LENTERA

LENTERA
7 bulanan


__ADS_3

Dirumah yang sangat luas dan megah terlihat begitu ramai dengan beberapa dekorasi sederhana namun kelihatan mewah. Banyak tamu undangan yang datang dari kalangan pebisnis dan tentunya orang-orang terdekat dengan menggunakan identitas sesuai yang telah di siapkan sang tuan rumah.


Untuk menghindari adanya insiden yang tidak di inginkan yang kapan saja membuat ricuh hingga menghancurkan acara yang sudah di siapkan jauh-jauh hari.


Didepan gerbang sudah berdiri beberapa penjaga serta pemeriksaan setiap tamu-tamu yang akan melewati pintu utama, tak lupa pula di dalam rumah. Di setiap sudut sudah di tempatkan beberapa orang berjas hitam dengan alat monitor di setiap telinga untuk bisa memantau jika ada hal ganjal yang terjadi.


Berapa bulan yang lalu, sebelum El berangkat kembali ke kediamannya. Sam pemilik kehidupan dunia hitam sangat paham akan bahayanya hidup kalau buronan belum tertangkap. tidak menutup kemungkinan kalau Mereka tidak menyerang sewaktu-waktu. Jadi untuk melindungi keluarga El harus dengan keamanan ketat, seperti yang terlihat .


Sampai sekarang Hasan Baskoro belum juga bisa ditembus, dia terlalu licik untuk sekelas El dan Sam. namun bagi Sam, apa yang di lakukan Hasan Baskoro, menunjukan bagaimana pecundangnya. Bersembunyi di belakangn orang berkuasa serta menyerang Dangan membawa banyak  prajurit. Lucu sekali. namun untuk sementara El akan diam dengan tetap memberikan umpan uang manis.


Tapi untuk beberapa bulan terakhir ini, belum juga ada tanda-tanda bahkan sesuatu yang mnegancam namun sebagai orang pebisnis Sam selalu mengingatkan bahwa musuh tidak hanya satu jadi untuk itu harus ada kewaspadaan karena target selanjutnya bukan dia tapi. Bisa saja istri dan calon bayi mereka. sebagai sahabat, Sam sangat peduli akan keadaan El yang cukup menderita beberapa tahun belakangan ini.


Melihat situasi dan kondisi yang begitu aman, kini mereka mengadakan acara tuju bulan. Dan sekarang rumah ini di hiasi dengan kebahagiaan.


Seorang gadis cantik disampingnya terdapat lelakitl tampan. Memandangi sekeliling dengan senyuman bahagia dan tak lupa mengelus halus perutnya yang kian hari kian membesar dengan menggunakan tangan kanan sedangkan tangan kirinya menggandeng suami tercinta.


Di beberapa meja telah tersedia  aneka makanan yang di siapkan secara sakral untuk mengikuti adat acar yang akan di laksanakan.


Terdapat 7 rupa bubur anekah warna diatas meja, ketan 7 rupiah, tumpeng yang sudah di hiasi dengan cantik dan imut , beberapa makanan yang ditutupi dengan daun pisang serta beberapa jajanan pasar sebagai pelengkap. meskipun sekelas El makan seperti itu tidak di perlukan, tetapi dirinya akan tetap menghargai ritual yang ada asalkan tidak membahayakan kesehatan.


Sekarang El selakuh calon ayah dan Rindu selaku calon ibu, kini melakukan sungkeman kepada orangtua sebagai tanda meminta doa restu. Lalu dilanjutkan dengan siraman untuk menyucikan diri calon bayi dan ibu secara lahir dan batin. Setelah itu, dilanjutkan dengan ngrogoh cengkir, brojolan, belah cengkir, pantes-pantesan, angrem, potong tumpeng, pembagian takir pontang dan yang terakhir yaitu jualan dawet dan rujak.


Setelah semua sesi acara di laksanakan serta menjamu para tamu undangan, kini rindu di bolong El kekamar sebab kakinya terasa kebas karena kelamaan berdiri. Akhir-akhir ini rindu sering sekali merasakan kelelahan hingga membuat El tidak bisa jauh-jauh dari sang istri.


"Gimana sayang, udah enakan".


Setelah memberikan segelas air puti kepada rindu, kini El mengusap perut sibumil yang membuatnya terharu.

__ADS_1


"Sedikit by". Dengan senyuman merekah, rindu menggenggam tangan sang suami yang selalu memberikan kenyamanan si setiap usapannya. "by Ng keluar? Diluar kan Masi ada tamu".


Dengan membantu sang istri berbaring lalu ikut berbaring sembari memeluk sang istri.


"Ada mama. Lagipula acara pentingnya udah selesai". Dengan Masi setia mengelus perut buncit yang terdapat  mahluk kecil didalamnya.


