Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
76. Kagum


__ADS_3

Keesokan harinya, Zalwa dan Dito akan menemui kliennya di perusahaan milik kliennya itu


Seperti biasa, Dito mengenakan pakaian yang rapih dengan jas hitam yang pas saat dipakainya, sedangkan Zalwa ia mengenakan gamis berwarna coklat muda dengan hijab panjanganya berwarna hitam, dan blazer panjang berwarna senada dengan jilbabnya,


"Wah kakak cantik sekali, cocok dipakai kakak" puji Fatih yang melihat kakaknya itu, karena itu adalah baju yang ia pilihkan dari butik milik Zalwa untuk Zalwa sendiri


"Kamu bisa aja dek, makasih ya bajunya'' balas Zalwa


"Oh iya dek, kakak sama kak Putra mau ke perusahaan milik klien kami, nanti sampaikan ke bapak sama ibu ya dek, setelah selesai nanti kakak akan mengunjungi butik kakak, kakak rindu sama mbak Dewi" ujar Zalwa lagi


"Iya kak, kakak hati-hati ya, dan semangat!" ujar Fatih menyemangati


"Iya kamu juga hati-hati, dan fokus kuliahnya, agar cepat selesai" balas Zalwa


"Ya sudah ayo berangkat dek" ajak Dito


"Kakak berangkat dulu ya tih, assalamu'alaikum" ucap Zalwa diikuti Dito


Sesampainya di kantor perusahaan milik kliennya itu, mereka pun langsung menuju ke dalam


"Selamat pagi nona tuan, ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu pegawai kepada Zalwa dan Dito


"Pagi mbak, kami ingin bertemu dengan tuan Andrea" balas Dito, Zalwa hanya tersenyum


"Apakah sebelumnya sudah ada janji?" tanya pegawai itu


"Sudah mbak" balas Dito singkat, pegawai itu pun terlihat menelphone seseorang


"Maaf kalau boleh tahu nama nona dan tuan siapa ya?" tanya pegawai itu lagi


"Saya Asisten Dito, dan ini nona kami nona Sanjaya" ujar Dito memperkenalkan


"Baik nona, tuan silakan saya antar, pak Andrea sudah menunggu di dalam" ujar pegawai itu mempersilakan


Mereka pun sampai di depan pintu ruangan kerja milik Andrea


"Tok..tok..." ketuk pegawai itu

__ADS_1


"Masuk" balas Andrea dari dalam


"Maan tuan, nona Sanjaya beserta asisitennya tuan Dito sudah sampai"


"Pintalah untuk masuk" jawab Andrea


"Selamat pagi tuan Andrea, maaf telah membuat menunggu" sapa Dito


"Tidak apa-apa tuan, silakan duduk tuan Dito, nona Sanja..." ujar Andrea, namun ucapannya terputus tat kala menatap ke arah Zalwa


"Nur.." panggilnya, Zalwa pun mendongakkan wajahnya menghadap ke arah Andrea


"Kak Andrea" balas Zalwa


"Kamu mengenalnya dek?" tanya Dito dengan berbisik dan dibalas Zalwa dengan anggukan


"Maaf silakan duduk" lanjut Andrea mempersilakan


"Maaf nona Sanjaya, apa boleh saya bertanya?" ujar Andrea dan diangguki oleh Zalwa


"Ya saya Nur kak Andrea" balas Zalwa dengan menunduk


"Akhirnya kita bertemu kembali Nur, senang bertemu dengan mu" ujar Andrea dengan wajah sumringahnya


"Ehem.. maaf tuan Andrea, bisa kah kita melanjutkan pembahasan kita kembali, karena nona kami masih ada keperluan lagi setelah ini" ujar Dito


"Ah iya maaf tuan Dito, jadi ini bla.. bla... bla...." ujar Andrea menjelaskan"


"Maaf tuan Andrea, jika boleh memberi saran, sebaiknya bla... bla... bla..." timpal Zalwa


"Ah iya saya setuju atas pendapatmu Nur eh maksudnya nona Sanjaya" ujar Andrea menyetujui


"Jadi kapan kita akan memulai pembangunanya tuan?" tanya Dito


"Kami akan mempersiapkan keperluannya terlebih dulu tuan, jika sudah siap akan kami hubungi" balas Andrea


"Tapi maaf tuan Andrea, saya mohon untuk disegerakan, agar pembangunannya juga cepat terselesaikan" timpal Zalwa

__ADS_1


"Ah iya baik nona, ternyata nona orangnya tidak sabaran ya" ujar Andrea bercanda, Zalwa pun hanya tersenyum singkat


"Reni, tolong kamu catat atas masukan nona Sanjaya beserta permintaannya tadi, kemudian kamu siapkan berkasnya sesuai yang diminta nona ini" ujar Andrea meminta kepada asistennya


"Reni, apa itu kak Reni" batin Zalwa


"Baik pak, akan saya siapkan" balas Reni asisten Andrea


"Nur, benarkan kamu Khairani Nur?" tanya Reni terkejut, Zalwa pun hanya mengangguk


"Ya ampun, akhirnya kita bertemu lagi Nur, aku rindu denganmu" ujar Reni memeluk Zalwa


"Ehem.." dehem Andrea


"Eh maaf nona Sanjaya, saya tidak.."


"Tidak apa-apa kak, duduklah kemari, juga ini sudah hampir jam makan siang, ayo ikut aku kak, kita makan siang bersama" ajak Zalwa


"Bolehkan kak Putra, tuan Andrea?" tanya Zalwa kepada kedua laki-laki itu


"Boleh dek, mari tuan Andrea" balas Dito dengan mengajak Andrea


"Ah iya mari" balas Andrea mengiyakan


"Beneran saya diajak tuan Andrea?" tanya Reni memastikan dan diangguki oleh Andrea


"Sudah ayo kak, sudah lama kita tidak bertemu, em berapa ya?" tanya Zalwa


"Lupa ya, kamu sih melompat kelas terus jadi lupa" balas Reni


"Hehe iya kak, tapi lihatlah aku jadi yang termuda di antara kalian" ujar Zalwa dengan tersenyum


"Iya iya kami akui kamu yang termuda Nur" balas Reni


Dito dan Andrea pun hanya mengekori 2 wanita di depannya itu


"Kamu luar biasa Nur, aku sungguh kagum kepadamu, dan perasaan ini belum bisa hilang, terlebih melihatmu lagi saat ini" batin Andrea dengan tersenyum

__ADS_1


__ADS_2