LENTERA

LENTERA
Berjuang lagi


__ADS_3

boleh curhat Ng? boleh dooong.


aku tu orangnya baperan disentil dikit udah mewek apa lagi kalau di Banting😭😭😭 tapi siapa juga yang mau Banting 🙄🙄 ih ada-ada saja.


tapi seriusan aku orangnya Ng bisa di kasarin, Ng bisa di cuekin dan Ng bisa di duakan, iih kok bahas duakan sih kek punya kehidupan yang di spesialkan seseorang😜 dasar jomblo taunya cuman ngehalu kek tulisanya hasil haluan 🤣🤣🤣.


sepenggal kisa hidupku. maaf jika tragis tapi itulah aku, meskipun badai sebesar bumi asalkan Ng membumi hanguskan diriku ini maka akan aku hadapi dengan hati yang lapang karena sehebat apapun cobaannya jika dihadapi dengan hati maka semua tidak akan ada rasanya.


seperti malam ini, saya di pukul mundur dari kedudukan😥emang anda punya kedudukan🤔 biasanya juga kalau pergi-pergi Ng berbekalkan kursi 😜dengan kata lain, orang menganggap saya terlalu memamerkan sesuatu atau kata kasarnya terlalu ingin di puji.


sakit Ng sih? sakit dooong.


tapi ya udahlah, namanya kita hidup harus bermental kan baja agar saat ada yang ingin main babat langsung ompong😆 kan baja Ng bisa di babat🙄 jeruk kok makan jeruk dan berbekalkan oksigen banyak-banyak agar saat membuang nafas masih ada nafas yang tertinggal 🤣🤣🤣**


...****************...


setelah mendengar teriakan histeris dari sang istri, kini Arka pulang ke apartemen guna meluruskan ke salah pahaman yang terjadi dalam hubungan mereka.


menyesal.


itulah yang Arka rasakan sebab saat menjawab setiap ucapan sang istri tidak memahami situasi hingga membuat dirinya repot sendiri.


bukan maksud dari ucapannya namun istrinya sudah menyalah artikan apa yang di lontarkan beberapa jam yang lalu.


kapok? itulah yang sekarang bersarang di atas kepalanya.


kini Arka telah berada di depan kamar sang istri dan sudah 2 jam di gunakan untuk mengetuk pintu kamar, tapi hasilnya tetap sama, tidak mendapatkan sahutan dari dalam. membuang nafas lalu menghembuskan kemudian mengambil ancang-ancang untuk mendobrak


sudah lima langkah jarak yang di ambil untuk berlari menuju kearah pintu dan sekarang mengambil ancang-ancang untuk lari, tetapi setelah berada di depan pintu, pintu langsung di buka dari dalam dan hal itu sukses membuat Arka jatuh di atas lantai.


Siska yang melihat suaminya kesakitan malah tidak peduli. kakinya hanya digunakan melangkah ke arah dapur guna mengisi tenggorokannya yang kering akibat menangis.


sedangkan Arka yang di cuekin hanya bisa meringis namun rasa sakitnya tidak sebesar rasa sesalnya. dengan susa paya berdiri, Arka mengambil langkah ke arah dapur untuk mengejar sang istri dengan tujuan menjelaskan kesalahan yang tidak di perbuatannya.


melihat wanita cantik di depannya, dengan semangat Arka menghampiri dengan mengulas senyuman manis berharap meruntuhkan tembook yang di bangun sang istri.


dengan cuek, Siska melewati manusia yang menorehkan luka yang begitu mendalam namun belum beberapa langkah, arka langsung menariknya kedalam pelukan yang langsung mendapat penolakan tapi pada dasarnya kekuatan laki-laki lebih unggul hingga membuat Siska pasrah.


dengan menghirup aroma yang begitu di rindukan, aroma kesukaan dan menenangkan dari tubuh sang istri . "mas begitu merindukan mu sayang". ucapnya memulai percakapan. namun orang yang di peluk masih membisu.


