LENTERA

LENTERA
part 15


__ADS_3

Happy Reading


__________________


Pulang sekolah Varka dan Helsha sengaja pergi dulu ke tempat yang biasa mereka datangi, kali inipun Varka tidak takut dimarahi hanya karena pulang Terlambat sebab kedua orangtuanya sedang pergi ke luar kota.


Pukul tiga sore adalah waktu yang sangat tepat untuk sekedar melepas penat ditempat ini, Dibawah pohon rindang dan memandang sungai didepan sana yang begitu indah ditambah lagi ada seseorang yang sangat ia sukai menemaninya sambil meminum es kelapa.


Varka Terkekeh saat melihat Helsha menyeruput minumannya dengan begitu keras


"Ih malah ketawa" ucap Helsha menatap Varka heran


"Abisnya kamu tuh gemesin tau gak, Minum aja berisik" ucap Varka terkekeh


Helsha tersenyum kemudian meletakkan gelas minumannya dan menatap Varka


"Liat...." Ucap Helsha Sambil mendekatkan wajahnya pada Varka.


Varka tertawa pelan lalu mendorong pelan kening Helsha menggunakan telunjuknya agar sedikit menjauh.


"Jangan deket-deket gitu Sha" ucap Varka


"Kenapa? Deg-degan ya? Cieeeee...." Ledek Helsha sambil tertawa


Varka tiba-tiba saja merasa gerah pada tubuhnya, Wajahnya terasa panas dan keringat juga tiba-tiba saja muncul.


Helsha langsung tergelak saat melihat wajah Varka yang berubah kemerahan karena malu, Ahh Lelaki ini salah tingkah rupanya. Helsha selalu bisa membuat Varka jadi seperti ini.


"Hahahaha... Cieeee yang mukanya jadi merah.. hahaha tambah ganteng" ucap Helsha


Varka langsung memalingkan wajahnya dan ikut tertawa karena malu, ia tidak menyangka akan tertangkap basah sedang salah tingkah seperti ini.


"Varka liat sini ihh..." Ucap Helsha sambil tertawa


"Jangan deket-deket Sha!!" Ucap Varka berusaha menghindar dari tangan Helsha


"Hahahaha....cieeeee" Helsha tertawa begitu kencang dan lepas


Varka diam-diam menoleh kearah Helsha yang tengah tertawa, ia tersenyum saat melihat tawa bahagia dari perempuan yang begitu ia sayangi lebih dari dirinya sendiri.


Cantik..


Itulah yang dipikirkan Varka, perempuan dihadapannya ini begitu cantik dengan kesederhanaan yang dimiliki, Bukan hanya sekedar cantik parasnya namun cantik juga hatinya.


Setelah dirasa sudah tidak terlalu malu lagi, Varka memberanikan dirinya untuk menatap Helsha


"Helsha...." Ucap Varka


Helsha mengatur napasnya agar bisa berhenti tertawa lalu menatap Varka


"Apa? Masih malu??" Tanya Helsha sambil menahan tawa


"Enggak Kok"


"Yaudah kalau gitu mau ngomong apa barusan?"


"Jangan kayak gitu lagi ya"

__ADS_1


"Kayak gitu gimana?" Goda Helsha sambil mengangkat alisnya


"Jangan deket-deket kayak tadi... Aku gak bisa"


"Kok gak bisa?"


"Aku...eumm.. deg-degan Sha" ucap Varka malu-malu sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal


Lagi-lagi Helsha tertawa mendengar ucapan Varka yang masih saja malu-malu


"Varka apaan sih... Ya ampun hahaha" ucap Helsha masih tertawa


Varka tersenyum menatap betapa cantiknya perempuan yang bersamanya


"Kamu cantik Helsha..." Ucap Varka tiba-tiba yang berhasil membuat Helsha langsung terdiam.


Helsha terdiam bukan karena ia tidak suka dipuji seperti itu. Tapi ia terdiam karena merasakan sesuatu yang aneh dihatinya, seperti ada yang menggelitik? Dan jantungnya tiba-tiba saja berdebar tak karuan.


"Cantik banget... Gemesin" ucap Varka sambil mencubit pipi Helsha


"Wah..." Ucap Helsha melongo sambil mengusap dadanya yang berdebar


Keduanya langsung tertawa secara bersamaan seolah apa yang mereka pikirkan adalah hal yang sama. Ya seperti itu, Rasanya sangat menyenangkan sekali tertawa bersama dengan Seseorang yang sudah hampir satu tahun ada disamping kita.


"Helsha..." Panggil Varka setelah terdiam begitu lama


"Iya Varka."


"Kalau suatu saat nanti ada seseorang yang bisa bikin kamu ketawa selain aku, Apa kamu bakal ninggalin aku sendirian?" Tanya Varka pada Helsha


"Kalau suatu saat, ada banyak hal yang lebih bisa bahagiain kamu selain senyum aku , apa kamu bakal pergi ninggalin aku juga Sha?" Lanjut Varka sambil menunduk


"Varka Kok ngomong nya gitu?" Tanya Helsha Menoleh pada Varka


"Gapapa Kok Sha, aku cuma mau tau aja..."


"Varka..."


"Aku terlalu takut Sha.. "


Tangan Helsha terulur mengusap lembut punggung tangan Varka.


"Varka dengerin Helsha ya?"


