
Rindu yang kelut karena pemikiran, kini masuk kedalam kamar lalu membersihkan diri dengan secepat kilat lalu menggunakan gaun tidur super tipis kemudian naik keatas tempat tidur tanpa menutupi tubuhnya dengan selimut.
tujuan utamanya adalah, memberikan suaminya pelajaran. dia tidak peduli konsekuensi menjaili sang suami, asalkan rasa kecewanya bisa terbayarkan.
"ampuni Rindu ya Allah". gumannya dengan menyeka air matanya.
entah kenapa, selama hamil dirinya semakin cengeng bahkan hal sekecil saja. dengan mengusap perut nya yang dua bulan lagi akan mengecil seperti sedia kalah. "sehat-sehat ya sayang? bunda sangat sayang sama kamu'. ucapnya dengan menatap kosong ke arah nakas dengan membelakangi pintu.
tidak lama kemudian, pintu di buka dari luar dan rindu tahu siapa yang kini memasuki kamar dengan pelan, kemudian tempat tidurnya terasa bergerak.
"sayang". sebuah suara dengan bertepatan tangan melingkar di perutnya. "maafkan hubby kalau udah bikin kamu sakit". dengan mengecup ubun-ubun sang istri beberapa kali dan berusaha menatap wajah Rindu yang kini terpejam. dengan menarik nafas kasar, El lalu menghembuskan nya kembali.
"tidur yang nyenyak". ucapnya lalu berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah kamar mandi tertutup, Rindu membuka matanya secara pelan dan menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup rapat.
didalam kamar mandi, El menatap wajahnya di cermin. menelisik apa yang sudah terjadi beberapa menit yang lalu sehingga membuat mood istrinya hancur kbali. tapi untuk sekarang dia harus membersihkan diri.
...****************...
malam menyingsing, memperlihatkan gemerlap bintang menghiasi gelap, senja mengintip di balik tirai yang tertiup angin.
di atas sajadah dua manusia berbeda saf yang telah selesai menunaikan ibadah wajib sebagai seorang muslim, dengan menerima uluran tangan sang suami lalu melabukan kecupan sebagai tanda memuliakan posisi sang imam dalam hidupnya.
"mas, aku mau tidur di kamar mama malam ini. boleh kan?". ternyata acara jama'ah yang di lakukan belum juga meredamkan hatinya yang bergemuru dan belum puas memberikan pelajaran pada sang suami. dia tahu apa yang di lakukan adalah dosa tapi meyiksa diri juga dosa jadi untuk menenangkan hatinya. meskipun begitu, Rindu harus mendapatkan ridho izin dari suaminya untuk berpindah tempat tidur malam ini.
__ADS_1
El yang mendengar itu, langsung menjatuhkan rahangnya. ibadah yang tertunda siang tadi, niatnya akan digunakan Malam ini, tapi malah gagal lagi. demi menghargai permintaan sang istri, El terpaksa menyetujuinya demi memperbaiki mood sang istri karena sepertinya El sudah melakukan kesalahan fatal. dan yang membuat El semakin yakin bawah istrinya sedang tidak baik-baik saja, karena panggilan namanya yang berubah. oke, El paham istrinya sedang dalam mode mara.
"boleh, tapi hubby boleh ikutkan". meskipun mengizinkan sang istri tidur di kamar berbeda, tapi el juga harus ikut.
Rindu yang mendapatkan izin dari suaminya sangat senang, tapi setelah mendengar kelanjutan permintaanya, merasa tidak enak. tadinya ingin menghindar, tapi malah terjebak kembali untuk tidur satu ruangan.
"emang tempat tidur mama muat?" masih dengan mode yang sama, mencari alasan agar suaminya tidak mengekorinya.
"hubby bisa tidur di sofa". jawabnya yang membuat hati Rindu seperti di tabok. sekejam itukah dirinya membuat El tidur di tempat yang kecil? rindu tidak setegah itu. tapi karena hatinya yang merasa gelisah, maka Rindu mengiyakan.
