LENTERA

LENTERA
part 20


__ADS_3

Happy Reading


Helsha menghela napas saat melihat pesan yang ia kirim pada Varka tidak dibalas. Sudah beberapa hari ini Varka menghindar dari Helsha, bahkan lelaki itu tidak datang untuk menjemput atau mengantarnya pulang. Varka memang memberitahu Helsha jika ia tidak bisa bertemu untuk beberapa hari karena sibuk oleh tugas, tapi Helsha tau Varka menghindar darinya karena ia pergi dengan Gibran waktu itu.


Terdengar egois memang, tapi itu hal wajar bagi Varka. Selama ini Varka tidak memiliki siapapun disisinya, itu sebabnya Varka sedikit takut jika orang yang sekarang berada disisinya pergi.


"Yaelah Sha dari pagi lemes amat.. kenapa sih" tegur Nadia saat Guru sudah keluar


"Tau ah..." Ucap Helsha cemberut membenamkan wajahnya


"Kenapa sih? Berantem sama Varka?" Tanya Nadia


"Engga..." Ucap Helsha


Memang benar mereka tidak bertengkar hanya Varka saja yang menghindar darinya


"Lah terus? Kemaren hari apa ya gue lupa dia nyariin Lo kesini... Pas Lo pergi sama ketua OSIS itu loh" ucap Nadia sambil membereskan buku-buku nya


"Tau..." Ucap Helsha malas


Ia kembali merasa kesal karena mengingat kejadian itu, ternyata ia bodoh sekali ya.


"Heh.. mau pulang gak?" Tegur Nadia yang melihat Helsha malah membenamkan wajahnya diatas meja


"Ihh.. yaudah gue duluan ya.." ucap Nadia lalu pergi


Helsha menghela napasnya, malas untuk sekedar membereskan buku-buku nya dan pulang, kakaknya juga tidak bisa menjemput jadi terpaksa Helsha harus naik Bus. Biasanya Varka akan mengantarnya tapi pesannya saja tidak dibalas oleh lelaki itu.


"Ayo pulang..." Ucap seseorang


Helsha terdiam saat mendengar suara yang sangat ia kenali, ia tidak berhalusinasi kan sekarang. Dengan cepat Helsha mengangkat kepalanya menatap lelaki yang saat ini berdiri dihadapannya dengan senyuman yang begitu manis.


"Varkaaaa...." Panggil Helsha dengan suara gemas


Varka terkekeh melihat wajah Helsha yang merajuk padanya, Varka tau ia salah karena sudah menghindari gadis ini beberapa hari kemarin.


"Ayo pulang... Lagi apa disini? Sendirian lagi"


Helsha hanya diam sambil terus menatap Varka dengan eskpresi wajah bercampur aduk antara sedih dan bahagia.


"Aku tau kok aku ganteng Sha" ucap Varka kemudian membereskan buku-buku Helsha yang berserakan dimeja


"Varka..."


"Hmm.." ucap Varka yang masih sibuk memasukkan buku kedalam tas


"Varka kemana aja? Helsha kangen...."


"Kan aku udah bilang lagi banyak tugas"


"Biasanya juga masih sempet kok ketemu Helsha kalau banyak tugas"


Helsha menatap Varka dengan cemberut


"Nah.. ayo pulang" ucap Varka setelah selesai merapihkan buku-buku Helsha


"Ihh... Varka kalau mau marah, marah aja tapi jangan ngehindar dari Helsha"


"Aku gak marah Sha, emang bener lagi banyak tugas aja. Lagian nih ya dengerin, Mau kamu pergi sama siapapun itu aku gak bakal marah Karena aku tau hidup kamu gak selalu tentang aku Sha"


"Maafin ya, karena kemaren helsha pergi gak bilang dulu" ucap Helsha menundukkan kepalanya


"Udah gapapa, Varka gak marah kok. Kapan sih Varka bisa marah sama Helsha, orang Helsha nya lucu kayak gini" ucap Varka sambil mencubit pipi Helsha


"Ihh... Sakit" rengek Helsha


Varka terkekeh kemudian mengacak pelan rambut Helsha.


"Ayo..."


Helsha langsung berdiri dan memekuk lengan Varka, sekolah juga sudah sepi jadi tidak apa-apa kan? Lagipula kedekatan dirinya dan Varka hampir diketahui oleh siswa disekolah, maklum saja karena kemana-mana selalu berdua kayak perangko.


