
seorang perempuan dengan balutan kain tipis sedang berselonjoran diatas sopa, menikmati cemilan kesukaannya yang tadi dibawakan oleh mas suami. seking asiknya menikmati, sampai-sampai orang yang ada disampingnya hanya merenggut sebal.
mengingat bumil suka ngambek-ngambekan kalau hal kesukaannya dilarang jadi mau tidak mau harus pasrah dengan waja bodohnya.
menurut El, menghadapi mood wanita hamil tidak semudah melawan saingan bisnisnya.
"by mau?". tanya Rindu sembari menyodorkan makanan di depan mulut sang suami. "aaaa, enak kan?". tanyanya setelah selesai memberikan satu suap makanan kemulut El.
yang tadinya merasa di cuekin akhirnya memasang wajah sumringan karena mendapatkan pelayanan spesial dari si ibu ratu.
"enak bangat sayang, apa lagi kalau langsung dari tangan kamu". jawabnya dengan manja dan beralibih agar tetap di suap. namun bagi Rindu itu adalah kerjaan yang mulia dan tentunya mudah toh dia selalu di suap di saat mood makannya tidak ada dan berselera jika tidak langsung dari tangan si calon ayah.
"by lagi, aaaa". suapnya lagi setelah mendapatkan jawaban manis dari sang suami tercinta.
melihat betapa telatennya sang istri memberikan suapan, El yakin Rindu akan menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya kelak. terlihat bagaimana sang istri melayani dirinya. tidak hanya dirancang tetapi juga keperluan sehari-hari nya bahkan menyuapinya. ah El begitu jatuh se jatuh-jatuhnya kepada sang istri.
"sayangnya hubby uuu manisnya". gemas El dingin menekan pipi sang istri dan memberikan lumutan kecil.
"by Ng bisa nafas". jawabnya ngosy-ngosan dengan bibir mengerucut akibat sebal dengan ulah sang suami.
"abisnya gemmes bangat sih sama istrinya aku yang Masya Allah cantik banggeeet. apa lagi kalau di atas ranjang". ucapan El yang terakhir sukses mendapatkan cupitan manja dari sang istri.
"sakit sayang". adunya manja padahal tidak tidak berasa
"makanya mulutnya jangan lemmes, kan aku malu". protesnya dengan wajah memerah akibat ulah sang suami.
"sama suami kok malu sih sayang?". tanya El dengan kedipan mata yang semakin membuat rindu memerah.
__ADS_1
"hubby, iiih". protesnya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
karena gemas dengan wanita berbadan dua, yang setiap harinya makin seksi. rasanya El ingin langsung mengangkat wanitanya keatas ranjang. tapi mengingat sibumil butu asupan, jadi El mengurungkan niatnya.
namun kemesraan mereka tidak berlangsung lama karena El harus menjawab telpon yang sedari tadi berdering.
"halo tuan". sapa penelpon di sebrang sana
"bagaimana". jawabnya singkat sambil melirik sang istri yang begitu lahat dengan makanannya hingga bibirnya belepotan. jika tidak mengingat pembicaraan nya sangat penting. El tidak akan rela momen kebersamaan sang istri di ganggu.
"semua sudah beres, bukti yang anda cari sudah terkumpul dan sudah saya kirim melalui email tuan". terangnya
"baiklah, kita akan ketemu besok". jawabnya sebelum menutup telpon.
Tut Tut
hela nafas panjang dari El yang atensi Rindu beralih menatap sang suami.
"ada Maslaah". tanya rindu penasaran.
"bukan apa-apa sayang". lanjut makan ya. hubby hanya sedikit lelah akhir-akhir ini, Rindu tau sendirikan kalau pekerjaan hubby bertambah dengan pembukaan dua cabang". jawabnya bohong. karena sebenarnya El tidak pernah menjadikan pekerjaan sebagai beban.
ada rahasia yang El belum bisa sampaikan kepada sang istri, seputar pertemuan mereka yang memang sudah dari awal direncanakan oleh almarhum wijaya. itu semua bukan semata-mata karena keegoisan untuk memiliki gadis manis yang ada di depannya sedang asik mengunya makanan. tapi demi keselamatannya. meskipun awal-awalnya El akan ragu untuk membuat keputusan tetapi semakin menjadi penguntit untuk Rindu, membuat dirinya mencintai wanita kecil yang orang tuannya terlibat atas kasus kematian sang kakek.
orang biasa yang seharusnya menikmati hidupnya malah menjadi korban pembunuhan berencana.
yang El takutkan adalah, kekawatiran tentang keselamatan keluarganya karena ternyata sepupu dari kakeknya tersebut tidak hanya ambisius tentang harta tetapi ternyata memiliki karakter piysco yang kapan saja bisa merenggut nyawa orang-orang terkasihnya.
__ADS_1
RIndu yang ingin kembali menyuapkan makanan kemulut sang suami harus berhenti karena keterdiaman El yang sedikit mengganggu fikirannya."by haloooo". dengan mengibas tangan di depan wajah sang suami yang sedari tadi melamun, guna membuyarkan lamunannya.
"kenapa istriku, Humaira ku". jawab El untuk mengalihkan atensi kekawatirannya.
"ada apa sih?". tanyanya khawatir dengan kelakuan sang suami.
"bukan apa-apa, hanya sedikit lelah". jawabnya dengan senyuman.
tok tok
percakapan mereka harus terputus karena ada yang mengetuk pintu
cekleat.
"eh, maaf ya kalau mama ganggu". ucap mama El tidak enak hati yang di balas senyuman dan gelengan kepala oleh rindu.
"tidak apa-apa ma. masuk". pinta Rindu
"Ng sayang, suaminya boleh mama pinjam". pinta sang mertua yang sebenarnya memiliki urusan penting kepada sang anak.
"iya ma, silahkan". jawab rindu dengan senyuman tulus. namun berbeda dengan El yang masi ingin bermesraan dengan sang istri.
"ada apa ma?". tanya El bingung, pasalnya mamanya tidak biasanya begini. bertamu malam-malam dan mengganggu istirahat orang jikalah tidak ada hak yang begitu mendesak. dan El yakin pasti ada sesuatu.
"ini terkait dengan paman mama. kake kamu". jelas sang mama yang membuat El membeku.
mamanya suda tau?
__ADS_1