
mendengar setiap rentetan kalimat yang tersusun dari bibir seseorang, tidak semudah dengan memakan nasi dari piring lalu kenyang. banyak kalimat yang di utarakan, tidak menjamin akan sebuah pernyataan untuk orang lain bisa menerimanya. mengkin saja masih bisa di pertimbangkan, namun untuk percaya begitu saja, tidak akan semudah itu.
sebanyak apapun bait kalimat yang di susun, jika kecewa yang teramat dalam di torehkan, tidak akan membuat hati pulih dalam sekejap. untuk pertama kalinya, orang yang di cintai, memberikan dirinya untuk di santap tanpa penolakan. apa itu masih bisa di sebuah sebuah ketidak sengajaan?.
setiap melihat wajah lelaki yang ada di depannya, bayangan-bayangan kejadian beberapa jam seakan menjadi iklan. tidak ingin mengingatnya, tapi itulah manusia. rasanya sakit.
namun sebagai seorang istri, Rindu harus bisa tetap tenang hingga penjelasannya usai agar dia bisa mengerti dengan kronologi yang sebenarnya. ini hubungan rumah tangga, bukan hubungan percintaan remaja yang berstatus pacaran, yang kapan saja bisa putus lalu cari pelarian hati. miris sekali.
"sayang, maafkan hubby. apa yang kamu lihat, bukanlah kebenaran. dia bukan siapa-siapa hubby". dengan perasaan campur aduk, gelisah takut dan trauma itulah yang dirasakan El saat ini. jika harus menjelaskan kembali, itu artinya. El harus siap kembali ke masalalu, meskipun hanya sebuah nostalgia. tapi mungkin dengan cara itu, rindu bisa paham bahwa dirinya tidak benar-benar selingkuh. dengan tatapan kosong, menerawang jauha dan tarikan nafas panjang.
"kamu ingin mendengar sebuah kisa?". tanyanya kepada Rindu yang juga menatap dirinya tanpa menjawab.
"kami pernah dekat bahkan sangat dekat dalam sebuah hubungan, dimana aku dan dia hanya memiliki dunia tanpa tahu dengan adanya orang lain. kisah kamu sangat kuat dan dalam, banyak cerita yang terukir dan sangat sulit untuk di lupakan. nyaris tak terhitung sebanyak apa bahagia yang aku alami saat itu. dia orang pertama yang membuat aku jatuh se jatuh-jatuhnya dalam sebuah hubungan yang di sebut pacaran dengan alibi cinta". dengan menoleh ke samping, memastikan ekspresi sang istri yang mulai suram. memegang jemari lentik itu agar tidak jauh dalam pemikiran salah paham akan ceritanya yang masih berlanjut
"hingga suatu hari, kami janjian untuk bertemu di sebuah cafe favorit. pukul 03:00, Aku tiba di lokasi, menunggu hingga jam 11 malam karena waktu kerja sudah selesai. aku terluka, kecewa, marah dan sakit hati. entah apa yang terjadi, bak ditelan bumi. menghilang tiba-tiba tanpa jejak. rumahnya juga kosong dan kontaknya tidak bisa di hubungi. semua yang bersangkutan tentangnya, tidak bisa aku temukan". mata wanita yang ada di hadapannya, sudah mulai mengeluarkan isi hatinya yang tidak baik-baik saja. tapi El harus menyelesaikan sebelum kesalahan pahaman itu kembali lagi dan membuat ruma tangganya berantakan.
__ADS_1
"di tengah keterpurukan, kakek datang menemui Ku, lalu beliau meminta agar aku bisa memantau keluarga kecil Bagas. hingga suatu hari, aku melihat gadis kecil dengan kuncir kuda dan giginya ompong, kelihatan lucu dengan bando kucing di kepalanya. berjalan bersenandung dan hampir terserempet mobil. untung saja saat itu aku bisa menolongnya dan mengangkat kepinggir lalu mengajaknya ke penjual ice cream agar tangisannya redah". penjelasan tentang perempuan kecil membuat rindu menutup mulutnya tak percaya. ternyata laki-laki dewasa yang sempat menolongnya dari kecelakaan itu adalah suaminya sendiri. entah ini secara kebetulan atau sudah menjadi takdir alam untuk mereka di persatuan. bahagia, tentu itulah yang di rasakan oleh Rindu.
