duduknya


"Sinta.." ucap seseorang yang menghampirinya dengan menyodorkan tangannya untuk menyapa Azam


"Azam." balasnya datar lalu beranjak pergi meninggal seseorang itu


Jam istirahat pun datang, banyak siswa berhambur keluar dari kelas masing-masing.


"Ah, lebih baik aku main basket saja deh, dari pada mengurus kaum hawa dikelas yang menyebalkan itu" batin Azam dengan berlalu dan menuju tempat bermain basket


"Hai kakak-kakak, namaku Azam." sapanya kepada kakak-kakak kelasnya itu


"Tentu saja, tapi jika kau menang dariku, jika kau kalah kau jangan harap bisa bermain basket lagi disini." balas kakak kelasnya yang merupakan ketua basket di grup itu dengan sombongnya, karena selama ini belum pernah ada adik kelas maupun teman seangkatan yang berhasil mengalahkannya


"Baiklah, siapa takur" ujar Azam dengan segera berlari mengarah kepada mereka


Kini merekapun bermain bersama, dan hasil kemenangan diraih oleh Azam. Dan tentu saja itu menjadi pusat perhatian banyak orang, khususnya kaum hawa


"Wah itu kan Azam, dia keren sekali ya"


"Ganteng, jago main basket, duh kesemsem deh"

__ADS_1


"Aku jadi semakin jatuh hati"


Bisik-bisik kaum hawa dengan rasa kagumnya kepada Azam


#Khairani Nur


Setelah kenaikan kelas dan libur semester pun usai, kini Nur dan semua murid pun kembali sekolah seperti biasanya. Namun, kini ada yang berbeda dari Nur. Dia tidak bisa lagi sekelas dengan Syafa dan Haikal karena atas prestasi dan kemampuan Nur, Nur pun loncat kelas, dimana teman-temannya sekarang kelas 8, kini ia masuk ke kelas 9.


Banyak guru dan siswa lain merasa takjup akan kemampuan Nur.


"Yah Nur, aku gak bisa lagi deh minta diajarin mengenai materi yang gak aku fahami" ucap syafa dengan tertunduk akan kesedihannya


"Tidak Syafa, aku akan membantumu jika aku mampu" balasnya yang membuat Syafa tercengang dan girang


"Sungguhkah? kau akan membantuku Nur?" ucap Syafa dengan rasa belum percayanya


"Tentu saja, karena kau adalah temanku" balas Nur dengan memeluk Syafa


Kini Nur sudah berada di kelas nya, rasa canggung menyelimuti hatinya. Ya, bagaimana tidak, sekarang dia harus bersama kakak kelas dalam 1 kelas. Namun ia tepis dengan harapan bangga dari banyak orang terutama orang tuanya.


"Baiklah anak-anak, kelas kita hari ini kedatangan seseorang yang istimewa, karena dia adalah kelas kalian, namun kemampuannya berdasarkan pengamantan banyak guru, dia mampu untuk berada di kelas kita ini" ujar Bu Yuna wali kelas 9 yang diakan dimasuki oleh Nur


"Kemari nak, perkenalkan namamu, mungkin ada sebagian kakak kelasmu ini yang sekarang menjadi teman sekelasmu yang belum mengenal namamu" lanjut Bu Yuna meminta Nur untuk memperkenalkan diri

__ADS_1


"Selamat pagi kakak-kakak semua, perkenalkan namaku Khairani Nur, biasa di panggil Nur" ucapnya memperkenalkan diri dan kini ia duduk di kursi kosong paling depan


__ADS_2