LENTERA

LENTERA
Isyarat


__ADS_3

menikmati suasana sejuk dibawa pohon rindang, dengan warna hijau melekat pada setiap dedaunan. hamparan bunga yang begitu memanjakan mana. dengan variasi warnah yang begitu cantik.


seorang perempuan cantik berbalut kain putih Hingga menjuntai ke mata kaki. menyaksikan anak kecil yang sedari tadi bercelote dengan riang.


"bunda". suara anak kecil yang mengalihkan fokusnya.


"ada apa sayang". tanyanya setelah anak kecil tersebut telah sampai di depannya.


"kata Kakek, ayah tidak bisa bangun". ucapnya polos dengan pipi chubby berhiaskan lesung pipi yang cantik dan dapat memanjakan mata disetiap menatapnya.


"ayah cuman tidur nanti juga bangun". balsnya dengan mengusap kedua pipi sang anak.


"tapi kata kakek, ayah susah bangun". jawabnya dengan polos dan mata senduh.


"sini peluk bunda". pintanya yang langsung disambut hangat oleh sang anak.


"mau liat ayah sama Bunda nak?". sambungnya lagi dengan mengurai pelukan boca kecil yang memanggilnya bunda.


anggunnya mantap setelah mendengar ajakan wanita cantik yang merengkuh tubuhnya." mau nda'". soraknya girang.


"ayo". ajaknya dengan berdiri dan menarik tangan kecil disampingnya untuk memasuki sebuah gedung yang berbentuk istanah.


beberapa saat kemudian mereka sampai di sebuah ruangan, dimana lelaki yang masih keliatan mudah terbaring.


anak kecil yang tadi ikut bersama Kini mengambil posisi dusuk di samping lelaki yang terlihat tidur. mengangkat wajah untuk memberikan elusan dengan ekspresi menggemaskan, anak kecil tersebut membuat pipinya mengembang dengan menampung banyak udara dan kadang mengedipkan mata lucu. capek dengan tingkahnya, akhirnya anak kecil tersebut memutar arah pandangnya. menghada wanita yang di anggap bundanya.


"tapi nda' kalau ayah tidak bangun-bangun bagaimana". tanyanya lagi dengan tatapan polosnya namun sukses membuat jantung Rindu berpacu hebat'.

__ADS_1


...****************...


"mas eeeeeel". setelah mimpi yang menakutkan akhirnya rindu terbangun dalam keadaan tidak baik-baik saja. mata memerah dengan terus menjatuhkan air mata." hiks, hiks, hubby". tangisnya pecah disaat tidak.menemukan sang suami.


mama mertuanya yang selesai menelpon, langsung berlari masuk kedalam kamar karena kagetkan dengan suara Rindu yang tiba-tiba terdengar begitu lantang.


"sayang ada apa?". tanyanya kawatir setelah sampai di depan pintu kamar. menatap keadaan menantunya yang tidak baik-baik saja, seperti orang linglung.


kabar terakhir yang di dengar dari sang penelpon, adalah El koma dan belum bisa di pastikan kapan akan sadar.


syok, itulah yang dirasakan namun tidak bisa memberitahukan kabar tersebut kepada sang menantu karena itu bisa membahayakan kesehatannya serta kandungannya.


"mama, aku mau mas El, mas El ma". teriaknya histeris hingga membangunkan seisi rumah.


"iya nak, besok kita ketemu suami kamu". ucap sang mertua untuk berusaha menenangkan rindu.


ckleat


"ada apa nak". tanya sang ibu yang sudah berada di hadapan Rindu.


mendengar suara perempuan yang melahirkan, rindu langsung berlari kesana. "ibu, rindu mau ketemu mas Erlangga. bawa rindu kesana sekarang". rengekannya seperti anak kecil


"iya nak kita akan ketemu suami kamu tapi tidak bisa sekarang". ucapannya memeluk sang anak


"Rindu mau mas El. pokoknya rindu mau mas Erlangga sekarang". teriaknya dengan air mata yang tidak mau berhenti.