Keduanya berjalan beriringan keluar dari dalam kelas menuju parkiran sekolah, Helsha tak henti-hentinya tersenyum senang karena akhirnya Varka mau menemuinya.


"Mau jalan-jalan?" Tanya Varka


"Mau, jalan-jalan kemana?" Ucap Helsha semangat

__ADS_1


"Eumm.. ke pantai?"


"Uhhh... Varka suka banget sama pantai ya..."


"Iya dong kan itu tempat bersejarah"


"Kok bersejarah?"


"Iya, karena berkat pantai aku bisa kenal sama kamu Sha. Jadi gimana? Mau gak? Kayaknya hari ini Senjanya Bagus"


"MAUUUU....!!" Ucap Helsha dengan semangat


"Mau pulang dulu gak? Izin dulu sama Bunda" Tanya Varka sambil memasangkan helm


"Gak usah, Helsha kasih tau lewat Telepon aja deh. Pasti izinin kok apalagi perginya sama Varka"


"Yaudah telpon dulu gih"


Helsha mengangguk dan langsung menelpon Bundanya.


___


Saat ini Helsha dan Varka terduduk ditepi pantai. Langit sore saat ini benar-benar indah ditambah dengan gelombang laut yang terlihat begitu tenang. Melihat Pemandangan indah dengan Seseorang yang amat berharga adalah hal yang paling membahagiakan bagi Varka.


Varka menghirup udara sore sambil memejamkan matanya, merasakan semilir angin yang begitu menenangkan.


Helsha yang melihat hal tersebut tersenyum bahagia sambil terus memperhatikan Varka yang duduk disampingnya.


"Jangan liatin" ucap Varka


"Tau aja aku liatin" ucap Helsha terkekeh


"Ya iyalah, soalnya Kerasa banget kayak ada yang merhatiin" ucap Varka Menoleh pada Helsha


"Hehe.. soalnya Helsha suka banget ngeliat wajah Varka" ucap Helsha yang kini menatap langit


"Kenapa?"


"Gak tau, mungkin karena wajah Varka lucu?"


Varka mengangkat sebelah alisnya saat mendengar ucapan Helsha


Helsha menoleh kearah Varka dan menganggukan kepalanya seperti anak kecil


"Iya, kaya hewan panda, tau kan?? Lucu bangettttt..." Ucap Helsha sambil terkekeh


Varka tersenyum, kenapa ya? setiap ia bersama perempuan ini rasanya semua beban masalah, kesedihan, luka, dan air mata hilang begitu saja. Begitu bodohnya ia kenapa kemarin menghindari Helsha padahal jelas-jelas Helsha adalah sumber kebahagiaan dan kekuatan untuknya.


Helsha itu sangat berarti bagi Varka melebihi apapun di dunia ini. Namun sebenarnya Varka takut sekali.


Takut jika suatu saat perempuan ini meninggalkan nya. Entahlah, bahkan Varka tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya ia jika Helsha benar-benar meninggalkannya sendirian.


Varka menatap Helsha Begitu dalam dengan sebuah senyuman diwajahnya. Tangannya terulur merapihkan helaian rambut yang menutupi sebagian wajah Helsha karena angin.


"Padahal aku udah ingetin tadi supaya pake iket rambut, biar rambutnya gak kena mata kayak gini" ucap Varka


"Hehehe... Lupa"


"Lupa terus...." Ucap Varka yang dibalas kekehan oleh Helsha


"Helsha..." Panggil Varka


"Hmm..?"


"Kalau Varka bilang Varka sayang Helsha gapapa?"


"Loh? Ya gapapa. Kenapa harus izin"


"Takut kamu gak ngizinin" bisik Varka


"Gapapa Varka, boleh banget" ucap Helsha tersenyum


Sebenarnya Helsha tidak bodoh untuk mengartikan apa yang diucapkan dan dimaksud oleh Varka barusan. Rasa sayang yang Varka rasakan terhadap Helsha itu bukan sekedar rasa sayang terhadap teman, tapi lebih dari itu.


"Sha..."


"Iya.."

__ADS_1


"Tau gak?"


