LENTERA

LENTERA
part 19


__ADS_3

Happy Reading


Varka sedang sibuk dikelas dengan beberapa teman kelompoknya untuk mengerjakan tugas dari Guru bahasa Indonesia. Untungnya saat ia sudah SMA, dirinya tidak lagi malu untuk berbaur ya walaupun tidak ada satupun yang menjadi teman dekatnya.


"Varka,, itu hp Lo dari tadi geter terus" ucap salah satu teman Varka


Varka memang sengaja menyalakan mode getar pada ponselnya agar tidak terganggu saat mengerjakan tugas, lagipula ia juga sudah mengatakan pada Helsha jika dirinya tidak bisa mengantar Helsha pulang.


Varka meraih ponselnya dan sedikit Bingung dengan nama si penelpon, Tidak biasanya Bunda Helsha menelpon Varka seperti ini.


"Bentar ya, gue angkat dulu takutnya penting" izin Varka pada teman-teman nya yang dibalas anggukan.


Varka berjalan keluar kelas dan mencari tempat yang sedikit sepi.


"Hallo Bunda.." ucap Varka


"Varka, kamu lagi sama Helsha? Udah pulang sekolah belum?" Tanya bunda disebrang telpon


"Varka belum pulang Bun, ini lagi kerja kelompok dulu disekolah. Tapi kayaknya kalau Helsha udah pulang deh"


"Varka udah hubungin Helsha belum?"


"Tadi sih udah Varka chat Bun tapi belum ngebales"


"Ohh.. gitu ya Nak..."


"Kenapa emangnya Bun?" Tanya Varka sedikit penasaran


"Helsha belum pulang sampe sekarang, Gak bisa dihubungin juga. Kalau Varka ketemu sama Helsha tolong anterin pulang ya, Bunda khawatir"


"Nanti Varka cari Helsha deh Bun, bunda gak usah khawatir ya"


"Makasih ya Nak, kalau ada kabar kasih tau Bunda"


"Iya Bunda siap"


Varka kemudian menutup telponnya, tangan Varka sibuk mencari kontak Helsha dan langsung mencoba menghubunginya. Tapi sudah beberapa kali dicoba pun Helsha tak kunjung mengangkat telpon darinya.


"Ih.. Helsha kemana sih?" Ucap Varka frustasi karena telponnya tak kunjung diangkat juga.


Akhirnya Varka memutuskan untuk mengirim pesan singkat, siapa tahu Helsha sedang ada kegiatan penting dan lupa memberitahunya.


~Helsha Anastasya~


Varka: Sha dimana? Udah pulang sekolah?


Varka: kok gak ngabarin aku? Pulang sama siapa?


Varka: Helsha...


Varka: ini udah sore, harusnya kamu udah pulang. Ini udah satu jam sejak bubar sekolah, Helsha?


Varka: aku masih ada tugas kelompok, kamu dimana? Jangan bikin khawatir..


Varka: Helsha? Hei....




Varka menghela napas saat melihat pesan yang ia kirimkan belum juga dibalas oleh gadis itu. Ia sudah bertanya pada Bunda apakah Helsha sudah pulang atau belum tapi ternyata gadis itu juga belum pulang Sampai sekarang.



Teman-temannya yang lain sudah pulang lebih dulu sedangkan Varka memilih pergi ke kelas Helsha yang tidak jauh dari kelasnya, siapa tau gadis itu ada dikelasnya bersama dengan teman-temannya.



Saat sampai disana kelasnya sudah kosong, hanya ada beberapa tas yang ia yakini milik Beberapa murid yang sekelas dengan Helsha.



"Varka nyari siapa?" Tanya Nadia salah satu teman yang cukup dekat dengan Helsha



"Eh.. Nad, sorry nih liat Helsha gak?" Tanya Varka



"Helsha?" Ucap Nadia mengerutkan keningnya bingung



"Tadi sih udah pulang sama itu Loh Varka.. kakak ketua OSIS"



"Ketua OSIS?"