"iya nak, tapi besok saja ya, ini Uda malam dan di luar juga hujan deras di tambah petir. kita takut ambil resiko sayang". jawab nya dengan melirik sang besan yang berada di samping rindu tapi malah di balas gelengan kepala.

__ADS_1


"aku mau mas El, pokoknya rindu mau mas El". ucapnya final yang hanya bisa di balas tarikan nafas oleh orang-orang yang ada di dekatnya.


sang mertua yang sudah tidak tega melihat keadaan rindu akhirnya mencoba mengalihkan keadaan. "sayang liat mama". Pi tanya dengan menangkup kedua pipi sang menantu. "coba jelasin ke mama ada apa?". sambungnya lagi dengan pertanyaan. mencoba bernegosiasi dengan waktu.


"rindu mimpi buruk, rindu liat anak kecil. anak kecil itu bilang kalau mas El Ng akan bangun". jelasnya dengan suara sesegukan. sambil berlari meraih benda pipinya yang ada di atas kasur untuk menghubungi seseorang


"kak arka tidak bisa di hubungi". sambungnya lagi dengan tangisan pilu saat mencoba melakukan beberapa panggilan tapi tidak bisa terhubung.


dengan perasaan kesal, benda pipi yang tadi berada di tangan kini dilempar. lalu mengambil posisi duduk karena tidak bisa lagi menopang dirinya.


orang yang ada Disana juga ikut meneteskan air mata karena tidak sanggup melihat keadaan wanita hamil tersebut.


apa yang di lihat rindu dalam mimpi adalah isyarat bahwa suaminya sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. sebesar itukah rasa sayangnya terhadap El hingga alam bawa sadarnya memberikan kabar. fikir mama El.


"itu hanya mimpi sayang". nasehat sang ibu. "biasanya mimpi itu hanya bunga mimpi, ada yang nyata dan ada juga tidak. maksudnya nyata adalah pembawa berita dan tidak adalah tipu muslihat syaitan. tapi untuk itu sebagai kewaspadaan". sambungnya lagi dengan menatap wajah sang anak." berdoa' minta petunjuk dan perlindungan serta kekuatan. ingat didalam sini, ada titipan dari Allah, anak kamu dan El buah cinta kalian".


dengan nasehat yang di sampaikan sang ibu mampu melunturkan sedikit kecemasannya namun itu tidak merubah kesedihan Rindu.


"tapi Rindu mau mas El ma, ibu". ucapnya memohon dengan menatap manik mata kedua wanita yang hampir seumuran di hadapannya.


"baiklah tapi untuk itu mama mohon Rindu tenang ya?". pinta sang mertua yang tidak tahan dengan situasi saat ini. bukan hanya rindu tapi dirinya juga ikut terluka. anak yang di besarkan dengan cinta sepenuh hati


kini terbaring lemah di rumah sakit, yang kini berusaha melawan maut untuk tetap bersama dengan keluarga.


"Kaka besok aja ya?". Andre yang tadinya diam kini angkat suara untuk mencoba bernegosiasi kepada sang bumil. bukan tanpa alasan, diluar sana sedang hujan lebat. tidak mungkin menggunakan helli selam keadaan seperti ini di tambah angin kencang. jikalau menggunakan mobil, ditakutkan ada banjir atau pohong tumbang. mengingat lokasi mereka sekarang berada di tempat jauh dari pemukiman warga atau bisa dibilang villa terpencil.


"tapi Kaka mau sekarang ndre". pintanya dengan memelas, seakan-akan tidak ingin di bantah.

__ADS_1


"iya Andre tau kak, tapi Kaka taukan konsekuensinya pergi dalam situasi seperti ini?". tanyanya dengan berharap sang Kaka bisa mengerti. "diluar sana, hujan lebat. kawatirnya itu akan membahayakan kita nantinya. jangan sampai kita yang akan tinggal nama esok hari". jelas andre panjang lebar dengan menarik nafas dalam-dalam.


"baiklah tapi rindu mau semua tidur dikamarr". putusnya yang di jawab syukur oleh orang-orang yang ada di dekatnya.


__ADS_2