Dari setiap usapan sang suami. Rindu sangat menikmatinya hingga tak terasa matanya kian memberat. Ternyata senyaman ini berada di samping orang yang memiliki hati kita.


Dengan mencoba merubah posisi miring, demi bisa berhadapan sang suami serta memeluknya dari depan. Selama hamil besar, Rindu sudah jarang merasakan memeluk sang suami sebab perutnya menjadi penghalang.


"Mau ngapain". 


Melihat pergerakan sang istri, El mengerutkan keningnya. 


"Mau menghadap ke hubby, tapi susah geraknya".


"Hati-hati sayang". 


El Yanga sudah bangun dari pembaringannya lalu membantu sang istri memperbaiki posisinya.


"Ternyata hamil itu susah ya by". 


Setelah menemukan posisi nyaman dengan berhadapan langsung dengan sang suami serta bisa menatap wajah El begitu dekat. Rindu berbagi perasaan melalu pertanyaan terkait perubahan bobot tubuhnya.


El yang mendengar itu, merasa bersalah. Andai bisa dirinya ingin berada di posisi itu atau setidaknya berbagi Agar istrinya tidak semenderita ini.


"Maafin hubby ya sayang". Dengan membelai wajah sang istri serta menetap manik mata indah. " Andai hubby bisa gantiin posisi kamu, hubby mau".

__ADS_1


"Ng papa by. Ini juga berkah dari Tuhan. Lagipula perempuan hamil seperti yang dikatakan  Rasulullah SAW  dua rakaat yang dilakukan ibu hamil  lebih baik jika dibandingkan dengan 80 rakaat yang dilakukan oleh perempuan yang tidak mengandung. Keistimewaan itu diberikan karena perempuan hamil sedang membawa janin di dalam kandungannya dan malaikat pun beristighfar untuk ibu hamil yang dimana istighfar itu akan menghapus 1000 kejahatan dan mencatat 1000 kebaikan dan juga terhitung berjihad di jalan Allah serta setara dengan memperoleh pahala haji dan juga kalau misalkan perempuan hamil tiba-tiba perutnya terasa sakit karena mau bersalin makan segalah dosa-dosanya yang ada di dunia akan di hapuskan". Jelasnya dengan mengelus perutnya diatas tangan sang suami. "andai bisa rindu pingin Gmail terus". lanjutnya cengengesan hingga membuat El gemmas sendiri lalu memberikan kecupan sayang di seluruh wajah Rindu


sedetik kemudian wajah El berubah datar mendengar penuturan istrinya seputar limpahan pahala yang akan di terima ibu hamil, membuatnya terharu. Bukan karena pahalanya namun karena ucapan demi ucapan sang istri yang begitu mulia dan menyejukkan.


"Masya Allah. Istrinya hubby luar biasa, pintarnya. Belajar dari mana sih sayang". Pujinya dengan mencubit pelan pipi sang istri yang semakin hari semakin mengembang seperti bakpao.


El berharap semogah kedepannya rindu tetap kuat dengan banyak rasa sakit yang akan di lewati. Meskipun terasa cemas namun El hanya bisa berdoa serta tetap berada di sampingnya untuk terus memberikan dukungan. Namun satu hal yang El kawatirkan dan fikirkan, melahirkan tidak semudah itu sebab, nyawa yang akan jadi taruhannya.


"Dari buku-buku yang biasa aku titip untuk di belikan ". Jelasnya yang membuat El menepuk jidat.


Beberapa bulan belakangan, rindu memang gencar-gencarnya membaca seputar keagaamn serta mengenai ibu hamil. Jadi bisa dipastikan bahwa kegiatan rindu selepas El berangkat kerja akan disibukan dengan belajar.


"Ah iya lupa". 


Dengan mendongak, "by". 


"Apa sayang?". Tanya El yang ikut menatap wajah sang istri.


"Nanti hubby mau anak laki-laki atau perempuan". Tanyanya dengan Masi setia menunggu jawaban sang suami dengan menatap matanya.


"Sedikasihnya aja sayang. Hubby ikhlas, asalkan kalian semua sehat". Dengan mengelus wajah sang istri lalu memberikan kecupan ringan.


"Tidur gih. Pasti capek bangat kan tadi". 


Perintah El yang tahu kegiatan mereka beberapa waktu yang lalu. Cukup melelahkan dengan mengikuti proses yang begitu panjang. 


"Iya by. Tapi hubby juga bobo ya, temani Rindu". Pintanya sebelum menutup mata dan langsung di angguki El.

__ADS_1


El berharap, semoga kedepannya, mere baik-baik saja terutama dengan istri dan calon anaknya yang sebentar lagi menyapa dunia.


__ADS_2