"Iya siapa sih namanya, gue lupa"



"Maksudnya gimana?" Tanya Varka sedikit kurang mengerti dengan apa yang dibicarakan Nadia



"Ih.. jadi tadi tuh, ahh gue inget Gibran iya kan ketua OSIS namanya Gibran?"



Varka mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Nadia



"Nah tadi tuh dia kesini nyamperin Helsha, gak lama dari itu mereka pergi deh berdua. Gue juga gak tau mau pada kemana"



Varka terdiam sejenak setelah mendengar penjelasan Nadia. Jadi Helsha pergi entah kemana bersama dengan Gibran yang merupakan kakaknya. Varka menghela napas panjang, berusaha menahan kekesalan yang ia rasakan.



Kenapa juga Helsha harus mau diajak pergi oleh kakaknya? Kenapa juga Helsha tidak memberitahu dirinya ataupun bunda?



Oke, Varka tidak mempermasalahkan jika Helsha pergi dengan Gibran. Tapi ia sedikit kesal karena gadis itu tidak meminta izin terlebih dahulu pada orang tuanya.



Varka merogoh ponselnya dan langsung menelpon Gibran, ia khawatir terjadi sesuatu dengan gadis itu.



"Hallo..." Ucap Gibran disebrang sana



"Lo dimana?"



"Apaan sih, kenapa emang?"



"Lo dimana sekarang?"


__ADS_1


"Mau apa emang?"



"Gue tanya Lo dimana?!!" Ucap Varka kesal



"Di perpustakaan kota, kenapa emang?"



Varka tidak menjawab pertanyaan Gibran dan langsung mematikan telpon Begitu saja membuat Gibran sedikit kebingungan, namun dalam hatinya Gibran tau pasti Varka sedang mencari keberadaan Helsha yang kini tengah tertidur dihadapannya.



"Oke kita lihat apa yang akan terjadi" gumam Gibran puas



Gibran yakin saat ini pasti Varka sedang kesal Padanya, Gibran sengaja mengajak Helsha pergi ke perpustakaan kota dengan alasan membantu nya mencari bahan-bahan untuk acara Sekolah, Rencananya berjalan lancar sejauh ini. Tapi memang betul gadis yang sekarang dihadapannya terlihat begitu cantik. Sayangnya kenapa Helsha harus bertemu lebih dulu dengan Varka dibanding dirinya? Akan lebih baik jika Helsha bertemu dengan dirinyalah dulu.



\_\_\_\_



Varka memarkirkan motornya didepan perpustakaan kota berniat untuk langsung masuk dan mengajak Helsha pulang dari sini. Namun jika dipikirkan lagi pasti akan terjadi sedikit keributan antara dirinya dan Gibran.



Varka menghela napas kemudian melepaskan helmnya, sebaiknya ia tunggu mereka Keluar dari dalam saja. Percuma juga mencari masalah dengan kakaknya.



Helsha berjalan keluar dari perpustakaan dengan Gibran disampingnya, ia merutuki dirinya sendiri karena tertidur pulas saat bersama Gibran.



Langkah Helsha terhenti begitu matanya menemukan sosok Varka yang berdiri tak jauh didepannya. Berbeda dengan Helsha Gibran malah tersenyum kearah Varka seolah sedang mengejeknya.



"Ayo pulang..." Ucap Varka setelah Helsha sampai dihadapannya



"Helsha pulang sama gue, dia kan perginya sama gue dek" cegah Gibran



"Bundanya nyariin daritadi. Ayo...." ucap Varka yang melihat Helsha masih saja diam



"Kan sekarang gue juga anterin dia pulang. Udah biar sama gue aja" cegah Gibran menahan Varka yang hendak memberikan helmnya pada Helsha



"Sha... Ayo" ajak Varka



Helsha terdiam, ia bingung harus pulang dengan siapa. Rasanya akan sedikit aneh jika ia pulang dengan Gibran, tapi jika Helsha pulang dengan Varka nanti Gibran malah merasa tersinggung. Walaupun sebenarnya Helsha ingin pulang dengan Varka, Helsha tau Varka sedang kesal sekarang.



"Kak, maaf aku pulang sama Varka aja ya" ucap Helsha pada Akhirnya



"Loh masa sama Varka, