
didalam sebuah kuda besi, samar-samar terdengar umpatan untuk dirinya sendiri. atas kelalaian yang tidak di sengaja, membuat hati dan fikirannya tidak tenang. benda ajaib yang ada di tangannya tak jua membuat sekat yang begitu jauh bisa di tembus. sudah puluhan kali, tapi hasilnya tetap sama. nomor wanita tercinta, tidak juga bisa di hubungi. nafas sedari tadi memburu dan rahangnya mengeras. wanita masalalu nya cukup membuat hidupnya hancur. setelah meninggalkan begitu banyak kesedihan dalam hidupnya, kini dia muncul lagi tanpa beban dalam hidupnya. dan El, tidak ingin keluarga yang susa paya di bangun atas dasar keegoisannya karena tidak ingin membiarkan wanita di cintai kembali menghilang. mungkin dengan cara mengikat dalam pernikahan adalah jalan yang tepat. dan apa yang di lakukan El, tidak sia-sia.
wanita mudah, yang umurnya terpaut jauh, akhirnya jadi ratu dalam hati dan hidupnya dalam sekali jentikan jari dan itu tidaklah mudah. sebab, dirinya harus menjadi orang jahat untuk istrinya. tapi bagi El, itu tidak masalah, karena sudah terbukti rindu bisa menyerahkan seluru hidupnya kepada El dan bahkan dirinya di muliakan oleh rindu. siapa yang tidak bahagia jika rencananya di sambut baik oleh Takdir. setelah jatuh dalam kubangan luka yang cukup dalam karena di tinggal saat cinta telah bermekaran, membuat hidupnya terpuruk bagaikan mayat hidup. hingga takdir membawa dirinya jadi salah satu lelaki paling beruntung di dunia. ternyata memang benar adanya, bahwa di balik segalah musibah, pasti ada kejutan terinda dari Tuhan dan buktinya dengan kehadiran bidadari tak bersayap, sipemilik hati yang begitu lemah lembut.
fikirannya yang begitu cerdas, kini membeku. entah kenapa, isi kepalanya tidak bisa berfungsi dengan baik, jika itu menyangkut tentang Rindu.
kata pepatah, ketika hati tidak baik-baik saja, maka otaklah yang akan berperan untuk menjadi penasehat. namun, kali ini, pepatah itu tidak berfungsi. atau dirinya yang kini menjadi bodoh karena sudah melakukan kesalahan.
"Masi jauh tidak?".
dengan tidak sabaran, El, bertany tentang jarak tempuh yang akan mereka lalui.
__ADS_1
"sebentar lagi tuan". jawabnya takut-takut. karena baru pertama kali El, kembali jadi singa setelah lama dihinakan oleh nyonya Erlangga Wijaya.
"perasaan dari tadi sebentar-sebentar Mulu". protesnya tidak terima dengan jawaban yang di terima.
"maaf tuan, tadi macet makanya waktu terasa lambat". jelasnya yang tidak ingin disalahkan. El yang mendengar itu, hanya bisa mendengus dan merasa lega karena, apa yang di tuju telah berada di depan mata.
setelah beberapa menit, akhirnya El berlari ke arah pintu lalu memeriksa sap setiap wanita dan tepat di sebelah jarum jam menuju angka 3, wanita mengenakan mukenah, duduk dengan di hadapannya terdapat Al-Qur'an, taklupa mulutnya bergerak seiring gerakan matanya. dan El tahu, istrinya sedang apa. hatinya menghangat setelah melihat bahwa isteri nya baik-baik saja.
setelah beberapa menit, akhirnya El selesai dan buru-buru berlari keluar karena sudah tidak melihat keberadaan istrinya. orang-orang yang disuruh memantau, tidak memberi tahu kepada nya. rasanya El ingin meninju satu persatu bawahannya yang tidak becus, mengembang amanah. jika sampai rindu kembali menghilang dari pandangan nya, El tidak segan-segan menghabis mereka satu persatu.
tepat di depan mesjid, El, mengedarkan pandangannya untuk mencari wanita yang memporak-porandakan hatinya beberapa jam yang lalu. dan di saat matanya menatap ke arah pintu, wanita tersebut, sedang memejamkan mata. sepertinya rindu sedageng menhirup udarah.
__ADS_1
dengan langkah cepat. akhirnya El, tiba di samping sang istri.
"sayang".
orang yang di panggil, kini memutar arah pandangnya dan langsung bersitatap dengan orang yang menyapanya. dengan wajah terkejut, lalu kembali sendu. andai tidak mengingat saran dari supir yang tadi membawanya, mungkin rindu akan menghindar bahkan menghilang sekalian. tapi mengingat dia masih sah menjadi seorang istri dan bahkan suaminya tidak pernah berkhianat, membuat rindu harus menahan gejolak egohnya.
"mas, tau dari mana Rindu disini". panggilan sayang yang biasa di dengar El, kini menghilang begitu saja. sekecewa itu kah rindu kepadanya. mengingat apa yang terjadi beberapa jam yang lalu dan mungkin itu hal yang wajar. mungkin, itu memang salahnya dan pantas untuk dia terima. asalkan rindu tidak pergi darinya.
"hubby tau dari Arka". jelasnya dengan memberikan kode panggilan yang di sematkan istrinya. sedangkan Rindu hanya manggut-manggut mendengar nya.
"pulang yuk". orang yang di ajak gaya bisa mendesa lalu mengiyakan sebab dia tidak bisa egois.
__ADS_1
"iya". mendengar istrinya yang masih menuruti permintaannya, membuat El merasa legah. semarah apapun istrinya, rindu tetap memuliakan dirinya. Masya Allah. istrinya wanita yang mulia. El, sangat bersyukur atas respon baik yang di berikan rindu.