Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
78. Pertemuan Teman SMA tanpa disengaja (2)


__ADS_3

"Eh dek, udah selesai?" tanya Dito pada Zalwa


"Belum kak, bahkan belum mulai, baru bertemu saja" balas Zalwa


"Reni..!" panggil Rani dan Ani


"Rani, Ani kalian disini juga?" tanya Reni


"Iya kami tadi yang ingin berjumpa dengan Nur eh maksudnya Zalwa" balas Rani


"Kalian dengan siapa kesini?" tanya Reni lagi


"Noh dengan mereka berempat" ujar Ani menunjuk 4 laki-laki temannya


"Loh kalian beramai ternyata" balas Reni


"Hehe iya Ren, kami kesini nemenin Rani sama Dani yang mau merried" timpal Toni


"Oh" balas Reni hanya ber O ria


"Hai Raysa, Tania, kalian disini juga" sapa Toni


"Iya Ton" balas Tania singkat


"Sudah ayo pesan makanannya" ujar Zalwa


Mereka semua pun makan bersama, tak lama mereka pun telah selesai makan


"Gak nyangka ya, kita bisa bertemu secara kebetulan seperti ini" ujar Reni


"Iya, apa lagi sudah sibuk masing-masing, dan jarangnya kita bertemu dengan Nur eh Zalwa" balas Rani


"Oh iya ini undangan dari kami, 2 minggu lagi acaranya, semoga kalian berkenan datang ya" ujar Dani

__ADS_1


"Insyaallah ya kak Dani, kak Rani, jika ada kesempatan aku akan datang" balas Zalwa


"Iya tidak apa-apa Zal, kami tahu akan kesibukanmu" ujar Rani


"Sebagai gantinya untuk baju pengantin yang akan kalian kenakan, akan langsung aku desain sendiri, dan nanti akan ada asistenku mbak Dewi maupun asistennya yang akan mengantarkan kesana" ujar Zalwa dengan melirik Raysa dan Tania


"Ah baik nona muda, kami akan siap mengantarkannya" ujar Tania dengan terkekeh


"Hmm karena besok aku sudah kembali, jadi sebagai kenang-kenangannya, kalian boleh pilih baju yang kalian sukai dari butikku ini,kak Raysa dan kak Tania juga boleh mengambilnya, termasuk kak Reni dan kak Andrea" ujar Zalwa


"Ayo kita kesana, ambillah masing-masing 2 baju yang kalian sukai, tenang kali ini kalian tidak perlu membayar" ujar Zalwa seraya berdiri dan diikuti yang lain


"Termasuk kami Zal?" tanya Toni dan Dimas bersamaan


"Iya ayo kak, buruan nanti habis loh" ejek Zalwa


"Wah makasih ya, sering-sering aja deh Zal" celetuk Toni


"Ye, maumu Ton, Ton" balas Dimas


"Kak Raysa, kak Tania, nanti dibungkuskan ya sesuai yang mereka pilih, kalian juga jangan lupa mengambilnya juga, setelah baju yang di ambil mereka, nanti pajang yang terbaru ya kak" pinta Zalwa


"Baik nona muda" balas Raysa dan Tania serempak


"Tidak perlu seperti itu kak, aku juga teman kalian"


"Apa kamu tidak rugi nona Sanjaya?" tanya Andrea menggoda


"Oh tidak kok kak Andrea, hitung-hitung berbagi dengan yang lain, kalian juga adalah temanku sendiri" balas Zalwa dengan tersenyum


"Apakah kamu akan menganggapku teman terus Nur, seperti kamu menganggap mereka" batin Andrea


"Em dek ayo kita pulang, besok pagi kita harus kembali, karena ada klien yang memaksa ingin bertemu denganmu langsung lusa pagi" ujar Dito

__ADS_1


"Benarkah? Rasanya baru kemarin disini kak, besok sudah harus kembali saja" gerutu Zalwa


"Hish kau ini dek, itu kan sudah tugasmu" balas Dito dengan akan mengusap pucuk kepala Zalwa namun ditahan oleh Andrea


"Bukan Mukhrim" ujar Andrea, Dito hanya terkekeh


"Dia adikku, aku adalah putra dari kakak papinya Zalwa" jelas Dito


"Oh maaf tuan Dito" balas Andrean tak enak hati


"Tidak apa-apa, sudah ayo kami antar kalian dulu" ujar Dito menatap Andrean dan beralih ke Reni


"Kakak semuanya, aku pamit ya, besok aku sudah harus kembali ke negara J, dan sekali lagi selamat untuk kak Dani dan kak Rani, semoga acaranya lancar sampai hari H ya kak, senang berjumpa kalian lagi. Sampai jumpa. Assalamu'alaikum" pamit Zalwa


"Wa'alaikumsalam" balas mereka serempak


"Makasih atas traktirannya Zal..!" Teriak Toni dan diangguki oleh Zalwa


Zalwa, Dito, Andrea dan Reni pun meninggalkan butik itu menuju ke mobil


"Nur..!" panggil Ani


"Kenapa kak?" tanya Zalwa


"Dimana alamatmu sekarang Nur eh Zalwa, kakak waktu itu ke alamat lamamu tapi rumahmu sudah dijual" tanya Ani


"Ini alamat tinggal orang tuaku kak, mereka sudah pindah, tidak jauh dari butik ini, tinggal jalan beberapa meter kemudian ada gang dan masuk" jelas Zalwa dengan memberikn alamatnya


"Ok besok pagi kamu berangkat jam berapa? akan kakak antarkan kue kesukaanmu, kue dadar gulung kan?" tanya Ani memastikan, kalau-kalau Zalwa sudah tak menyukainya


"Kakak masih ingat saja, besok aku berangkat jam 8 kak"


"Baiklah jam 7 kakak akan kesana, kalian berhati-hatilah" ujar Ani dengan melambaikan tangannya

__ADS_1


"Terimakasih kak, da.." balas Zalwa membalas lambaian tangan Ani


"Terimakasih kembali" balas Ani lagi


__ADS_2