LENTERA

LENTERA
Terkuak


__ADS_3

setelah resepsi pernikahan Arka dan Siska, kini El dan beberapa bodyguard berada di ruang eksekusi bersama pengantin baru guna merayakan pesta tebak-tebakan yang didepannya telah duduk seorang laki-laki dengan keadaan yang sungguh mengenaskan, bagaimana tidak, wajah yang tidak berbentuk, rambut acak-acakan dan baju yang lusuh akibat pesta tonjok-tonjokan yang di lakukan Arka dan bawahannya.


"Bagaimana dengan jawabannya?". sudah beberapa hari namun salah satu komplotan penguntit tidak juga membuka suara yang akhirnya membuat si bos turun tangan.


" maaf tuan, kami belum sempat mendapatkan jawabannya sebab saat ingin mengatakan siapa bos mereka, tiba-tiba saja dia pingsang". jawab Arka sebab hari itu bertepatan dengan jebakan mantan tunangan sang istri sehingga melupakan tanggung jawab dari bos besar.


"baiklah, biar aku yang mengurusnya". perintah El pada sang asisten pasalnya dia ingin bermain-main sebentar kepada tikus kecil yang ada di hadapannya.


"pulanglah, biar aku yangengurusnya". sambungnya lagi pasalnya dia paham hawa-hawa pengantin baru seperti apa, itu sebabnya dia tidak ingin egois kali ini, membiarkan sang asisten menikmati momen honeymoon.


"maaf tuan tapi sepertinya tidak perlu, biar saya menemani anda". karena dia memiliki rasa tanggung jawab yang besar hingga mengharuskan untuk tetap menjadi tameng bagi sang dewanya, yang di balas helaan nafas panjang oleh El.


"terimakasih, tapi tidak perlu, saya tau tanpa kamu disini, berada di samping saya, kamupun bisa melindungi saya". jawaban yang cukup membuat Arkan tersenyum menyeringai.


"saya tau siapa kamu jadi berhenti berpura-pura, saya bukan Riko yang muda kamu kibuli". sambunya lagi yang membuat Arka menampakkan senyuman iblisnya.


"tapi saya masih butu pekerjaan ini untuk menutup identitas serta menjadi persembunyian".jawabn yang cukup membuat El ingin melempar manusia serigala yang ada di hadapannya.


"Tuan Askara Abimanyu Wijaya yang terhormat, apa anda ingin membahayakan sepupu anda serta ipar anda!?". cukup sudah kesabaran El di uji oleh almarhum palsu yang ada didepannya.


"hahahaha". dengan senyuman iblisnya yang menggema membuat El melotot, apa-apa an senyuamnya itu, fikir El.


"baiklah-baiklah, aku pulang tapi sebelum itu aku ingin ini tetap menjadi rahasia kita sebelum aku menemukan siapa dalang dari kecelakaanku sehingga membuatku harus mengubah semuanya termasuk wajah". dengan perasaan dongkol akhirnya Arka meninggalkan El sendiri.


Masi ingat Abimanyu yang di bahas Subandono dengan Rika?

__ADS_1


setelah kecelakaan yang di alaminya beberapa tahun yang lalu akhirnya Abimanyu harus merubah semuanya hingga harus mengabdi kepada sang saudara dengan identitas baru namun meskipun seperti itu El dapat mengenalinya dengan cara menggunakan uang. apa sih yang tidak bisa digunakan dengan uang?.


setahun setelah Arkan bergabung di perusahaan group Wijaya El melakukan penyelidikam terhadap setiap orang yang menjadi bawahannya guna mengamankan diri dari beberapa bahaya yang bisa saja menjadi kuburan kapan saja.


itulah yang El lakukan hingga dia mendapatkan info terkait tempat tinggal dan pemalsuan data-data Askara menjadi Arka namun satu hal yang tidak mampu El pecahkan adalah siapa pelaku dari kecelakaan tersebut sebab orang yang melakukan sabotase pada malam itu telah meninggal akibat keracunan makanan jadi bukti terakhir terkubur bersama jasad.