bagai kaset rusak yang kembali berputar di kepalanya. dimana dirinya baru pulang sekolah. karena jenuh menunggu sang ayah yang tak kunjung datang, akhirnya rindu berpindah tempat di bawa pohon. dengan berjalan melompat-lompat lalu bersenandung kecil. tanpa di sadari, ada pengendara dari arah belakang yang hampir saja membuat dirinya celaka jika tidak di tolong seseorang.
waktu itu, dirinya terus menangis karena syok serta lututnya yang mengeluarkan darah. untuk meredamkan kesedihan, orang yang tadi menolong nya, akhirnya mengajak rindu membeli ice cream.
dengan pandangan yang kini berkabut dan air mata tak kunjung berhenti, rindu menatap wajah yang setiap hari memberikan kebahagiaan. apa pantas dirinya mecurigai laki-laki yang sedari kecil sudah menemaninya meskipun hanya dari jarak jauh. bolehkah rindu bahagia dengan apa yang barusan didengar. pernyataan yang mengatakan bahwa dirinya sudah dilindungi oleh suaminya sedari kecil.
"kamu tahu sayang? untuk pertama kalinya, hubby. menyentu perempuan selain mama setelah pata hati dan pertama kalinya juga jantung hubby berdetak kencang. awalnya hubby fikir itu hanya naluri seorang manusi hingga kamu tumbuh dewasa dan membuat hubby ketar ketir di setiap ada laki-laki yang mendekati". dengan mengusap air mata sang istri yang tak kunjung redah.
"terkait pertemuan hubby dengan wanita itu, hubby berani atas nama Allah jika itu diluar dari kuasa hubby, sayang. jadi hubby mohon percaya sama hubby. hubby tidak akan menjilat kotoran yang sudah hubby buang. bagi hubby, menukar berlian dengan besi karatan adalah sesuatu yang tidak pernah ada dalam konsep hubby dan hubby berdoa, semogah satu-satunya wanita yang akan menemani hubby kelak, dunia dan akhirat hanya RINDU BAGAS KARA! bidadari dunia dan akhirat ERLANGGA WIJAYA". terangnya setelah menyelesaikan semua apa yang sebenarnya terjadi dalam kisah mereka. dan hal itu sukses membuat tangis rindu pecah.
"maafkan rindu by, rindu berdosa karena telah menuduh dan mencurigai by dengan prasangka yang tidak-tidak". dengan menyembunyikan wajahnya di dada sang suami karena merasa takut atas apa yang telah terjadi beberapa jam lalu.
"tidak apa-apa sayang. itu wajar, jika kamu marah dan curiga. seharusnya hubby yang minta maaf karena sudah membuat hati bidadari hubby terluka beberapa jam dan menguras air matanya". dengan mengecup puncak kepala sang istri berkali-kali. dia bersyukur karena istrinya tidak marah atas apa yang sudah di simpan rapat-rapat selama ini. menjadi penguntit beberapa tahun hingga membuat mereka terpisah setelah kakeknya meminta untuk menempu pendidikan di luar negeri dan kembali lagi setelah rindu SMP. karena harus menyelesaikan gelar doktor nya. terlepas dari pendidikannya, El tidak pernah lepas dari tanggung jawabnya untuk tetap memantau keluarga Bagas. dengan menempatkan beberapa orang didekatnya tanpa sepengetahuan mereka.
__ADS_1
"kenapa tidak pernah mengatakan tentang pertemuan pertama kita?". dengan suara serak khas orang menangis tersedu-sedu, Rindu ingin memastikan perihal tujuan dari suaminya yang banyak menyimpan rahasia berhubungan dengan dirinya.
"mas rasa itu tidak perlu sayang. tapi karena sudah jalannya serta berhubungan, jadi mas menjelaskan secara detail terkait pertemuan pertama yang cukup mengesankan. gadis kecil dengan dua gigi di depannya di makan rayap". dengan menggoda wanita yang masih setia didalam dekapannya.
"hubby, Ng usah di bilangan-bilang. rindu malu". mengingat kejadian itu, bisa saja rindu akan menjadi bahan lelucon untuk suaminya. kan malu!!!. dengan semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami karena merasa malu atas kenangan yang berbuah manis. meskipun dalam keadaan yang mengenaskan.
"maaf, hubby cuman becanda, sayang". akunya dengan semakin mengeratkan dekapannya. gemas? sungguh El sangat gemas dengan tingkah istri kecilnya.?
benda pipi yang ada di sakunya tiba-tiba berdering, memperlihatkan nama tertera 'mama'.
"assalamualaikum, ma".
".............."
deg
__ADS_1
kini mata El teralih ke istrinya dan meremas hp yang masih berada di genggamannya.