Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
44. Perjodohan


__ADS_3

3 tahun tak terasa baik Nur, Azam maupun teman yang lainnya berada di negeri orang. Kini mereka telah menyelesaikan kuliahnya.


Andrea sudah menyatakan cintanya kepada Nur, namun selalu mendapatkan penolakan dari Nur, tetapi itu tidak membuatnya untuk mundur.


"Sekali lagi aku minta maaf kak, aku tidak bisa menerima kakak, Nur hanya menganggap kakak sebagai teman dan tidak lebih" ujar Nur, dan itulah kata-kata yang selalu ia lontarkan kepada Andrea yang berulang kali menyatakan cintanya.


Sebaliknya Azam belum mengungkapkan cintanya karena ia mengira Nur sudah menerima cinta dari Andrea, nampak Nur dan Andrea semakin hari semakin dekat.


"Ya Allah, ikhlaskan hati ini jika memang Nur bukan untukku" batin Azam memohon setiap kali melihat Nur bersama Andrea


Hal yang sama dilakukan oleh Santi, ia tak pernah menyerah akan cintanya pada Azam.


Namun jauh dilubuk hati yang paling dalam dari Nur, ia merasa nyaman dan menginginkan Azam lah yang menyatakan cinta untuknya.


Dilihatnya yang tak jauh Azam bersama Santi sedang bersama meski masih ada jarak oada keduanya.


"Tidakkah kau merasakan hal yang sama terhadapku kak?" batinnya dengan arah pandang tertuju pada Azam


"Apakah kau sudah bersamanya?" tanyanya lagi


Hari-hari mereka lewati, hingga membuat Nur dan Azam yang duluan dekat sekarang seolah menjadi jarak bagi mereka.

__ADS_1


Tak ada saling sapa, hanya kerinduaan pada lubuk hati mereka. Hingga Azam pun menghampiri Nur


"Assalamu'aikum Nur" sapa Azam


"Wa'alaikumsalam" balas Nur dengan menunduk dan terkejut karena Azam mau menyapanya


"Maaf aku hanya akan memberitahukan bahwa aku akan kembali ke negara kita" ujar Azam


"Orang tuaku akan menjodohkan ku dengan anak temannya" lanjutnya lagi


"Jika aku ada salah, tolong maafkan aku"


"Aku pamit Nur, Assalamu'aikum" lanjut Azam dan ia beranjak pergi


"Kak Azam.." panggilnya, Azam pun menoleh


"Selamat ya kak, semoga kakak bahagia" lanjutnya lagi dan meninggalkan Azam


Disuatu taman kampusnya Nur pun duduk dan menangis


"Ya Allah baru saja aku merasakan cinta, tapi sungguh lah menyakitkan" ujarnya dengan menitikkan air mata

__ADS_1


"Jika dia bukan jodohku, tolong hapusnya rasa ini untuknya" ujar Nur lagi


Disis lain Azam yang tadi mengikuti Nur, dan tak jauh Andrea yang melihatnya pun menyusul Nur ke taman.


"Maafkan aku Nur, aku seharusnya mengungkapkan isi hatiku kepadamu, saat ini aku terlambat" ujar Azam dengan menitikkan air matanya


"Ternyata kau mencintai Azam bukan aku Nur" ujar Andrea dan dengan langkah pelan ia menghampiri Nur yang sedang menangis


"Ini untukmu" ujar Andrea dengan memberikan sebuah sapu tangan dan duduk disamping Nur dengan jarak


"Hapuslah air matamu" lanjutnya lagi


"Terimakasih kak" balas Nur dengan menerima sapu tangan itu


"Jangan kau menangis lagi, bukan kah masih ada aku?" tanyanya


"Maafiin aku kak" balas Nur


"Aku tahu sebanyak apa pun aku mengungkapkan perasaanku, kau tidak akan menerimaku bukan?" ujar Andrea bertanya


"Aku mencintaimu Nur, bahkan sungguh dalam"

__ADS_1


"Aku ikhlas jika saat ini kau bersamanya, tapi tidakkah kau mendengar bahwa tadi dia akan dijodohkan?" timpal Andrea lagi


"Memang sakit saat kita mendapatkan penolakan Nur, aku faham dan tahu rasanya itu" ujar Andrea yang dengan nada lirih dan wajah mendongak ke atas menahan air mata


__ADS_2