"Masi marah sama mas". tanyanya dengan memutar tubuh sang istri.

__ADS_1


sedangkan Siska yang di peluk, berusaha melepaskan diri dari dekapan sang suami. mara, kecewa dan sakit hati itulah yang mendominasi. jika tidak lupa siap lelaki yang sekarang ada di hadapannya, mungkin Siska sudah memberikan tendangan maut pada selangkangannya guna membunuh aset berharganya. yang suka main jebol-jebolan.


"lepasin Ng. atau Lo mau kena tonjok dari Riko karena udah berani mainin peeasaan adiknya". ancamnya agar bisa melarikan diri dari pelukan sang suami.


"emang saya takut sama dia. toh kamu istri saya dan ini rumah tangga kita". jawabnya enteng sambil memberikan rongga pada udara agar tidak terasa pengab.


"oh jadi lo ngeremehin Kaka gw. ternyata asli lo kayak gini, Ng nyangka gw ". balasnya menggebu-gebu sambil mendorong sang suami dan sepersekian detik Arka sudah beberapa langkah dari Siska tak lupa dengan bahasa manis menjadi kasar.


" jelasun salahnnya mas dimana,". tanyanya berusaha mengamankan diri dari situasi yang semakin memanas. ngomongnya apa jawabnya apa.


" lo pikun atau gimana. jelas-jelas tadi Lo ngomong kalau udah ada madu di rumah. Lo fikir wanita mana yang Ng sakit jika suaminya diam-diam selingkuh bahkan sampai nekat menikah tanpa sepengetahuan istrinya". jelas Siska yang sudah menangis. tidak tahan akan penghianatan.


Arka yang mendapat penuturan sang istri, membuat tawanya pecah. istrinya entah kenapa semakin hari semakin menggemaskan seperti anak kecil yang sedikit-sedikit merajuk.


"baiklah-baiklah. maafkan suamimu ini sayangku. hahahahah". ucapnya dengan di akhiri suara tawa yang begitu keras hingga mem buat Siska semakin deras menangis.


"harusnya aku mendengarkan kata mama agar tidak dekat denganmu bahkan menikah denganmu. tapi nasib sudah jadi bubur .Ternyata selama ini aku ketipu dengan perlakuan dan wajahmu karena semua yang terlihat dan terasa tidaklah nyata". jelasnya penuh sesal yang sukses membuat Arka berhenti dan membeku.


entah kesalahan apa yang sudah di perbuat hingga mendengar penuturan saklar dari sang istri yang tidak seharusnya di ucapkan. "sayang". panggilnya berusaha menyentuh sang istri namun malah di tepis.


"aku mau kita cerai. aku Ng mau lagi sama kamu dan ngejalani pernikahan ini". ujarnya yang masih menghindar dari setiap sentuhan Arka.


Siska yang mendengar keputusan Arka, langsung mengangkat wajahnya.


"terserah Lo, gw mau cerai". ujarnya berbalik kekamar tapi tangannya secepat kilat langsung di cekal.


"bisa lo, gw di hilangin dan kita duduk dulu baru ngomong soalnya kaki mas pegal berdiri dan bada mas butuh pijitan. sakit semua sayang". pinta El yang sudah membawa Siska duduk di sopa.


"mas fikir aku akan kemakan lagi dengan rayuan buaya mas yang Ng berfaeda itu". masih dengan hati yang sama.


"emang mas harus apa dulu biar kamu bisa dengerin penjelasan mas, ham". tanyanya dengan menyandarkan kepala pada dada sang istri.


"ih lepasin. aku Ng mau disetuh sama mas". protesnya tidak terima karena sudah di jadikan penyanggah.


"ya udah". dengan pasrah dan cemberut, akhirnya Arka mengambil posisi duduk di hadapan sang istri dengan wajah yang begitu lelah. tidak apa-apa asalkan tidak separah tadi.


