
di sebuah gedung seorang perempuan umur 30 tahun ke atas, dengan gaya elegan membela setiap lorong dengan perasaan sesak dan Amarah. marah karena di permainkan oleh takdir yang di jembatani oleh ayahnya. kepergian nya secara tiba-tiba beberapa tahun yang lalu, bukan rencananya, semua diluar dari kuasanya. ayahnya, meminta untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri dengan dijanjikan harta warisan setelah menyelesaikan studinya. selain pergi secara mendadak, dirinya juga di minta untuk fokus belajar dan di larang untuk memiliki kekasih. jika tidak menuruti perintah sang ayah, maka dirinya akan di lengserkan dari penerima warisan terbesar. karena tidak ada pilihan lain, maka Raina harus mengambil jalan yang sudah di atur oleh sang ayah tanpa berpamitan kepada Erlangga. demi belajar mati-matian agar bisa menyelesaikan studinya secepatnya dan kembali ke tanah air untuk menunaikan kisah mereka yang sudah di susun secara mantap, namun harapannya selama 7 tahun tenggelam begitu saja setelah wisudah dengan gelar doktor, Raina harus menelan pil pahit. dirinya di jodohkan dengan pengusaha muda yang bergerak di bidang batu bara Ter besar di LA. hidupnya terasa hancur setelah itu, tidak ada lagi warnah dan kebahagiaan, mentalnya rusak seiring berjalannya waktu. hingga waktu itu tiba, dimana dirinya harus belajar ikhlas dalam menerima permainan takdir. suatu kesyukuran bagi Raina, meskipun di hatinya tidak ada tempat untuk Bram, setidaknya dia bisa merasakan kehangatan dengan segalah limpahan kasih sayang yang di berikan suaminya selama 6 tahun pernikahan mereka. di saat dirinya sudah bisa menerima takdir, tiba-tiba badai besar datang menghantam hatinya. suaminya di kabarkan kecelakaan dengan menabrak pembatas tol hingga merenggang nyawa. untuk yang kesekian kalinya, Raina harus mengalami rasa sakit yang amat dalam. entah tuhan mencintai nya atau malah sebaliknya, dengan tak tersisa belas kasih, membuat hatinya di tikam ribuan jarum. hati mana yang tidak akan terluka jika orang yang selalu memberi warnah dalam hidup hingga satu-satunya orang yang jadi teman dalam suka maupun duka, kini bergundukkan tanah. sakit dan sesak, itulah yang di rasakan.
setelah beberapa bulan mencoba untuk bangkit dari keterpurukan, Raina memantapkan hati dan niatnya untuk kembali ke ibu Pertiwi dengan membawa sejuta harapan akan kebahagian yang akan menyambutnya.
setelah rencananya disusun rapi, Raina mendatangi kantor sang kekasih, awalnya dia sangat bahagi setelah melihat orang yang amat di cintainya bisa di dekap dalam pelukan tapi kebahagiaan itu tak berlangsung lama setelah pintu di buka dari luar dan memperlihatkan perempuan dengan perut buncit. awalnya, Raina tidak ambil pusing tapi setelah El melepas pelukannya secara paksa lalu mengejar wanita tadi dan memanggilnya dengan kata sayang, dunia Raina sekaan jungkir balik. Raina tidak paham, cerita apa yang sudah di lewati beberapa tahun selama dirinya menghilang karena ancaman sang ayah. dengan perasaan campur aduk, Raina mencoba mendatangi kediaman Wijaya, namun ekspresi dan penyambutan yang di dapatkan tidak lagi sehangat dulu yang biasa di hadia Pelukan dan kecupan dari Sinta, bahkan kesannya seperti orang asing yang salah alamat. hatinya begitu piluh seperti di remas, dadanya sesak. tapi untuk bisa mengurai rasa sedihnya, Raina mengunjungi cafe yang biasa di jadikan tempat kencang hanya untuk sekedar makan dan cafe tersebut terbilang cafe favorit mereka. setelah tiba di sana, Raina sangat bersyukur karena bisa menghirup aromah yang masi sama meskipun sudah banyak berubah bahkan aromah Erlangga seperti menghangatkan rongga dadanya. dengan melangkahkan kakinya untuk meninggalkan parkiran, tapia siapa sagkah dirinya di pertemukan dengan orang yang begitu di rindukan. senyumannya yang tadi begitu merekah, tiba-tiba surut setelah melihat El memeluk pinggang seorang perempuan dengan perut buncit. fikirannya sempat terkeco, tapi semua di tepis, berharap dirinya hanya berhalusinasi.
"El, kamu Masi ingat restoran favorit kita". dengan waja berbinar dan harapan besar, Raina menatap lelaki penghuni hati nya.
__ADS_1
mendengar namanya di sebut dengan suara yang begitu asing tapi sangat di kenal.
menatap wanita yang tadi menyapanya.
"Raina. kenalin Rindu, istri aku". luntur sudah senyuman yang tadi mereka dan hati menghangat berubah bergemuruh. namun sekuat tenaga Raina menekan hatinya agar terlihat baik-baik saja.
"Raina, teman dekat El saat masa SMA". seperti ada nada penegasan di kalimat yang sempat membuat rindu menegang begitupun El. takut jika istrinya kabur atau tidak mau menemuinya. mengingat ucapan sang mama, membuat El harus waspada. dia tidak ingin mengecewakan keluarganya termasuk istrinya. El sudah pernah merasakan pedihnya kecewa dan dia tidak ingin hal itu terjadi pada istrinya.
__ADS_1
"Rindu. nyonya Erlangga Wijaya dan istri Erlangga Wijaya". dengan menegaskan posisinya yang begitu penting di hidup El tak lupa juga mendekat suaminya semakin erat untuk mempertegas hak atas kepemilikan terhadap suaminya yang tidak bisa di colek bahkan di sentuh se ujung kukupun.
melihat tingkah wanita di depannya, membuat Raina terpaku, bukan persoalan perkenalan diri yang berlangsung beberapa menit tapi perlakuan El yang begitu lembut dan romantis. tanpa melihat situasi seperti apa, El melabukan kecupan singkat di pipi Rindu. hatinya seperti di cabut dari rongga dadanya sehingga membuat nafasnya seperti berhenti. dengan mencoba berdamai dengan keadaan, Raina undur diri dari pemandangan tak biasa yang di lakukan sepasang suami istri.
"ya udah aku balik duluan". dengan melupakan tujuan awalnya, Raina Langsung meninggalkan tempat tersebut setelah mendapatkan balasan. dengan air mata yang mengalir tanpa di komando. Raina harus mendapatkan luka yang begitu sakit setelah penantian ya beberapa tahun belakangan ini hingga kesempatan itu datang kembali tapi semua hanyalah angan belaka. tidak ada lagi kebahagiaan yang di temukan di sana, yang ada hanya rasa asing yang tersisa. ingin menghakimi Takdir nya yang begitu pilu atas semua yang membuat hidupnya berantakan tanpa tersisa. entah apa yang telah di perbuat di masa lalu sehingga membuat dirinya berada di titik terendah seperti sekarang ini. mencintai lelaki masalalu yang ternyata telah beristri dan parahnya hanya sebuah penolakan yang di dapatkan bahkan dirinya bak orang tak di kenal.
"non, kita akan kemana". sang sopir yang melihat majikanya di rundung kesedihan bingung juga mau mengatakan apa. namun mengingat tujuan mereka tidak pasti, akhirnya sang sopir memberanikan diri bertanya.
__ADS_1
"kembali ke penginapan pak". dia perlu menyendiri dalam waktu beberapa hari untuk menenangkan hatinya.