
melarikan diri dari Masalah yang di ciptakan karena dendam hingga menjadi buronan. peristiwa penembakan yang di lakukan hingga merenggut kebahagiaan keluarga korban.
disinilah dirinya. di sebuah ruangan yang jauh dari pemukiman bersama seorang perempuan.
"aku sudah memperingatkan kamu agar tidak mengambil tindakan sendri. melakukan penembakan secara terang-terangan. kamu tau nyawa kita sekarang jadi taruhannya dan aku tidak mau hidup seperti penjahat yang harus bersembunyi setiap kali keluar". ucapnya dengan menyalahkan lelaki tua yang ada di hadapapnya. marah karena harus terseret dengan Maslah diluar dari rencana.
"kamu fikir, keluarga Wijaya orang - orang bodoh!. sekalipun aku tidak terlibat dari penembakan, tetap saja mereka akan tau siapa dalang dari penyerangan bahkan disaat Erlangga menika, dia sudah tau bahwa kamu yang menyerang perjalanan mereka". jelasnya karena tidak terima dengan tuduhan yang di tujukan kepadanya.
"ah sial". tiriaknya frustasi."lantas kita harus apa sekarang". tanyanya dengan mengacak-acak rambut.
lelaki yang tadi di tuduh tambah pusing karena sekarang pergerakan mereka sangat sempit di tambah dengan Omelan perempuan yang kini berada didekatnya.
"kita harus cari cara untuk bisa keluar dari negara ini, aku juga tidak ingin terbelenggu disini dan akhirnya berakhir di jeruji besi. seharusnya aku tidak ikut saran bodoh lelaki tua Bangka itu untuk melenyapkan Erlangga dengan tanganku sendiri". ucapnya dengan rasa sesal karena terlalu menuruti ego. "tapi sudah lah. kita harus bisa mendapatkan akses sebelum fajar". ucapnya dengan mengambil benda pipi di atas meja, berharap ada pesan yang masuk.
"bagiaman". tanya wanita itu dengan antusias.
"kita akan berangkat malam ini jam 12. untuk penerbangan pertama, kita harus menggunakan helli. tidak perlu membawa barang cukup bawa seperlunya saja". terangnya melirik koper disudut ruangan.
"terus aku harus pake apa nantinya disana". tanyanya tidak terima dengan sarang yang di berikan.
"jika kamu mau mati silahkan bawa barang kamu. kita bukan mau pergi berlibur tapi kita mau kabur. ah sepertinya aku salah mengencani wanita kali ini". ucapnya dengan tatapan sinis.
"baiklah". jawabnya pasrah dengan tatapan nanar karena harus meninggalkan kopernya.
"tidak perlu meratapi barang-barang kamu, lagipula saya Masi punya banyak uang untuk membelikan keperluan kamu". jelasnya songong yang di balas senyuman lebar oleh wanita itu.
__ADS_1
setelah mendengar kata belanja dan di belanjakan, rasa takut nya kini lenyap yang ada hanya jiwa hedonis dan matrealistinya yang tertinggal.
"sekarang bersiap karena orang yang akan menjemput kita sudah ada dibawah menunggu". jelasnya dengan berjalan keluar lebih dulu dan di ikuti Rika di belakangnya.
kini mereka telah sampai disamping mobil yang akan mengantarkan mereka.
"selamat malam Tuan dan nona.silahkan naik". ucapnya dengan membuka pintu mobil penumpang.
"Rio, bagaimana dengan persiapan keberangkatan saya malam ini". meskipun rencana untuk melarikan diri 70% akan sukses tapi perasan kawatir Masi saja menyelimuti.
"beres tuan. tuan Sanjaya sudah menyiapkan semua dan beliau akan menjemput tuan setelah sampai ". jawabnya dengan informasi yang didapat dari sebrang sana.
"baiklah, saya harap tidak ada yang mengejar kita dari belakang". jelasnya melirik keberadaan Rika yang tidak ikut bersuara.
"tapi bagaimana dengan keadaan cucu kakek tua itu karena kabar yang saya terima, sementara ini dia Masi dirawat karena koma". tanyanya dengan memastikan.