"Ng usah natap gitu. aku Ng suka". protesnya lagi, meskipun merasa kasihan tapi hatinya lebih kasihan. mengingatnya saja membuat Siska kembali membuat matanya berkaca-kaca.


dengan wajah lelah dan menggemaskan serta bermanja-manja di luar sana dengan wanita lain atau lebih tepatnya madu Arka, membuat Siska tidak relah. dengan fikiran curiga, akhirnya tangis Siska kembali pecah dan itu membuat Arka kembali kalut.


"astaghfirullah sayang, kamu kenapa sampai nangis kayak gini. ada yang sakit". tanyanya kawatir yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang istri.

__ADS_1


"iya". jawabnya dengan tangisan semakin kencang. ini suaminya bodoh atau pura-pura bodoh.


"dimana". dengan memutar badan sang istri guna mengetahui letak sakitnya.


"disini mas". tunjuknya pada dadanya yang terasa sesak.


"bajunya bisa dibuka, biar mas cek atau kalau tidak kita ke rumah sakit saja". tanyanya yang berusaha membuka kaos sang istri tapi tangannya malah di tepis.


"sampai kapan mas mau pura-pura bodoh". ucapnya dengan suara keras.


"aku tu sakit gara-gara mas". lanjutnya lagi dengan suara lantang dan sukse mbuat Arka terperanjat dari duduknya. dengan otak cerdasnya akhirnya Arka mengingat tangisan histeris istrinya beberapa menit yang lalu.


"ya udah. mas minta maaf tapi mas mohon berhenti nangis". pintanya


"sekarang mas jujur sama aku. siapa wanita itu". tanyanya yang membuat arka frustasi.


"perempuan apa?". lelah dengan drama yang tak berkesudahan akhirnya Arka balik menodongkan pertanyaan kepada wanita sensitif di hadapannya.


"madu mas. astaghfirullah". ucapnya sama-sama frustasi.


"apa karena madu itu hingga membuat fungsi otak mas rusak". lanjutnya lagi yang sudah melempar bantal sopa ke arah sang suami seakan lupa sikap sopan santunnya.


"astaghfirullah sayang. mas sedikitpun Ng ada niat cari perempuan lain di luar sana bahkan sampai nikah diam-diam". jelasnya berharap sang istri mencerna ucapannya.


"Ng usah ngelles. udah ketahuan belangnya juga masih saja cari celah. pokoknya aku mau kerumahnya mama". mata Arka langsung melotot mendengar tuduhan serta keinginan siska.


"sayang. mas udah bilang Ng ada wanita lain dan Ng ada madu. madu di rumah bikin mas kamanisan apa lagi kalau tambah madu entar kena TBC". lagi-lagi telinga Siska panas mendengar kata madu yang keluar dari mulut sang suami.


"madu mas yang paling manis udah ada di depan mas jadi Ng perlu madu lagi". lanjutnya cepat untuk menghalau adanya perdebatan kesekian kalinya dan hal itu sukses membuat Siska cemberut.


"Ng usah manis-manisin aku karena bagaimanapun aku Ng akan luluh. hati aku udah terlanjur terluka dengar kata-kata mas". protesnya tidak terima padahal hatinya berbunga-bunga.


"kan udah di jelasin, kok Masi sakit sih yang". ucapnya memelas karena harus berusaha keras merontokkan ego yang begitu kuat di dalam diri sang istri.


"pokoknya aku masih mara ya mas". tak mau kala, Siska lagi dan lagi memasang tembok yang lebih kuat.


"terus mas harus apa agar istri termanisnya mas dan tercantuknya mas Ng marah dan hatinya mg sakit lagi". untuk mengakhiri semua ini Arka perlu jurus menumbalkan dirinya. apapun itu asalkan semua kembali normal.


"fikir aja sendiri". jawabnyabberdiri dengan melangkah menuju kamar.


arka yang mendengar jawaban sang istr hanya bisa menarik nafas.

__ADS_1


__ADS_2