
sang Surya yang telah meleburkan gelapnya awan menjadi Binaran terang. dengan suara bising di atas ketinggian yang cukup memanjakan mata. hamparan destinasi karya manusia membuat beberapa mahluk bersorak akan maha karya sang pencipta namun tidak untuk satu manusia yang dari tadi menekuk wajahnya. laki-laki yang ada di sampingnya dengan tangan Masi setia melingkar di perut dan dagunya disandarkan di atas kepala.
"El, ingat tempat. disini itu ada anak kecil". protes sang mama yang tidak habis fikir dengan kelakuan anaknya yang semakin hari semakin kekanakan. dengan sikap manja yang tidak lagi malu-malu di tampakkan di depan keluarga. benar-benar pedo.
namun beda dengan ibunya Rindu yang melihat penampakan di depan. beliau sangat bahagia, sebab melepas anaknya bukan sebuah kesalahan tapi bisa di bilang anughra.
laki-laki yang sekarang lengket bagaikan perangko di badan anaknya cukup membuatnya bahagia namun satu hal yang mamanya khawatirkan sekarang. bagaimana perjalanan kisah mereka kedepan. menerima El dalam keluarganya sama halnya membuang diri dalam lubang kematian. bukan tanpa alasan, musuh pebisnis kerajaan terbesar cukup membuat hidup terancam setiap saat. itulah yang di kawatirkan ibunya Rindu akan nasib keluarga anaknya.
"apa sih ma, lagipula ini momen membahagiakan. naik heli bersama istri, dengan melihat pemandangan dibawah sana, ah romantisnya". kata-kata terakhir membuat Rindu geli sendiri dengan bahasa suaminya Tan tampa sadar tersenyum. tapi beda lagi dengan mamanya yang rasanya ingin muntah atas kelakuan absur anaknya.
"El, kamu itu kayak ABG baru mereka". kata-kata sang mama sukses membuat adiknya El menyemburkan tawa yang langsung di hadiai plototan dari sang Kaka dan cubitan dari sang ibu.
"benarkan ndre kata mama". tanya mama El kapada Andre. setelah pernikahan mereka di gelar mamanya El tidak menganggap ibunya Rindu seperti besan melainkan saudara. bahkan meminta Andre manggilnya mama seperti Rindu.
__ADS_1
"hahahaha, iya ma". jawabnya polos yang lagi-lagi mendapatkan cubitan dari sang ibunda.
"Ng sopan ndre, itu Kaka ipar kamu yang artinya lebih tua dari kamu". nasehat sang ibu atas kelakuan blak-blakkan anak laki-lakinya.
"uang jajannya Andre saya potong ya?". ancaman yang sukses membuat Andre menetralkan wajahnya.
"ah kak El mah,tha Bast. udah lanjutin aja mesra-mesraan nya. anggap aja kita ini cuman numpang duduk". dukungan yang penuh sindiran namun di iya kan sama mamanya El. tapi sebelum mamanya El bicara. benda pipi yang ada di saku celana El tiba-tiba per dering.
"El, seperti tebakan awal bahwa di mansion kamu ada penyusut, dan sekarang dia suda kami tahan hanya saja kabar terakhir yang kami dapatkan. kakek dan paman melancarkan aksinya untuk menyerang malam ini, tapi kamu tenang saja karena tuan Sam ikut membantu kita, hanya saja musuh kita ternyata komplotan dari mafia serigala, wajar saja jika mereka begitu ambisius karena memang incaran mereka adalah harta untuk memperkaya diri". terang sang penelpon yang ada di sebelah sana.
"baiklah, aku usahakan kembali sore nanti". ucapan El yang terakhir sukses membuat Rindu matanya berkaca-kaca. berpisa dengan sang suami untuk membela kebenaran dan mengupas tuntas kejahatan bukanlah harapannya.
terapi, Rindu sendiri tidak punya pilihan selain ikhlas. resiko istri pengusaha sukses akan di incar banyak orang-orang ambisius.
__ADS_1
El yang masi menggenggam benda pipi di tangannya, menundukkan kepalanya untuk mencuri satu kecupan di wajah sang istri tapi sebelum itu terjadi, matanya di buat terperangah dengan raut muka sang istri yang tiba-tiba berubah.
"hubby mau balik, kenapa? ada masalah?". jawabnya dengan suara bergetar.
dengan nafas berat El harus menjawab pertanyaan istri tercintanya. "iya sayang soalnya kata Arka ada miting penting yang tidak bisa di wakili". untuk kebohongan sekian kalinya yang cukup membuat hati Rindu di remas.
"apa tidak bisa nginap?, semalam aja gitu!". tanya rindu dengan perasaan tidak enak. dengan mata Masi fokus menatap mata El berharap disana ada harapan untuk mencegah suaminya kelubang maut.
"hubby janji, besok akan balik kalau semua sudah selesai". mencoba meyakinkan sang istri dengan senyuman dipaksakan dan tangan Masi setia menangkup wajah sang istri. sedangkan orang-orang yang ada Disana hanya bisa menahan nafas dan mengalihkan pandangannya serta memasang telinga dengan baik.
"janji". pintanya yakin.
"janji sayang". balas El meyakinkan meskipun akan banyak hal tidak terduga terjadi.
__ADS_1