LENTERA

LENTERA
prasangka buruk


__ADS_3

Setelah pertemuan yang tak di rencanakan itu, hingga membuat banyak tanda tanya di benak. Favorit masih sangat tertanam di kepalanya, bagaimana bahagianya perempuan itu dengan ucapan yang di lontarkan tanpa mengaggap kehadirannya. Satu hal yang muncul di kepalanya, mungkin pertemuan mereka bukanlah tanpa sengaja tapi memang sudah di rekayasa sebab cafe yang di tempati untuk makan adalah cafe favorit mereka. Dadanya bergemuru dengan nafas memburu. Apa karena kehadiran nya kembali sehingga membuat suaminya belok ke cafe tempat mereka makan siang dan memberikan penjelasan. 


"Astaghfirullah al'adzim" Dengan menekan  dadanya dan membaca istighfar berulangkali untuk menghilangkan prasangka buruk yang lagi-lagi menyulut emosinya.  Dengan berusaha menekan agar kristal di matanya tidak melebur menjadi aliran air dan terlihat cengeng di mata suaminya yang kini sedang membawa mobil karena supirnya sudah disuru pulang naik angkut karena katanya mereka hanya ingin berdua tanpa di ganggu oleh siapapun.


Selama perjalanan hanya ada keheningan, El yang tatapany tetap fokus kejalan dan Rindu yang kini menatap jendela.


Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, kini mobil yang dikendarai  El dan Rindu, sudah terparkir di halaman rumah. Tanpa aba-aba, rindu langsung membuka pintu mobil lalu meninggalkan suaminya yang bingung melihat tingkah istrinya. Dengan perasaan was-was, El menyusul rindu tapi sayang rindu sudah masuk ke dalam rumah.


********


Setelah sinta menghubungi El yang berada di sudut kota berbeda, kini Sinta kembali kemeja makan untuk menyelesaikan  ritual mengisi kampung tengah.


"Siapa yang datang mbak? lama bangat". Setelah menunggu beberapa menit Sinta di luar, kini Ratna menyuap makanan kedalam mulutnya.


"Biasalah mbak, orang salah alamat, eh ini baru dimulai makannya? Padahal saya sudah mengatakan untuk makan duluan". Melihat menu makan belum kurang sedikitpun, membuat Sinta merasa tidak enak karena terlalu lama berkecimpung dengan fikirannya.


"Tidak apa-apa mbak, lagipula makan rame-rame lebih enak serta berkahnya dapat". Nasehat Ratna dengan melirik anaknya yang fokus kepada makanannya.


"Emang tamunya Ng tahu persis alamat yang akan di tuju mbak". Tanya Ratna penasaran.

__ADS_1


"Ng tahu juga si mbak, tapi kemungkinan besar seperti itu. Tambah lagi nak Andre, mubasir kalau makanany Ng di habisi". Yang di balas senyuman oleh Andre.


"Wah gimana caranya mau habisin makanan begini banyaknya mbak". Melihat makanan yang begitu banyak, membuat Ratna geleng-geleng kepala. Perut mereka sangat kecil tidak mungkin menghabiskan makanan sebanyak ini.


"Bagi-bagi aja sama tentang ga sini". Celetuk andre memberikan saran.


"Ide yang Bagus".


Setelah beberapa menit mengisi kampung tengah, kini dua keluarga beralih ke depan televis untuk nonton bareng karena katanya kalau nonton rame-rame itu asyik soalnya sambil nonton sambil ngerumpi karakter masing-masing pemain. Tapi tidak untuk Andre karena Andre pamit kekamar yang sudah di siapkan setiap kali bermalam di kediaman Wijaya. Sebut saja kamar khusus atau pribadi untuknya.


Kisaran sejam mereka menyaksikan serial Indosiar dengan judul 'aku jadi ayah serta ibu untuk anakku setelah suamiku meinggal'. Banyak peran yang di mainkan hingga membuat dua wanita tersebut begitu menghayati, sampai-sampai air mata mereka mengalir begitu saja.


"Iya, aku ke ingat. Mas, Bagas". Timpal Ratna


"Aku juga rindu dengan mendiang ayah Erlangga, beliau sangat baik dan tentunya mencintai saya begitu besar".  Curhatnya menyeka sudut bibirnya setelah filem usai.


"Assalamualaikum". Ucapan salam dari luar mengalihkan atensi mereka berdua dan langsung di jawab secara serentak


"Waalaikumsalam".

__ADS_1


"Ibu, mama". Menyalin tangan mereka satu persatu. Andre mana bu". Tanyanya setelah melihat keberadaan adiknya yang entah dimana.


"Di kamar lagi istriaht". Jelas Ratna yang langsung di agguki oleh rindu.


"Yaudah, rindu ke kamar dulu ya. Capek mau istirahat". Jelasnya meninggalkan dua wanita di depannya 


Dan selang beberapa menit, El muncul dari pintu.


"Rindu mana". Tanyanya kepada ke dua perempuan di depannya, tak lupa menyalaminya.


"Waalaikumsalam". Sinta mengingatkan sang anak yang langsung menyelonong.


"Eh, assalamualaikum". Ucapnya kikuk


"Waalaikumsalam". Jawabnya serentak.


"Udah kekamar, katanya capek Bangat mau istirahat". jelas Ratna.


"Ya udah El juga kekamar ya". Pamitnya melangkah meninggalkan dua wanita Segenerasi yang akan masuk sesi ke dua, menyaksikan serial kesukaannya.

__ADS_1


Selang beberapa menit, El sampai di kamar dan alangkah terkejutnya dengan pemandangan yang ada di depannya. Matanya seperti mau keluar saat melihat pemandangan erotis di depannya.


__ADS_2