LENTERA

LENTERA
mimpi buruk


__ADS_3

Rindu yang sedari tadi menangis menjadi pusat perhatian seseorang yang beberapa hari ini sudah membaik. Dengan gerakan cepat, orang tersebut langsung menepuk-nepuk pipi gadis remaja tersebut. Hingga membuat sang empuh melebarkan matanya dan mengatur deru nafasnya akibat petualangan panjangnya di alam mimpi.


Dengan gerakan spontan, wanita tersebut melihat ke arah perutnya lalu menatap kesamping ya sebab orang yang tadi membangunkan gadis tersebut memasang wajah kawatir sekaligus bingung.


"Ada apa sayang". Tanyanya dengan menghapus air mata yang masih tersisa di wajah sang gadis lalu menariknya kedalam dekapan.


gadis tersebut yang mendapatkan pelukan, merasa bahwa  dirinya benar-benar hanya mimpi.


"Aku mimpi buruk by, aku mimpi hubby ninggalin Rindu selama-lamanya". Ucapnya dengan air mata kembali menetes.


Lelaki tersebut yang mendengarkan penuturan sang istri langsung mengerutkan keningnya. Pantas saja istrinya tidur dalam keadaan menangis. Ternyata mimpinya separah itu.


"Ng papa sayang, itu hanya mimpi lagipula hubby Ng kemana-mana hubby ada di dekat Rindu". Ucapnya menenangkan.


Beberapa hari yang lalu, selepas operasi El sudah bisa di katakan kembali puli dan hari ini adalah hari ke 4 nya di rumah sakit di temani sang istri yang kayaknya tidak ingin jauh-jauh bahkan tempat tidur El di ganti dengan lebih besar agar memudahkan diri nya dan rindu tidur bersama.


"Ya udah ya, sayangnya hubby tenang ya" pintanya dengan membelai wajah Rindu yang masi belum sadar se utuhnya dari rasa syok yang di bawa dari alam mimpi.


"Kangeng banget sama hubby". Ucapnya dengan mengeratkan dekapannya lalu kembali menangis.


El yang mendengar penuturan sang istri, hanya terkeke dengan membalas pelukan sang istri. Syukurlah dirinya bisa kembali menemui istri dan calon anaknya. Entah apa yang akan terjadi jika El benra-benar tidak bisa melawan rasa sakitnya hingga membawanya jauh dari keluarga kecilnya yang baru-baru di bangun beberapa bulan yang lalu.


" Hubby juga kangen sayang. Maafin hubby ya". Ucapnya Dengan memberikan kecupan bertubi-tubi di atas kepala sang istri.


Rindu yang mendengar penuturan sang suami Langsun mendongakkan kepalanya dan membuat mata mereka bertemu dan hal itu di gunakan El untuk mencuri kecupan bertubi-tubi di seluruh wajah sang istri. Kangeng, itulah yang El rasakan andaikan kondisinya sudah pulih, dirinya akan membawa istrinya kabur di tempat yang tidak bisa di jangkau manusia. Melabukan rindu yang menumpuk ber hari-hari dan mengurung sang istri di dalam kamar.


"Hubby hahaha geli". Ucap rindu yang masih mendapat serangan tiba-tiba dari sang suami.

__ADS_1


"Hubby kangen sayang". Ucapnya yang lagi-lagi memberikan kecupan bertubi-tubi. "Atau gimana kalau kita kaburi aja ke hotel". Sambung El yang membuat rindu melotot. Pasalnya kondisi El masih perlu perawatan. Enak aja mau ngajak, entar ada apa-apa dirinya yang akan menangis bombai 


"Ng ada, pokoknya Ng ada kemana-mana sebelum hubby benar-benar sembuh". Tolak rindu dengan wajah sangar namun hal itu terlihat lucu di mata El.


"Istrinya siapa si ini". Tanya El yang mengigit pipi kiri sang istri yang sudah kembali bulat setelah El sadar.


"Ih sakit hubby". Protesnya dengan mengusap pipinya yang di gigit sang suami.


"Maaf, abisnya istrinya Erlangga ngegemmesin sih jadi pingin makan, boleh ya". Jelasnya yang lagi-lagi membuat rindu melotot. Dasar suami tua, Ng tau tempat.


"Ng usah aneh-aneh deh by. Kita Ng lagi diruma sakit". Protesnya tidak terima.


"Kan bisa disini sayang, biar nanti Arka jagain diluar sampai kita selesai". Ucap El jail yang membuat rindu menahan nafas. Suaminya benar-benar menyebalkan. Entah kenapa mesumnya berkali-kali lipat bertambah setelah siuman.


