
di belahan bumi yang lain, seorang perempuan duduk di atas kasur bernuansa putih degan menggigit jari setelah mengirimkan pesan kepada seseorang. berharap pesan keduanya akan mendapat balasan. meskipun mustahil tapi dia akan tetap menunggunya.
dalam konsep hidupnya yang selama ini telah di tata rapi, namun hancur dalam kuasa ayahnya. dia tidak ingin jadi perusak rumah tangga orang lain bahkan merebut suami orang lain.
tapi, bolehka kali ini dia egois? memperjuangkan cintanya yang belum usai meskipun pada kenyataannya harapan itu tidak mungkin terjadi.
laki-laki yang di cintai telah memiliki keluarga sendiri dan sebentar lagi buah cintanya akan menyapa dunia yang begitu kejam untuk dirinya.
__ADS_1
" ya Tuhan sakit bangat hiks hiks hiks'. Dengan menangis pilu sembari memeluk bingkai foto yang di simpan dari lama. kenang-kenangan semasa SMA. dirangkul oleh lelaki tampan lalu di labuhka kecupan di pipi sebelah kanan.
mengingat masa dimana mereka sangat menikmati bunga-bunga cinta yang bermekaran dengan banyak warnah dalam hidupnya, kehadiran Erlangga tidak hanya memberikan berjuta cinta, tetapi juga warnah yang tak pernah di dapatkan selama ini.
"El please, balas hiks hiks". sakit, sangat sakit. dadanya seperti terhempit dengan oksigen yang semakin menipis. sesak, itulah yang dirasakan Raina saat ini.
Ting
__ADS_1
...****************...
"sayang, temani mas makan di cafe ya?".demi menghindari ke salah paham yang akan berlanjut, El sebaiknya membawa istrinya ikut serta untuk mendengarkan masa lalu yang seharusnya tidak lagi di kenang.
"tumben? biasanya juga lebih suka makanan rumah apa lagi Rindu yang masakin hubby". ini pertama kalinya El, menginginkan makan di luar selama kehamilan Rindu. El bukan suami yang bisa membiarkan istrinya makan dengan makanan terlalu banyak mengandung bahan pengawet. sehingga membuat banyak larang yang tidak boleh Rindu lewati. anggap saja El semacam suami overprotektif. El benar-benar mendisplinkan rindu selama kehamilan, bahkan makanan mengidampun kadang di tolak yang akhirnya membuat rindu merajuk dan tidak mau makan, lantas dari kejadian itu, El tidak berani lagi melarang rindu makan apa yang di inginkan jika tidak mau mendapat amukan dari istri nya.
"sebenarnya, ada seseorang yang ingin ketemu dengan hubby. hubby sendiri tidak tahu apa tujuannya. demi menjaga hati kamu dan mood kamu yang kadang hancur. sebagiannya rindu ikut dengan hubby agar tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman yang nantinya membuat hubby bobo diluar". dengan memegang tangan rindu secara hati-hati, menjelaskan secara pelan apa yah sebenarnya terjadi, karena El tentu paham dari pertanyaan Rindu. jadi untuk menghilangkan kecurigaan dan perang ke 3 yang akan berlanjut, sebaiknya Rindu harus ikut. selain menemaninya, dia juga sebagai memori perekam yang bisa menyampaikan langsung kepada insting rindu yang sewaktu-waktu akan meledak karena cemburu.
__ADS_1
dengan mata memicing memperhatikan tiap kata yang keluar dari bibir dan ekspresi yang di perlihatkan El, tanpa di jelaskan pun, Rindu tahu siapa yang akan mereka temui. demi kesehatan hatinya dan ketenangan otaknya, rindu harus jadi saksi bisu pertemuan dua manusia yang masi terbelenggu dengan masa lalu tak pernah usai.
"baiklah, rindu akan ikut. tapi dengan satu syarat. jika hubby macam-macam dan banyak bertele-tele dengan mantan mas atau temu kangeng, maka detik itu juga rindu tidak mau bertemu dengan hubby selama anak ini masih di kandungan aku". dengan memberikan ancaman yang membuat El, susah menelan salvinny.