
Setelah dari bandara ia pun sampai dirumah kedua orang tuanya, namun siapa sangka sudah banyak orang yang menyambut kedatangannya.
"Assalamu'aikum" salamnya ketika memasuki rumah
"Wa'alaikumsalam" jawab serempak dari dalam rumah
"Bu itu siapa di dalam rumah, ramai sekali bu?" tanya Nur terheran
"Masuk saja lah nak, nanti kamu akan tahu" jawab ibunya
Baru sampai di depan pintu dan ia membukanya
"Kejutan..." ucap mereka serempak
Nur pun memandangi mereka dengan rasa terharu
"Abah, umah, tante dinda, kak Nayla, Luna, Ina, Tata, kak Rani, kak Ani, kak Reni" sapa Nur tak percaya karena mereka semua ada di hadapannya
"Selamat ya nak atas kelulusanmu" ucap Abah dan Umah
"Terimakasih Abah, Umah" balas Nur sembari menyalami mereka
"Selamat ya Nur, kau keponakan tante yang hebat" ujar tante Dinda seraya memeluk keponakannya itu
__ADS_1
"Terimakasih tante" balas Nur
"Nur, kau luar biasa, kami jadi iri hiks" ujar teman-teman Nur dan bergantian memeluk Nur
"Terimakasih teman-teman" balas Nur
"Bunda... huhuhu" panggil seseorang anak kecil berusia 5 tahun di hadapan tante Dinda
"Ini Putri kan tante?" tanya Nur
"Iya sayang, ini Putri" balas tante Dinda
"Uluh uluh adek kakak, sini sayang sama kakak, kakak punya banyak permen untukmu" ajak Nur
"Huaaaa bunda..." teriak Putri menangis dan seketika semua orang pun tertawa
"Nur jangan kamu ejek adik sepupumu seperti itu, kasihan dia" ujar ibu Laili
"Hehehe iya bu" balas Nur
"Ayo kak, mana oleh-oleh untuk adikmu yang ganteng ini?" tanya Fatih
"Itu di dalam koper, ambillah" ujar Nur sembari menunjukkan koper yang ia bawa tadi
__ADS_1
Setelah saling sapa untuk pertemuan pertama mereka pun makan malam bersama.
Abah, Umah dan teman-teman Nur pun memutuskan untuk menginap di rumah orang tua Nur karena hari sudah larut malam dan sebagian tinggal di kota A dengan jarak yang cukup jauh.
"Ibu, itu di dalam koper yang satunya ada oleh-oleh dari momy dan papi, mereka menitipkannya untuk bapak, ibu dan Fatih" ujar Nur dengan menyerahkan sebuah koper
"Mereka juga menitipkan salam, dan memberi tahu jika ada waktu luang mereka akan berkunjung kemari" ujar Nur lagi
"Sampaikan ucapan terimakasih kami kepada mereka ya sayang. Mereka juga sudah bersedia menampung bahkan merawat anak kesayangan ibu ini" ujar ibunya seraya memeluk erat anaknya
"Iya bu, bahkan mereka sangat menyayangi Nur seperti anak kandungnya sendiri, Nur juga menyayangi mereka seperti menyayangi bapak dan ibu"
"Ya sudah, kamu pasti capek kan sayang, kembalilah ke kamar, istirahat dulu" ujar ibunya, Nur pun menuruti ucapan ibunya
Sesampianya di kamar ia melihati kamarnya yang sudah lama tak ia tinggali saat berada di kediaman orang tuanya di kota D.
"Ah lelahnya" ucapnya dan dengan merebahkan badannya di kasur yang cukup empuk itu
"Apa kabar kak Azam ya? Apa dia sudah jadi bertunangan atau bahkan ia sudah menikah?" batinnya menerka-nerka
"Tidak, tidak boleh memikirkannya, aku harus mengikhlaskannya" batin Nur dan tanpa terasa air matanya pun menetes
"Pasti ia sudah bahagia" ujarnya dan segera ia hapus air matanya itu
__ADS_1