
suasana malam yang begitu mencekam. dibalik hangatnya selimut, terdapat dua insan yang saling diam menatap Langitan-langit kamar yang bernuansa Putih.
seorang wanita yang berusaha menenangkan hati dan fikirannya yang tidak baik-baik saja. berita tentang keluarga yang tega menghancurkan keluarganya, sunggu sangat membuat jiwanya terguncang. apa ada orang seperti itu? fikirnya. namun memang nyatanya ada.
berharap setelah pernikahan yang di awali dengan paksaan dapat berakhir dengan kebahagiaan.
namun, kebahagiaan yang baru-baru di teguk kini lagi-lagi diguncang akan ke egoisin seseorang yang hanya mementingkan nafsunya. tanpa memikirkan penderitaan orang lain. sebesar apa dampak Yang akan di hasilkan. ingin marah? tapai pada siapa?. sungguh dirinya frustasi.
sedangkan seorang laki-laki yang tepat disampingnya, mencoba memberikan kenyamanan dan kedamaian. kegelisahan istri tercinta cukup membuatnya khawatir.
belum pernah dirinya mendapati sang istri segelisa ini dalam tidur. tapi malam ini, istri nya seperti menanggung beban yang berat.
"sayang bobo ya". perintah El kepada wanita terkasihnya yang masi setia dengan lamunannya.
"kasian dedenya kalau bundanya tidak tidur". sambungnya lagi yang mencoba memberikan sedikit pengertian kepada sang istri.
__ADS_1
"by. kalau misalkan kita jauh, kira-kira hubby tidak akan Rindu gitu. sama dede dan bundanya". perasaan yang sedari tadi di tahan akhirnya di utarakan juga, guna memancing percakapan. sekiranya sang suami sedikit jujur dan peka akan kegelisahan sang istri.
El yang mendapat pertanyaan tiba-tiba hanya bisa menarik nafas dalam-dalam. seperti dugaannya, istrinya ini sedang menyembunyikan sesuatu. "ayahnya Dede, jangankan hari, menit saja sangat membuat aku frustasi, tapi bagaimana lagi. ibu mau liburan sama Mama dan mereka mau ngajak istri cantiknya aku". jelas El panjang lebara untuk mencoba memberi pengertian kepada sang istri tercinta. meskipun pada awalnya hanya ke bohongan. tetapi itu lebih baik.
"tapi aku tidak mau pisah barang sedikit saja". jelasnya dengan mata berkaca-kaca dan itu sukses membuat El lagi-lagi hatinya di remas.
"sayangnya aku. hubbynya kamu ini tidak bisa kemana-mana ham apa lagi waktu yang lama. kamu kan tau kalau suami mu ini sangat sibuk akhir-akhir ini jadi pekerjaan tidak bisa di tinggal terlalu lama. lagi pula aku akan mengantar kalian sampai lokasi, setelah itu hubby akan balik". jawab El yang lagi-lagi coba memberikan pengertian kepada sang istri.
"tapi aku tidak mau jauh-jauh hubby, maunya di peluk terus kalau bobo. aku Ng bisa ngebayangin gimana rasanya di tinggal meskipun itu sehari". terang rindu dengan sudah merubah posisinya dengan cara memeluk el dari depan. membayangkan tidur tanpa suami.
sanggupkah dirinya?
sebenarnya rasa tidak rela Rindu lebih besar yang dirasakannya El tapi tidak ada pilihan lain untuk bisa mengamankan seluruh keluarganya. selain membawanya kabur dengan pengawalan ketat.
"aku janji begitu semuanya selesai maka hubby langsung menjempu". terang El meyakinkan istrinya. meskipun.dia sendiri tidak tau akan keselamatan dirinya tapi demi sang buah hati dan istri tercinta maka erlangga akan melakukan apapun
__ADS_1
"tapi mau peluuuk sampai besok Ng bole lepas-lepas". pinta rindu dengan waja memelas.
"apapun untukmu sayangku, istriku, ibu dari anak-anakku dan ratuku. tidurlah karena besok kita harus berangkat". dengan sedikit gusar dan ketidak ikhlasan El harus mengantar istrinya sampai semua penjahat diringkus
...****************...
sedangkan di tempat berbeda, dua manusia saat ini saling memeluk setelah pergulatan panas yang mereka lakukan.
"sayang bagaiman dengan rencana kita?". tanya sang wanita yang masi ngos-ngosan menatap laki-laki setengah abat di hadapannya.
"sebentar lagi sayang, semua akan jatuh ke tangan kita dan kamu akan menikmatinya". jawabnya dengan menyeringai.
"aku tidak sabar menyingkirkan kerikil yang menghalangi jalan kita". ucapnya sembari menggoyangkan pinggulnya.
"jangan memancingku sayang". balasnya yang langsung membalik wanita di hadapannya.
__ADS_1
"ah berhenti, ini terlalu dalam". ucapnya yang di berikan hentakan kuat dari sang lelaki.
"kita akan berpesta malam ini, untuk merayakan kemenangan esok hari".