"Rindu bilang Ng ada ya by. Ini itu tempat umum dan hari suda siang". Tolak rindu mengingatkan situasinya. yang kapan saja orang bisa bertamu


"Ya udah, entar malam boleh ya". Pinta El memelas. Entah kenapa dirinya yang memancing tapi malah terpancing balik.


"Hubby jamin akan aman, cuman sekali doang".  Jawabnya dengan menatap mata indah di depannya. Berharap ada jawaban iya.


"Ya udah tapi janji ya Ng boleh ada yang tahu". Akhirnya Rindu setuju dengan memberikan persyaratan. "tapi kalau sampai ketahuan, awas aja hubby tidur sendiri". Sambungnya lagi dengan ancaman.


"Siap nyonya Erlangga wijaya,. Tapi emang tega dan kuat biarin hubby tidur sendiri". Tanya El yang kembali menjalin rindu.


"Ya, tega lah". Jawabnya dengan memalingkan wajah. Dan hal itu membuat El tersenyum geli. Istrinya mah ngomong doan jago aslinya mah Ng bisa.


"Yakin hmm". Tanya El lagi

__ADS_1


Khem


Dehem seseorang yang entah dari kapan berdiri di ambang pintu menyaksikan dua sejoli sedang di mabukan Rindu dan hal itu sukses membuat rindu kalang kabut pasalnya pembahasan mereka terlalu vulgar namun berbeda lagi dengan El yang tidak memiliki urat malu jika menyangkut istrinya.


"emangya kita hanya numpang". protes orang yang masih berdiri di ambang pintu dengan kesal. Sudah dari tadi pintu diketuk olehnya namun tidak ada sahutan dari luar dan setelah pintu di buka, memperlihatkan dua manusai yang sibuk dengan dunianya  hingga lupa masih ada penghuni lain. Pantas saja.


"Ngapain kesini". Tanya El dengan tidak suka sebab kesenangannya di ganggu tiba-tiba.


"Ya elah, gitu aja ngambek. Rindu lah sama kamu yang entah bersemedi dimana hingga lupa jalan pulang dan lupa istri dan sekali pulang dunia milik berdua". Protes Riko yang meminta cuti agar bisa melihat kondis El yang di nyatakan sudah siuman setelah operasi beberapa jam.


"Enak aja Rindu, saya Masi normal ya dan ni buktinya". Tunjuk El di perut sang istri, mengingatkan kepada tamunya bahw dia lelaki sejati bukan lelaki belok.


"Emang siap juga yang suka sama batangan. Najis gw". Jawab Riko bergidi ngeri dengan ucapan temannya. "Lagi pula ni ya, gw punya yang manis dan ah hangat bangat pas disentuh". Sambungnya lagi vulgar membuat pipi rindu memerah. Ternyata Riko dan El tidak ada bedanya, Sama-sama mesum.


"By rindu ke kamar mandi bentar ya". Pamit rindu menjau dari percakapan yang akan berlanjut dan mengandung bahasa iya-iya.


"Mau ngapain sayang". Tanya El tidak ikhlas di tinggal.


"Mau buang air by". Ucapnya berlalu pergi dan adegan itu cukup membuat Riko masam. Kenapa juga Sindi tidak dia ajak


Andaikan hari ini tidak ada ulangan mungkin Riko akan membawa anak orang terbang bersamanya sekalian jalan-jalan setelah menjenguk sang sahabat. Ah dia sangat merindukan gadis SMA nya.


"Ng usah aneh-aneh kamu ya kalau ngomong, istri gw Masi kecil. Ng pantas ngedengarin kata jorok". Protes El yang lupa pembahasannya beberapa menit yang lalu.


"Cih. Anak kecil tapi udah bisa bikin anak dan Ng suka dengar teori tapi langsun praktek". Jawab Riko enteng yang tahu beberapa menit yang lalu mereka habis bahas apa.


"Diem Lo ya". Protes El tidak terima.

__ADS_1


"Aela orang cuman becanda kali. Ngomong-ngomong keadaan kamu gimana". Tanya Riko yang sebenarnya tujuannya datang untuk mengetahui keadaan sang sahabat.


"Seperti yang kamu liat, saya sehat soalnya vitamin saya  selalu nemenin jadi di pastikan saya akan pulih secepatnya". Jawab El yang membuat Riko memutar matannya malas.


__ADS_2