LENTERA

LENTERA
part 13


__ADS_3

Happy Reading


"Helsha" panggil Gibran setelah menemukan keberadaan gadis itu disekolah


Semenjak Helsha mengikuti OSIS Gibran menjadi lebih berani menemui Helsha dengan alasan urusan OSIS, padahal alasan yang sebenarnya bukan karena itu.


"Eh iya ka" ucap Helsha langsung menghentikan langkahnya


"Darimana?" Tanya Gibran


"Abis dari kelas Varka, nganterin bekel makan. Ada apa ya?"


"Kamu bikinin dia bekel?" Tanya Gibran penasaran


"Iya, lagian emang selalu bawain bekel buat Varka kok dari dulu juga"


"Ya ampun itu anak nyusahin orang lain aja, padahal mamah kita juga sering nyiapin bekel loh. Maaf ya ngerepotin kamu, bener-bener deh si varka" celoteh Gibran


"Maaf ya kak, tapi Varka sama sekali gak pernah ngerepotin aku kok. Aku malah seneng karena Varka selalu mau makan bekel dari aku, Oh iya mamah kakak emang selalu buatin bekel tapi itu cuma buat Kaka aja. Jadi aku harap kakak gak usah bilang yang aneh-aneh soal Varka" ucap Helsha sedikit kesal


"Ehh.. Varka bilang gitu? Sha kamu jangan terlalu percaya sama dia, dia itu..."


"Udah ya kak gak usah dilanjut, aku gak mau denger lagi apapun itu. Kalau gak ada hal penting lagi aku permisi mau ke kelas"


Helsha langsung berlalu pergi meninggalkan Gibran, Ia benar-benar tidak habis pikir dengan orang itu. Bagaimana bisa seorang kakak tidak tahu keadaan adiknya, dan Helsha menyadari bahwa Varka memang selalu sendirian selama ini.


"Gue gak suka ada satu hal yang Lo punya sedangkan gue gak punya" gumam Gibran menatap kepergian Helsha


"Selama ini semua orang selalu berfokus sama gue, dan sekarang gue juga bakal buat dia fokus sama gue."


____


Varka langsung bergegas keluar rumah setelah mematikan telpon dari Helsha, Gadis itu mengajaknya keluar hari ini katanya ada yang ingin Helsha ceritakan.


"Mau kemana?" Tanya Gibran


"Jalan sama Helsha" ucap Varka melewati Gibran Begitu saja


"Lo tuh jangan nyusahin orang tua Helsha, Malu-maluin tau. Gue sebagai kakak loh gak enak sama Helsha"


Varka menghentikan langkahnya saat mendengar perkataan Gibran, ia hanya menghela napas lalu berlalu pergi tanpa menjawab. Varka tidak ingin suasana hatinya memburuk dan membuat acara jalan-jalan nya bersama Helsha jadi berantakan.


"Varka..." Teriak Helsha melambaikan tangannya dari depan rumah.


Varka tersenyum saat tiba dihadapan Helsha yang kini menatap senang karena kehadiran Varka didepannya.


"Udah izin ke bunda?" Tanya Varka


"Udah dong"


"Di izinin?"


"Iya lah, kalau sama Varka pasti bunda izinin terus"


"Yaudah Nih..." Ucap Varka menyodorkan helm yang biasa dipakai Helsha

__ADS_1


"Biasanya juga dipakein" ucap Helsha cengegesan


Varka hanya tersenyum lalu memakaikan helm Tersebut dikepala Helsha dan mencubit gemas pipi Helsha.


Sepanjang perjalanan Helsha tak henti-hentinya tertawa karena kejahilan Varka dan perkataan lelaki itu yang membuatnya bahagia. Rasanya sudah lama sekali mereka tidak bersenang-senang seperti sekarang, Helsha juga sangat merindukan suara tawa Varka yang begitu khas ditelinganya.


"Ihh.. udah lama banget gak jalan-jalan sama Varka ya" ucap Helsha pada varka


Saat ini mereka berdua sedang duduk dibawah pohon depan sungai yang biasa mereka datangi setelah pulang sekolah jika tidak ada kesibukan.


Memang benar akhir-akhir ini mereka jarang sekali menghabiskan waktu bersama Karena kesibukan mereka disekolah yang sudah mulai padat. Apalagi Helsha sekarang ikut organisasi OSIS yang juga banyak menyita waktunya.


"Iya ya" ucap varka


"Huh.. Varkanya sibuk banget, bisanya cuma jemput sama nganterin aja" ledek Helsha


Varka hanya terkekeh mendengarnya, ya memang Varka akui selama ini ia jarang menuruti keinginan Helsha untuk menghabiskan waktu berdua, ada sesuatu yang harus ia lakukan dan tidak bisa ia abaikan jika terus ingin bersama Helsha selamanya.


"Eh katanya mau cerita sama aku, nyeritain apa? Sini Varka dengerin" ucap Varka mengalihkan pembicaraan


"Oh iya Lupa.. " Helsha terkekeh sambil menepuk jidatnya


"Tadi Helsha disuruh sama pak Agus kan, guru matematika yang galak itu loh Varka"


"Hmm iya, terus?"