"Engga, orang Varka belum ngasih tau"


Varka terkekeh karena ucapan Helsha yang seperti meledeknya


"Dengerin makannya..."


"Apa emang?" Tanya Helsha


"Dari dulu aku selalu percaya kalau Perasaan cinta itu hanya bualan aja, gak ada yang namanya cinta apalagi dalam sebuah keluarga... Gak akan pernah ada, Karena bagi aku cinta itu hanya ada sesaat aja"


"Dari dulu aku gak percaya sekalipun dengan cinta, Bagi aku cinta itu gak berguna, omong kosong aja dan cinta itu gak abadi. Disaat orang lain percaya dengan cinta, aku milih Buat gak percaya karena aku gak pernah mendapatkan cinta dari siapapun" lanjut Varka


Helsha menganggukkan kepalanya sambil menatap Varka, ia tau alasan apa yang membuat Varka bisa berpikir seperti itu


"Tapi kamu tau gak? Sekarang ada satu hal yang bikin aku mulai percaya sama cinta, kamu tau gak apa?"


"Engga, apa Emang?" Tanya Helsha


"Kamu Sha. Berkat kamu, aku jadi percaya kalau cinta itu ada, aku percaya cinta itu nyata, Karena kamu Sha" ucap Varka


"Kenapa aku?" Tanya Helsha mengangkat sebelah alisnya


"Sha, semenjak aku ketemu sama kamu, aku mulai tau rasanya cinta, aku mulai tau rasa sayang, aku mulai tau rasanya sebuah pelukan dan kehangatan, aku mulai tau kalau cinta itu benar adanya dan aku percaya dengan Cinta"


"Sha, kalaupun suatu saat nanti aku pergi ninggalin kamu jangan sedih ya? Karena aku percaya, cinta yang aku sama kamu berikan itu gak cuma bertahan selagi kita hidup, tapi lebih dari itu" lanjut Varka


Helsha tiba-tiba terdiam dan langsung memukul pelan lengan Varka membuat Varka sedikit kesakitan.


"Varka apaan sih!! Ngomongnya pergi-pegian..!!" Wajah Helsha langsung cemberut


"Tapi itu bener kok Sha, kita gak bisa menggunakan kata Selamanya untuk sesuatu yang masih berlangsung. Mencintai seseorang selamanya itu mustahil Sha, Tapi kehilangan seseorang untuk selamanya itu mungkin terjadi."


"Aku gak tau sampai kapan aku bisa bertahan, bisa aja aku pergi besok atau hari ini kan.. gak ada yang tau Sha. Tapi aku mau bilang makasih buat semuanya, aku bersyukur banget bisa ketemu dan kenal sama kamu Sha"


"Varka...!!" Bentak Helsha


"Bener kan? Kita gak ada yang tau kapan kita akan pergi"


"Helsha gak suka ya Varka bilang pergi-pergi kayak gini.!!"


"Itu umpamanya Sha"


"Ya tapi tetep aja!!" Ucap Helsha kesal


"Yaudah iya, maafin Varka ya? Varka akan berusaha buat gak kemana-mana asalkan Helsha juga jangan pergi ya?"


"Janji jangan pergi?"


"Iya Janji Sha"


Varka tersenyum dan dalam hatinya ia berdoa.


Semoga...Semoga saja Semesta mengabulkan keinginan ini.


Keinginan untuk tetap tinggal di sisi Helsha dan hidup bersama dengan perempuan yang amat ia sayangi ini..


Semoga saja Varka bisa sampai pada waktu itu sebelum tuhan memanggil Varka untuk kembali ke sisi-Nya.


"Varka..."


"Iya?"


"Mau peluk boleh?" Tanya Helsha


"Kenapa lho? Aku lagi gak sedih padahal"


"Gak tau, Rasanya Helsha pengen meluk Varka aja..."


Varka tersenyum lalu merentangkan kedua tangannya.


"Sini..."


Helsha langsung memeluk Varka dengan Begitu erat. Entahlah Helsha merasa khawatir jika Varka sudah membicarakan tentang pergi seperti tadi.


"Helsha sayang sama Varka... Bangetttt"

__ADS_1


"Varka juga sayang sama Helsha" ucap Varka sambil mengelus rambut hitam Helsha


Semoga semesta benar-benar mengabulkan permintaan kedua anak manusia yang begitu saling menyayangi.


__ADS_2