"ya udah". dengan melepas mukenanya lalu menyimpan di gantungan kemudian mengambil bantal guling serta kepala untuk di bawa ke kamar Sinta.
setelah ritual persiapan mereka, kini El dan Rindu sudah ada di depan kamar Sinta.
"waalaikumsalam. loh Rindu! ada apa sayang?". tanyanya dengan mengerutkan keningnya dengan bawaan Rindu seperti orang mengungsi dan jangan lupakan El yang sudah membawa selimut.
"Rindu boleh tidur di sini kan ma". pinta rindu dengan wajah memelas.
"iya, boleh sayang". jawabnya dengan menatap El untuk mencari jawaban dari apa yang baru saja terjadi dan malah di jawab gelengan kepala oleh El.
"kamar kalian tidak kebanjiran kan?"
selidik Sinta dengan nada bercanda.
__ADS_1
"nga lah ma". Jawab El yang sudah menuntun Rindu ke arah kasur lalu memperbaiki posisi tidurnya, kemudian menutup tubuh sang istri dengan selimut sebatas dada dan kemudian meninggalkan kecupan di dahinya.
"selamat tidur sayang". kemudian El, melangkah ke arah sofa untuk mengambil posisi tidur.
beberapa jam kemudian, kini Sinta sudah terlelap dan juga El sudah memejamkan mata tapi Rindu tidak bisa tidur. dengan menatap suaminya berharap dengan melihat waja El, Rindu bisa terlepa karena biasanya rindu sangat nyaman dalam pelukan El. tapi sebanyak apapun Rindu menatap wajah suaminya, tidak akan bisa membuatnya mengantuk. dengan menyibak selimut lalu melangkah mendekati El dan mengambil posisi berbaring di samping sang suami, kemudian melingkarkan tangannya di perut El dan menjatuhkan kepalanya di dada bidang sang suami. adem dan nyaman, itulah yang Rindu rasakan.
El yang sebenarnya belum terlelap, mengintip dengan ekor matanya kemudian tersenyum miring. sok soan mau tidur sendiri, tapi tidak bisa kalau tidak dalam dekapan El.
setelah memastikan Rindu terlelap, kini El mengangkat Rindu untuk membawa ke arah kamarnya.
...****************...
dibawa langit , sayup-sayup terdengar bisikan angin yang membelai Surai indah, dibalik kaca, pepohonan menikmati gemericik air yang menetes dari sela-sela daun, air jatuh dari atas langit mengetuk jendela kaca, mengingatkan azan telah berkumandang. panggilan menemui sang pemilik nyawa di atas sajadah yang berbalutkan kain khusu para perindu surga.
dengan mengerjab, mengembalikan separuh nyawanya yang masih tersisah di alam mimpi. tidurnya begitu nyenyak. dengan memejamkan mata lalu menghirup udara segar dan kemudian merabah tangan yang melingkar di perutnya. tangan kokoh, yang berurat? dengan mengerutkan keningnya lalu menatap sekeliling. bukannya semalam dirinya tidur di kamar sang mertua? lalu kenapa sekarang posisinya berada di kamar sendiri? otak cantiknya berputar ke beberapa jam yang lalu. kini dia paham alasan kenapa dirinya bisa di sini. dengan melihat jam yang ada di atas nakas 05:00. waktu subuh sudah tiba.
"mas, bangun". dengan menggoyangkan lengan sang suami agar kembali ke alam sadar.
"hmm. jam berapa sayang?". rasanya matanya sangat berat untuk terbuka.
"udah mau lewat subuh". jawabnya lalu turun dari tempat tidur dengan menggunakan sandal rumah berbentuk hello Kitty, kemudian melangkah kekamar mandi.
El yang sebenarnya sudah bangun dari tadi, mendengar semua ucapan Rindu tapi rasa nyamannya yang membuat malas untuk beranjak.
__ADS_1
mendengar panggilan 'mas' El, yakin bahwa istrinya masih mara. biar selepas sholat El akan memastikan apa yang membuat perubahan Rindu yang begitu tiba-tiba. tapi sebelum beranjak, notifikasi di hpnya membuat atensinya teralihkan. 'tanpa nama?' karena penasaran, akhirnya El membuka pesan tersebut dan membuat matanya menajam.