LENTERA

LENTERA
Hari H


__ADS_3

pernikahan Arka dan Siska digelar begitu mewah disebua hotel tepatnya hotel milik El. itung-itung sebagai ucapan selamat untuk kedua mempelai yang sangat dekat dengannya. yang satu sahabat merangkak sebagai sekertaris dan yang satunya lagi asisten.


"selamat ya adiknya Riko. udah besar ternyata dan sekarang udah nika". Riko yang semula ogah-ogahan dengan pernikahan sang sepupu karena kawatir ada insiden yang tidak mengenakan dan hal tersebut memang iya, sehingga membuatnya ingin membawa lari sang mempelai wanita tapi untungnya El meyakinkan sahabat agr tidak jadi penculik dadakan untuk sepupunya.


"dan kamu". tunjuknya pada sang lelaki yang berdiri disamping sepupunya.


"selamat atas pernikahan kalian tapi ingat saya tidak akan tinggal diam sebelum mengupas apa yang sebenarnya terjadi". ancaman yang diberikan Riko malah membuat si lelaki tersenyum kecut. bodoh amat toh sang bidadari suda halal. apa lagi? bodoh amat!.


"selamat ya kak Siska semogah segera menyusul Rindu". ucap rindu dengan senyuman manis dan disusul sang suami dibelakang.


....


setelah dari acara pernikahan, kini sibumil merengek pingin makan bakso pinggir jalan.


"by, rindu pingin makan bakso tapi yang di dekat sekolah rindu yang dulu". ucapnya sambil memainkan mulutnya seakan-akan orang yang sedang mengunya sesuatu.


padahal El sangat tidak ingin anaknya mengonsumsi sejenis jajanan pinggir jalan karena katanya tidak higienis dan itu bisa mempengaruhi pertumbuhan Sicabang bayi.


dasar calon papa yang overprotektif.

__ADS_1


"sayang apa tidak bisa dirubah? kamu tau sendiri kan makan pinggir jalan itu tidak baik. apa lagi diperut kamu sekarang ada kehidupan yang harus di jaga kesehatannya dan makan bakso itu banyak MSG". terang El panjang lebar yang membuat rindu dongkol.


apa-apaan ini calon bapak, keinginan anak ko malah di bilang racun.


" ya udah kita balik, rindu ngantuk". kalau sudah kayak gini El bisa apa. jurus Rajuk merajuk si bumil yang akan berakhir ngambek 7 hari 7 malam.


"oke-oke. maafkan hubby ya". ucapnya penuh sesal


setelah beberapa menit menempu perjalanan akhirnya mereka sampai.


rindu yang tidak sabaran langsung membuka pintu tanpa menunggu dibukakan.


karena bahagia rindu tidak peduli dengan teriakan orang yang ada dibelakangnya.


"mang baksonya dua mangkok ya". rindu yang dari tadi kelaparan akhirnya memesan 2 mangkok bakso.


"baik neng". jawab si mang penjual bakso.


"tumben neng rindu baru kesini?" mang Asep yang sudah sekian bulan tidak pernah melihat keberadaan pelanggan setianya tiba-tiba muncul yang membuat mas-mas penasaran.

__ADS_1


"hehehe sibuk mang, eh! apa kabar dengan mba Ning, udah lama ya Ng ketemu dengan beliau dan wah warung mang Masya Allah udah banyak kemajuan ya? pengunjung udah nambah banyak dan tempatnya juga udah direnovasi ya meskipun hanya bagian dalamnya saja". terang rindu panjang lebar yang membuat si mas-mas bingung mau jawab yang mana dulu.


"diruma neng lagi isi dan mabok berat. iya Alhamdulillah neng. ini juga berkat doa-doa neng yang setiap masuk selalu mendoakan warung mang". jelas si mang sambil melirik orang yang baru duduk disamping Rindu.


"sayang kenapa mesti lari-lari sih nanti kalau jatuh gimana, lain kalau jangan kayak gini lagi, bahaya sayang". nasehat El yang bikin rindu cengengesan.


"mang kenalin ini suami rindu. tampankan?". daripada mendengarkan ocehan sang suami mending rindu memperkenalkan diri yang membuat El melongo namun kata-kata terakhirnya membuat El langsung tersenyum lebar karena di katakan tampan.


" ah iya neng saya tadi pangling liatnya, saya saja laki terpesona loh neng apa lagi kaum hawa" jawaban si mas-mas cukup membuat El terkesiap. enak saja mau di .taksiri sejenisny. ogah!. dan langsung memasang tatapan tajam


"ah maaf saya cuman becanda mas dan memang mas tampan seperti kata neng Rindu". ucapnya lagi karena merasa tidak enak dan rindu yang melihat raut muka si singa lapar langsung mencubit pahanya.


"ah Ng papa mang, suami saya memang kayak gitu, malahan kalau tegang kayak gini tambah tampan". jelas rindu untuk mengembalikan suasan hati sang suami.


El yang di puji-puji akhirnya Lulu juga. bahkan jurus gombalnya mantull namun itu hanya sesaat setelah melihat makanan yang tersaji.


"astaghfirullah sayang, ini kamu lapar atau doyan sih. makannya semangkuk aja ya". tawar menawar yang dilakukan El membuat rindu melotot.


enak saja, bumil yang kelaparan kok di halang-halangin sih.

__ADS_1


"Ng mauuu". jawabnya ketus sembari menatap lapar dua mangkok bakso dihadapannya dan tanpa permisi langsung mengunya. El yang melihat kelakuan bumil tersebut hanya bisa meng hirup nafas.


__ADS_2