"Sebanyak apapun hal yang nantinya bisa bikin Helsha Bahagia, apapun itu kebahagiaan nya, Helsha gak bakal ninggalin Varka sendirian. Daripada Helsha harus ninggalin Varka karena ada hal yang lebih bisa bikin Bahagia, mending Helsha libatin Varka dalam kebahagiaan itu. Helsha gak akan ninggalin Varka, Helsha mau Varka juga bahagia. Kalau Helsha bahagia Varka juga harus ngerasain bahagianya Helsha." Ucap Helsha penuh ketulusan


"Varka kenapa? Lagi banyak pikiran ya?"


Varka mengangguk pelan


"Sha, kalau misalnya kak Gibran suka sama kamu gimana? Apa Helsha juga bakal ninggalin Varka kayak Papa sama mama?" Tanya Varka menatap Helsha.


Helsha menatap sendu netra Varka. Dan benar saja, banyak sekali kekhawatiran dan ketakutan Dimata Varka.


"Varka, lihat Helsha" ucap Helsha.


Varka menurut dan melihat kearah Helsha

__ADS_1


"Kalaupun iya nantinya kakak kamu suka sama Helsha, tapi Helsha gak mau. Helsha kan udah janji sama Varka kalau Helsha gak bakalan ninggalin Varka, Varka lupa ya? Helsha gak bakal kemana-mana Varka, jangan mikir yang aneh-aneh. Ya Varka?"


"Kalau gitu, ayo Janji lagi" ucap Helsha


"Janji apa?" Tanya Varka


"Janji jangan saling ninggalin sampai nanti kita sama-sama dewasa, Pokoknya apapun masalahnya kita harus tetep bersama, ya?" Ucap Helsha


Varka menghela napas lalu menarik tangannya dari genggaman Helsha. Mendengar perkataan Helsha membuat Varka tersadar, Akankah ia bisa bertahan sampai dewasa nanti? Bisakah ia menemani Helsha hingga perempuan ini dewasa?


"Kamu takut sama apa sebenarnya? Aku gak akan kemana-mana" ucap Helsha


Sekeras apapun Helsha berusaha menyakinkan Varka, rasa takut dan khawatir Dimata Varka tak kunjung menghilang.


"Janji ya, kita harus sama-sama terus. Udah dong jangan khawatir lagi, Helsha gak akan pergi" ucap Helsha tersenyum.


"Tapi aku yang bakal ninggalin kamu" ucap Varka dalam hati.


Varka menunduk kemudian mengangkat kembali kepalanya sambil menarik napas dalam


"Sha, Kalau nanti Helsha ketemu sama seseorang yang bisa bikin Helsha lebih bahagia dari Varka, bilang ya." Ucap Varka sambil tersenyum


"Varka apaan sih, Helsha gak suka ya Varka ngomong kayak gitu"


"Varka gak mungkin bisa selamanya nemenin Helsha, Helsha juga harus ngejalanin hidup Helsha tanpa Varka nantinya"


"Sumpah Helsha gak suka ya kalau Varka udah ngomong kayak gini lagi. Emangnya Varka mau kemana?!! Mau ngapain? Masih gak percaya sama ucapan Helsha barusan,! Iya?"


"Sha gak gitu..."


"Terus apa? Bisa gak Varka percaya sama Helsha, Helsha gak bakalan biarin Varka sendirian lagi"


Tiba-tiba saja air mata Helsha turun begitu saja membasahi pipinya, membuat Varka terkejut bukan main.


"Sha..." Ucap Varka langsung menggenggam tangan Helsha dan menghapus Ari matanya


"Helsha gak suka kalau Varka ngomong kayak gitu, Varka gak sendirian. inget gak sih Helsha ada disini.... Sama Varka... Jadi Varka juga harus ada disini sama Helsha..."


Varka langsung membawa Helsha kedalam pelukannya, demi apapun Varka lemah jika melihat Helsha menangis. Apalagi Helsha menangis karena dirinya, bukannya Varka lupa dengan Helsha yang selalu menyakinkan dirinya dan menepati apapun yang ia katakan, tapi ia juga sadar jika waktu nya mungkin tidak banyak untuk bisa selalu menemani perempuan ini.


"Janji sama Helsha, kalau Varka gak akan pernah pergi kemana-mana? Janji ya?" Ucap Helsha setelah tangisannya reda


"Yaudah Varka janji, tapi Helsha jangan nangis lagi. Helsha tau kan Varka paling gak suka kalau liat Helsha nangis apalagi karena Varka" ucap Varka sambil melepaskan pelukannya dan menghapus jejak air mata dipipi Helsha


"Varka janji bakal terus ada disamping Helsha. Udah ya maafin Varka karena terlalu takut..."


"Janji ya?"


"Iya Varka janji Sha"


"Jangan mikir kayak gini lagi ya Varka, Helsha gak suka"


"Iya gak bakal..."


.


Varka menatap lekat perempuan dihadapannya yang kini begitu erat menggenggam tangannya seolah takut jika dirinya pergi. Semoga Semesta mengijinkan Varka untuk bisa menepati janjinya untuk selalu ada disamping Helsha, Semoga semesta tidak sejahat itu untuk mengambilnya lebih dulu dari dunia ini.

__ADS_1


Terimakasih Helsha Karena selalu bisa membuat Varka merasa tenang dengan segala ketakutan dalam dirinya. Ketakutan akan ditinggalkan dan meninggalkan


__ADS_2