"benar tuan. untuk saat ini Erlangga masih dirawat dirumah sakit dengan kondisi yang sama. Tim dokter pun belum memastikan kapan akan siuman tetapi racun yang melekat pada peluru berhasil di keluarkan". sesuai dengan informasi yang didapatkan dari mata-mata yang
"sial, padahal aku ingin dia langsung mati". ucapnya tidak terima. racun mematikan yang di gunakan ternyata tidak mampan untuk melenyapkan satu nyawa.
"untuk sementara Tuan jangan memikirkan balas dendam karena nyawa tuan sekarang dalam bahaya". ujarnya dengan memperingati. dengan situasi genting seperti ini, yang harus di lakukan adalah untuk menunggu situasi aman.
ucapan dari depan cukup menganggu egohnya, jika tidak ingat bahwa dia butu pertolongan, mungkin saja orang didepan sudah dijadikan santapan cacing tetapi itu tidak mungkin. mengingat situasiny yang sekarang tidak baik saja.
"Tuan Sanjaya itu siapa?". Erika yang dari tadi mendengarkan, akhirnya angkat suara karena penasaran dengan sosok yang di sebut.
__ADS_1
"dia ketua 1 Mafia serigala. dan jika nona mau baik-baik saja, sebaiknya anda patuh karena beliau tidak segan-segan menjadikan nyawa orang sebagai mainan". terangnya mengingatkan sambil melirik kaca untuk melihat wajah gadis cantik yang duduk di belakang.
"apa semengerikan itu". tanyanya memastikan. jangan sampai dengan acara melarikan diri malah membawanya pada kematian yang berujung tragis.
"tergantung tapi untuk perempuan sekelas nona apa lagi jika nona mampu memberikan kenikmatan di atas tempat tidur". jawabnya lagi sambil tersenyum mesum.
mafia serigala adalah kalangan mafia yang bermain di dunia hitam. tidak hanya minuman keras, obat-obatan terlarang, bermain perempuan tetapi juga melakukan penjualan organ tubuh manusia secara ilegal.
banyak dari kalangan masyarakat di negara itu diresahkan dengan tindakan tersebut sebab aparat pemerintah belum bisa menemukan dalang dari kasus penculikan dan penjualan bahkan tidak melihat umur asalkan memiliki organ dan dapat di nikmati.
"saya rasa untuk satu itu tidak perlu takut". jawabnya dengan senyum genit dan langsung mendapatkan pelototan dari laki-laki yang duduk disampingnya.
"tidak perlu banyak tingkah, yang sekarang kamu lakukan adalah mengikuti apapun yang saya katakan karena sekarang kamu ikut dengan saya dan itu artinya kamu akan merepotkan saya jadi jika ingin aman tetap diam dan jangan banyak bertingkah". karena kesal akan kelakuan wanita di sampingnya akhirnya laki-laki tersebut mengeluarkan ultimatum yang tidak ingin di bantah
"tapi ngomong-ngomong, kita akan kemana, soalnya sudah 1 jam perjalanan tapi kita belum juga sampai di lokasi". tanya Erika karena sudah satu jam berjalanan Tapin mereka Masi belum tiba di lokasi.
"untuk penerbangan anda, kita lakukan di tempat tertutup karena semuah yang ada di kota ini sudah di awasi baik dari segi sistem tekhnologi atau non tekhnologi jadi untuk itu, kita harus melakukan penerbangan di tempat tertutup yang jauh dari jangkauan orang-orang".
sesuai dengan kabar yang di dapatkan orang-orang dari pihak Wijaya telah mengelilingi semua titik jadi untuk bisa lolos harus mencari jalan tikus.
"apa mereka sehebat itu".tanyanya yang ternyata tidak terlalu tau dengan kekuasaan Erlangga Wijaya. karena selama mengenal Wijaya tidak terlalu banyak informasi yang di korek selain Erlangga adalah pewaris tunggal.
"sepertinya nona terlalu banyak makan micin sehingga daya fungsi otak nyonya kurang". jawabnya dengan sindiran yang sukses membuat Erika tidak terima.
"sial".gumanya
__ADS_1