
disebu ruangan bernuansa putih, dengan dihiasi buku-buku berjejeran, 1 meja, 1 kursi serta terdapat sopa didepannya. sebagai tempat duduk jika ada tamu dan sopa tersebut telah di tempati satu wanita yang kini umurnya tidak mudah lagi.
dan disinilah El dengan sang mama, yang entah kenapa sedari tadi ruangan yang begitu sunyi kini semakin mencekam bak rumah tak berpenghuni hanya di temani dengan kesunyian.
sedangkan seorang wanita yang kini usianya tidak mudah lagi, sedang duduk di hadapan sang anak. menunggu penjelasan yang beberapa tahun telah menjadi sebuah misteri. memisahkan dirinya dengan beberapa keluarganya, orang yang begitu berarti dalam hidup. menemani dalam suka maupun duka. orang terkasi. rasanya sulit di percaya namun berita yang di dapatkan serta bukti. tidak mengenakan akan adanya insiden semacam itu.
berharap kisah yang akan didengarkan hanya sebuah dongeng yang tidak pernah terjadi di masa lalu. tetapi harapannya telah menghancurkan kepercayaan akan sebuah kekeluargaan yang memiliki banyak kebohongan. kematiaan yang di rencanakan dan kepura-puraan. luar biasa kebohongan besar.
tetapi yang membuatnya terpukul adalah, pamannya yang telah menjadi almarhum. namun bukan hanya itu yang membuatnya terpukul. melainkan kebohongan yang di ciptakan hingga merenggut banyak nyawa bahkan menjadi bencana kematian beberapa orang terkasihnya.
"Erlangga Wijaya. mama harap, apa yang akan mama dengarkan adalah sebuah kebohongan". pintanya dengan mata berkaca-kaca. sesak itulah yang di rasakan. nyonya besar Wijaya selaku istri dari ayah El.
El sendiri tidak kuasa melihat betapa terpukulnya wanita yang sangat mulia di hadapannya.
__ADS_1
wanita pertama yang dicintainya setelah sang istri. melihatnya bersedih seperti itu bukanlah keinginan El. namun apa dayanya, semua yang terjadi bukan kuasanya melainkan takdir yang harus dijalaninya dan di terima.
mendengar kabar bahwa kecelakaan yang dialami sang kakek adalah ulah dari saudaranya sendiri dan sang paman, sungguh dunia El jungkir balik. tidak ingin percaya tetapi bukti mengara pada mereka.
"maafkan El ma". dengan rasa sakit yang sama dan mata memerah, El hanya mampu membuat kata itu dan langsung di mengerti oleh sang mama.
karena baginya sang anak adalah satu-satunya harta peninggalan keluarganya serta malaikat dalam hidupnya. setelah bertahun-tahun bertarung dengan rasa sakit dan air mata serta kekecewaan atas kepergian orang-orang yang sangat berarti dalam hidupnya. hanya El satu-satunya obat dari setiap luka yang di alami. meskipun kerap kali meninggalkan anak akibat rasa frustasi yang berujung depresi beberap tahun. hingga El harus dititipkan pada pengasuh.
orang yang menjadi sandaran mereka setelah kepergian orang tuanya. ternyata tidak lebih dari seonggok sampah yang suka terhadap tempat yang kotor.
"kenapa El meminta mama dan mertua El serta ipar El untuk sementara waktu agar mengamankan diri dan rencana El akan mengirim kalian serta Rindu kesuatu tempat. mungkin ini kedengaran klise namun itulah kenyataanya. paman dan kakek bukanlah orang baik". jawabnya dengan rasa kecewa dan benci bersamaan". jadi untuk itu El ingin mengamankan kalian karena El tidak ingin kehilangan yang kesekian kalinya, kalian orang berharga dalam hidup El". sambungnya lagi dengan kesedihan yang begitu mendalam.
"mama akan ikut apa yang kamu rencanakan, tapi mama mohon berhati-hati lah dan bersumpah demi istri, anakmu serta mama. kamu akan baik-baik saja". pinta mama El dengan air mata yang sudah mengalir deras. sungguh ntakut itu berkali lipat. tetapi menahan anakny bukan solusi yang baik.
__ADS_1
"El akan berusaha ma tapi El mohon rahasiakan ini dari Rindu, El tidak ingin Rindu cemas akan apa yang akan El hadapi". pinta el. karena bagaimanapun kehamilan rindu Masi mudah dan sangat rentan akan keguguran jika wanita mudah itu banyak fikiran dan El tidak ingin hal itu terjadi.
"mama akan usahakan El". jawab mama El dengan sedikit khawatir.
"besok El akan mengantar kalian dengan menggunakan helikopter. El tidak ingin menggunakan pesawat karena dari mata-mata El banyak yang mengintai titik dimana tempat yang akan El datang jadi untuk itu El menggunakan helikopter untuk memudahkan mengelabui musuh". jawab El yang sebenarnya kawatir akan perpisahan istri dan keluarganya.
"tapi El mohon mama. apapun yang terjadi, El mohon lindungilah istri dan anakku kelak". pinta El yang sukses membuat mamanya kembali meluncurkan air mata begitu deras. jangan lagi. sudah cukup rasa sakit itu.
deg
tanpa sepengetahuan El dan mamanya, Sedari tadi ada orang yang menguping pembicaraan mereka dan itu sukses membuat tubuhnya lemas seperti jeli.
air matanya tidak kala deras dengan air mata sang mertua.
__ADS_1