"Helsha disuruh keruang guru... Terus tau gak sih.. masa tadi Helsha tiba-tiba ke pleset Varka, mana tadi ke pleset nya didepan kelas dua belas lagi. Semuanya ngetawain Helsha tau ihhh kesel pokoknya" Helsha menunjukkan wajah cemberut karena kesalnya akibat kejadian tadi di sekolah pada Varka, membuat lelaki itu tertawa


"Tuh kan kalau Varka liat Varka juga bakal ketawa! Ihh sumpah Helsha kesel bangettt!!!"


"Hahahaha lagian kamu ini Sha gak hati-hati, kenapa bisa sampe ke pleset sih?" Ucap Varka masih dengan tawanya


Varka semakin tertawa dibuatnya karena mendengar ucapan Helsha yang tidak masuk akal. Entahlah tapi menurut Varka ini sangatlah lucu, celotehan-celotehan Helsha memang selalu bisa membuat Varka tertawa


Saat Varka tertawa diam-diam Helsha memperhatikan wajah Varka, diam-diam Helsha tersenyum saat melihat lengkungan indah diwajah Varka dan mata lelaki itu yang sedikit menyipit karena tertawa


"Varka..." Panggil Helsha


"Aduh bentar Sha perut aku sakit banget" ucap Varka masih tertawa


Helsha hanya terkekeh mendengarnya


"Varka tau gak sih?" Lanjut Helsha


"Apa?"


"Senyum dan cara ketawa Varka tuh candu banget tau. Rasanya Helsha pengen terus ngeliat Varka senyum dan ketawa kayak gini" ucap Helsha, tangannya terulur untuk merapikan helaian rambut Varka.


Varka tersenyum lalu menatap teduh gadis dihadapannya.


"Helsha tau gak?"


"Enggak, kan belum dikasih tau"


Varka terkekeh lalu melanjutkan perkataannya

__ADS_1


"Itu semua, senyum sama tawa Varka. Semua itu karena Helsha selalu ada disamping Varka, Varka bahagia karena ada Helsha" ucap Varka


"Varka kenapa sih selalu bikin jantung Helsha deg-degan" Ucap Helsha sambil mengelus dadanya


"Lho kalo gak deg-degan mati dong" ucap Varka


Helsha tiba-tiba saja tertawa sambil meninju pekan lengan Varka


"Bukan itu maksud Helsha ih..."


"Apa dong?" Goda Varka


"Maksud Helsha itu___ ahh udahlah..." Ucap Helsha lalu kembali tertawa


Varka terkekeh pelan lalu mengacak pelan Surai lembut milik Helsha


"Bisa gak jangan lucu-lucu? Jadi gemesss aku liatnya.." ucap Varka


"Helsha kan emang lucu wleee..." Ucap Helsha sambil menjulurkan lidahnya kearah Varka


"Dasar..." Varka terkekeh mendengar kepercayaan diri Helsha.


Varka menatap sendu kedepan kemudian menghela napas, ada hal yang saat ini tidak bisa Varka katakan pada Helsha. Mungkin tidak akan pernah bisa Varka katakan.


Varka kemudian menoleh pada gadis disampingnya yang kini sedang sibuk dengan handphone nya. Ia memandangi wajah mungil Helsha, diam-diam Varka tersenyum melihat bagaimana cantiknya gadis ini.


Varka lagi-lagi beruntung karena ia mempunyai Helsha yang selalu berada disampingnya. Helsha seolah mampu menjadi penawar segala luka yang Varka rasakan, Helsha lagi-lagi selaku bisa membuat lengkungan indah yang terpatri diwajah Varka.


"Helsha..."


"Hmm.." ucap Helsha lalu menyimpan hpnya dan kembali fokus pada varka


"Makasih ya, Makasih karena udah mau jadi sahabat Varka selama ini"


Helsha tersenyum dan mengangguk


"Iya, Varka Helsha juga mau bilang makasih boleh?"


"Ke siapa?"


"Sama Varka, boleh ya?"


"Boleh Sha"


"Makasih ya, Makasih karena Varka udah bertahan selama ini, makasih juga udah selalu jadi Varka yang Helsha kenal, makasih karena udah selalu buat Helsha bahagia dengan semua hal yang Varka lakukan. Jangan nyerah ya Varka? Gapapa kok kalau dunia dan semesta jahat sama varka, karena sejahat apapun dunia dan semesta, Varka gak pernah sendirian...." Ucap Helsha tersenyum


"Inget ya Varka gak pernah sendirian, karena disini ada Helsha yang bakal selalu ada buat Varka. Jadi bertahan ya? Jangan nyerah"


Varka lagi-lagi tersenyum mendengar perkataan Helsha yang begitu tulus.


"Sha... Sekali lagi makasih ya"


"Iya Varka"


Varka terkekeh lalu bangkit dan menarik pelan tubuh Helsha.

__ADS_1


"Ayo... Kita main itu" ucap Varka menujuk beberapa orang yang sedang memainkan gelembung


Helsha mengangguk dengan semangat, Helsha akan selalu bahagia jika melihat Varka bahagia juga. Bagi Helsha Varka Adalah manusia termanis yang Tuhan ciptakan, ia beruntung bisa mengenal lelaki ini dalam hidupnya. Tidak ada yang lebih membahagiakan dari ini...


__ADS_2