
seperti keyakinannya bahwa semua akan berada dalam geggaman jika menyangkut tentang uang. hidup dan mati akan di tentukan oleh uang. lupa akan kodrat sebagai ciptaan. hingga kufur pada sang pencipta dan membawa kemalangan pada diri sendiri.
malam mencekam yang dihiasi dengang suara bising berasal dari benda yang dapat mematikan jikalah menembus organ kelemahan manusia.
sejak 3 jam yang lalu. pertempuran yang menumbangkan beberapa nyawa, baru berakhir beberapa menit yang lalu.
seorang lelaki Tua, duduk di atas kursi yang di kelilingin manusia berseragam hitam dengan atribut yang sama di tengahnya terdapat senjata.
takut? itulah yang di rasakan.
incarannya beberapa tahun yang lalu, kini melebur bersama keserakahan. tabiat kekeras kepala dan dengki, kini merubah dirinya menjadi monster pencabut nyawa.
namun hari ini. dibawa gelapnya malam, berhiaskan sunyi dan berhembuskan angin. tidak lagi berasa semua terasa sesak.
salah satu diantara mereka, ada satu yang selalu menjadi incaran sebagaiman kunci dari kesuksesan jika hal itu mampu di genggam.
__ADS_1
sesal? ya. itulah yang kian menghimpit rongga dadanya. oksigen tidak lagi terasa. semuanya sesak. bahkan penglihatannya terasa terbatas.
"maafkan kake El". ucapnya untuk sekian kali dengan air mata meluncur bebas.
dalam situasi yang melibatkan pertikaian antara saudara adalah sesuatu yang harus dihindari namun banyak di antara mereka yang gelap mata, hingga menghalalkan segalah kejahatan.
memaafkan?.
El akan melakukannya sebagaiman semestinya manusia. namun untuk membebaskan. itu tidak bisa di tunaikan sebab ada nyawa yang telah menjadi korban, jadi segalah hal yang berbaur tentang kesalahan harus di pertanggung jawabkan, sedikit banyaknya. itulah hukum yang berlaku. tapi bukan berarti nyawa harus di balas nyawa. tetapi perlu membersihkan diri dengan cara merenung akan sebuah kesalahan yang pernah terjadi.
ucapan El membuatnya terpaku. anak yang jadi korban atas kesetanan hingga membawanya kepada kemalangan. mamanya depresi, jauh dari perhatian dan kasi sayang.
"dengan banyaknya kesalahan yang telah saya perbuat kepada keluarga kamu, tetapi kenapa kamu begitu mudah memaafkan lelaki tua ini". tanyanya dengan wajah sendu. menatap anak laki-laki yang selama ini ingin dia hancurkan. tetapi apa yang di terima? kemurahan hati.
"saya bukan anda. lagipula jika saya melakukan nyawa di balas nyawa, lantas bedanya saya dengan anda apa". tanyanya balik dengan tatapan tajam. "dan ya, istri saya wanita mulai, jadi untuk itu saya tidak ingin terlihat jahat dimatanya jika saya membalas dengan hal yang setimpal." sambungnya lagi mengingat bagaiman kelembutan sang istri tercinta. yang kini entah bagaiman kabarnya. rasanya El sangat merindukannya.
__ADS_1
menuntut balas dengan harga yang sama, bukanlah solusi yang tepat. merenggut nyawa layaknya binatang bukanlah sifat manusia. jika hal seperti itu yang terjadi, maka yang perlu di pertanyakan adalah ragamu sebenarnya di huni oleh apa?.
bersikaplah selayaknya manusia dan biarkan maha hakim yang memberikan balasan sesuai dengan alur takdir, cukup kita sebagai manusia menikmati proses dari skenario yang telah di tuliskan.
"saya akan membayar semuanya menerima hukuman atas semua perbuatan yang telah saya lakukan". pasrah pada keadaan yang kini membelenggunya. dengan intonasi suara yang tidak lagi terdengar baik-baik. mengambil sebuah pil lalu menelannya.
"semogah di kehidupan selanjutnya, saya bisa menjadi orang yang baik". ucapnya dengan suara yang mulai bergetar." berbahagailah Erlangga". pamitnya sebelum tumbang dengan keluarnya busa dari dalam mulut. membuat semua yang ada di sana ikut pamit akan kejadian yang diluar dari rencana mereka.
"siapkan mobil, cepat". teriaknya menggema. sebenci apapun dirinya kepada lelaki tua yang kiri ada di hadapannya, Erlangga Masih memiliki jiwa kemanusiaan.
"kenapa juga kamu mesti menyelamatkannya". tanya Sam yang sudah malas melihat drama lelaki tua yang tidak tau diri. di penghujung maut baru mendapat hidayah. entah malaikat maut mau memberikan kelonggaran penyiksaan jikalah ajal merenggut paksa nyawanya. memikirkan saja membuatnya merinding.
"aku ingin dia menebusnya di penjara, bukan di kuburan". balasnya yang tergesa-gesa mengangkatnya masuk kedalam mobil dengan di bantu beberapa pengawal. namun bertepatan dengan itu, suara tembakan langsunh menggemah dan membuat satu laki-laki tumbang. dan hal itu sukses membuat orang-orang disana berhamburan untuk mencari sang penembak. entah berapa nyawa yang dimiliki hingga menumbuhkan keberanian yang begitu besar.
Dor
__ADS_1
"Erlangga, Tuan". teriaknya bersamaan