...****************...


sedangkan di kediaman nyonya muda Erlangga Wijaya tidak mampu memejamkan mata pasalnya Ayah dari calon anaknya entah dimana . hingga jam 11 malam sang penghuni singga sana hati belum juga nampak.


"hubby Keman sih?" handphone tidak bisa di hubungi, Arka juga dari tadi Ng ngangkat-ngankat". gumanya dengan raut wajah cemas.


"atau aku telpon mama aja ya?". fikirnya yang mulai panik sendiri.


dengan perasaan was-was akhirnya rindu turun kebawah membuat susu coklat untuk di jadikan obat tidur. sebab hanya itu satu-satunya cara agar bisa menghilangkan sedikit kawatir dan mempermudah lelap.


"astaghfirullah". ucapnya dengan dada bergemuru akibat ulah sang suami dan hampir saja gelas yang ada di tangan jatuh andaikan tidak cepat di genggam oleh El.


"maaf sayang". ucapnya dengan mencuri satu kecupan di pipi Rindu, yang membuat rindu memutar tubuhnya dengan perasaan dongkol.


"hubby dari mana, hp Ng bisa di hubungi, kak arka juga Ng angkat-angkat telponya". tanyanya denga. bibir mengerucut lucu didepan El.


"ih gemmessss deh, istri ya siapa sih?. tanya El dengan mencubit pipi sang istri dengan ciuman bertubi-tubi, yang membuat rindu melototkan matanya seking kesalnya, tanyanya apa jawabnya apa, fikir rindu yang kesal sendiri, hingga menepis tangan sang suami jaim.


"eh, eh, eh, mau kemana, kok aku di tinggal?". tanya El sembari mengejar sang istri yang suda menghilang dari hadapnya.

__ADS_1


...****************...


sedangkan di lain tempat ada sepasang manusia yang di mabuk asmara takkala hebatnya dari Erlangga, siapa lagi kalau bukan almarhum palsu si Abimanyu.


"sayang Uda ah, aku capek". sudah beberapa pelepasan namun Arka seperti tidak bisa meninggalkan kenikmatan yang disajikan di bawahnya.


"sebentar lagi sayang". dengan pacuan hebat dan durasi lama akhirnya gelombang dahsyat itupun datang hingga membuat peraduan kehidupan menghangat. sedangkan wanita di bawanya tidak mampu lagi mengutarakan perasaannya yang cukup membuatnya hampir hilang kesadaran.


di tatapnya wajah cantik yang ada di bawanya dengan senyuman sayang dan di hadiah beberapa kecupan.


"terimakasih sayang, terimakasih atas semuanya". dengan rasa haru akhirnya Abimanyu mampu menghilangkan sebagian kesedihan nya dengan menghadirkan sang bidadari kehidupan di dunianya.


sedangkan Siska Masi asik memejamkan mata dengan sedikit senyuman karena tak mampu lagi untuk bersuara akibat kerja keras sang suami yang mengajaknya terbang ke awan beberapa jam sehingga menguras begitu banyak tenaga.


"apa aku menyakitimu". tanya arka kawatir namun dibalas gelengan kepala sang istri dengan membuka matanya.


"aku tidak apa-apa mas". jawabnya dengan mengelus wajah arka yang di hadiah kecupan oleh sang suami.


"maaf". dengan rasa bersalah dan kawatir Siska mencoba menghibur Arka dari rasa sedihnya akibat sang mama yang hingga hari ini enggan memberikan Restu , pasalnya sang mama hanya menginginkan menentu dari kalangan atas namun yang ada di hadapan Siska adalah orang Baisa menurutnya.


"maaf kenapa". tanya Arka mengambil posisi duduk sembari menarik sang istri untuk ikut duduk.


ditatapnya wajah sang istri yang seperti ya akan membahas hal penting, itu terlihat dari tatapan kesedihan dan mata berkaca-kaca.


"hey ada apa?". tanya Arka lagi yang lagi-lagi harus sabar sebab istrinya malah menangis.

__ADS_1


"maaf untuk mama, karena beliau berniat memisahkan kita". jawabn Siska sukses membuat Arka mengeraskan rahangnya.


__ADS_2