
dibawa pekatnya mala dengan berselimut sunyi, hanya rintihan hujan menjadi alunan merdu.
seorang wanita cantik yang tidak lagi sendiri. menikmati langit menumpahkan air berbaris-beris bagaikan di komandokan.
meskipun tatapannya mengarah kedepan, tetapi fikirannya jauh dari apa yang terlihat. meneawan hingga menebus kepada lukaku yang telah mengikrarkan sumpah pertanggung jawaban atas dirinya di hadapan Tuhan.
Rindu? sudah pasti!. semenjak kepergian sang suami dari hadapannya. dengan alasan ingin menyelesaikan pekerjaan, hingga jam 12 malam tidak juga mendapatkan kabar bahkan nomor asistennya dan Siska tidak bisa di hubungi.
kawatir? tentu.
itulah yang menjadi hunian hati dan fikirannya sekarang.
tak ada yang bisa di lakukan selain duduk di atas sajadah dan memohon pertolgan sang pencipta agar semua tetap berada dalam lindungan nya terkhusus ayah dari bayi yang telah dititipkan pada rahimnya.
"Rindu. belum tidur sayang". dengan lamunan yang begitu panjang dalam balutan doa'. sehingga orang yang dari tadi mengetuk pintu tidak mampu membuyarkan lamunannya.
__ADS_1
usah sholat hajat. akhirnya rindu setia melamun dibalik Kaca yang beralaskan sajadah dan berbalutkan mukenah kebanggaannya.
"sayang". panggil sang mertua sekali lagi untuk menembus imajinasi wanita yang ada di hadapannya dan tidak luput untuk menyetu kepalanya guna menyadarkan sang menantu yang masi setia dalam lamunan panjangnya.
"eh, mama. maaf Rindu tidak sadar kehadiran mama". sesal Rindu yang asik dengan lamunannya serta senyuman yang di paksakan. apa sesak ini setelah jatuh cinta?.
meskipun begitu, sang mertua sangat paham, apa yang sedang dirasakan anak menantunya tetapi dia juga tidak bisa melakukan apa-apa sebab hingga hari ini belum ada kabar dari sang anak.
"kenapa belum tidur?. ini sudah jam 12 malam, ibu hamil tidak baik begadang karena itu bisa membuat keadaan janinya terganggu". nasehat sang mertua yang coba memberikan pengertian kepada sang anak menantu.
"Rindu susa tidur ma, Ng tau kenapa". sebelum sholat tadi Rindu sudah mencari posisi nyaman untuk tenggelam kedalan mimpi, namun karena pada dasarnya fikirannya yang tidak bisa di ajak kompromi makanya rindu berinisiatif untuk sholat guna mencari kenyamanan dan ketenangan dalam setiap bait doa'.
"bole ma, rindu juga mau di peluk". dengan semangat akhirnya rindu memperbaiki posisi tidur nya karena sang mertua akan menjadi sandaranya malam ini.
meskipun pelukan suami dan mertua akan berbeda, Rindu akan tetap mencoba memejamkan mata setidaknya malam ini ada yang memeluknya dan mengurangi rasa gunda di hatinya.
__ADS_1
"ma, bole rindu bertanya?". dengan fikiran yang begitu berkecamuk akhirnya rindu menyuarakan isi hatinya.
"kok mas Erlangga belum ngasi kabar sama Rindu ya. Ng biasanya mas Erlangga kayak gini". mama El yang mendapatkan pertanyaan seperti itu. bingung harus jawab apa sebab apa yang dikatakan Rindu memang benar adanya.
"mungkin kecapean makanya El belum ada kabar sayang. nanti kalau misalkan udah ada kabar dari El, mama bangun Rindu. jadi sekarang Rindu tidur". hanya itu yang bisa mertuanya katakan
pasalnya apa yang dikawatirkan Rindu sama dengan yang dikawatirkan mamanya El. ibu mana yang tidak kawatir jika anak satu-satunya dan bahkan peninggalan satu-satunya orang yang dicintai, kini harus menghadapi bahaya.
meskipun seperti itu, mamanya El harus bisa menyembunyikan kekawatiran agar tak nampak dan membuat menantunya ikut kawatir hingga berimbas kepada calon cucunya yang kini berada dalam rahim istri sang anak.
satu hal yang mamanya El syukuri. menantunya adalah perempuan yang begitu sayang kepada keluarga termasuk anaknya.
meskipun status sosialnya yang berbeda. tetapi, itu bukan landasan baginya untuk menghalau kebahagiaan sang anak.
dengan Masi asik mengusap kepala sang menantu yang setia tertidur di dalam pelukannya, tiba-tiba benda pipi yang ada di atas menja berbunyi dan itu adalah pesan dari sang putra.
__ADS_1
kekawatiran yang tadi menghalau akhirnya terbayarkan juga. melihat betapa damainya sang menantu, senyumpun mereka dibibir sang mertua. namun belum beberapa detik senyuman itu langsung sirna setelah melihat isi pesan dari pengirim.
jika tidak mengingat bahwa yang ada di sampingnya adalah menantu yang sekarang berbadan dua, mungkin saja mamanya El akan berteriak histeris. kabar yang di dengar cukup membuatnya shok