
Kini lukisan yang dibuat oleh Nur pun sudah berada ditangan seseorang yang telah lama ia kenal yang membantu menjual hasil karyanya sebelum-sebelumnya.
"Baiklah Nur, paman harus segera berangkat sekarang, karena pameran akan dilaksanakan nanti malam, jadi paman harus mempersiapkan dan mencek semuanya" ujar seseorang yang Nur percayai itu
Nur pun mengangguk, setelah seseorang itu berlalu, Nur pun kembali ke kamarnya dan bersiap untuk berangkat sekolah karena hari ini ia kan mengikuti ujian nasional.
Nur menyusuri jalan dengan pasti, dengan semangat dan kegigihannya, senyumnya mengembang dengan penuh yakin ia pasti bisa menyelesaikan ujiannya dengan baik.
"Nur, sebentar lagi kita akan lulus, apakah kamu masih akan bersamaku nanti?" tanya Nayla kepadanya
"He kak Nayla tenang saja, nanti kita akan bersama jika aku diizinkan melanutkan sekolahku disini oleh rang tuanku" balas Nur dengan senyum hasnya dan Nayla pun memeluknya
Muhammad Azam
__ADS_1
Menjelang sore Azam baru kembali kerumahnya, dan tak lama ia mendapatkan panggilan telephone dari orang tuanya
"Iya pa, tumben sekali menelphone Azam jam segini"
"Iya nak, papa minta tolong untuk kamu agar dapat mnghadiri acara pameran lukisan di salah satu galeri milik teman papa, acaranya nanti jam 7 malam" balas papa Azam disebarang telephone
"Baiklah pa" balasnya dengan malas dan segera menutup paggilan itu
"Huh... sebenarnya malas untuk menghadiri acara yang kurang bermanfaat itu" ujarnya dengan mengusap mukanya
Tepat pukul 7 malam ia pun sampai, dan disana acara pun akan dimulai, banyak orang yang sudah menghadiri acara itu, tentunya yang datang kebanyakan adalah orang kalangan atas
"Selamat malam tuan, silakan diisi daftar hadirnya" pinta salah satu orang yang disana, yang menjadi salah satu pengatur acara itu
Kini tiba dengan acara yang ditunggu oleh banyak orang, yaitu acara pelelangan lukisan dan pameran lukisan dari beberapa orang.
__ADS_1
Seketikan Azam merasa tertarik akan sebuah lukisan yang lumayan sedang namun juga tidak terlalu kecil, lukisan dengan nuansa hijau dengan banyaknya pehonan pada lukisan itu yang memuatnya asri dimatanamun dibalik banyaknya pohon, terdapat sebuah bunga yang seperti bersinar. Seketika membuat Azam tersungging dengan senyumannya
"Sungguh Indah" ujarnya dengan lantang dan ia pun merogok kantongnya untuk memberikan cek kepada pemilik galeri itu dengan tujuan Azam menginginkan lukisan itu
Tak hayal Azam memberikan cek dengan nominal yang cukup fantastis dan dengan beberapa perdebatan dan perebutan dengan beberapa orang yang menginginkan lukisan itu. Pada akhirnya pun lukisan itu jatuh pada Azam
Sesampainya dirumah ia langsung menunjukkan hasil lukisan yang ia dapat dan ia beli tadi kepada kdua orang tuanya.
"Kau mendapatkan yang terbaik nak, lukisan karya KN adalah yang terbaik menurut papa, dan kemarikan lah lukisan itu nak" ujar papa Azam setelah Azam menghapiri kedua orang tuanya dengan memperihatkan lukisan yang membuat ia terpesona
"Tidak bisa pa, ini milik Azam, dan akan Azam pajang dikamar" balas Azam dengan berlalu pergi minggalkan kedua orang tuanya
Tanpa lama Azam pun segara memasang lukisan itu untuk ia jadikan pajangan pada kamarnya.
"Sungguh indah, dan membuat ingin dan ingin seseorang yang melihatnya" ucapnya
__ADS_1
"tidak hanya indah tapi juga asri, tentu membawa ketenangan bagi pemiliknya" balas Mama nya dari arah pintu kamar Azam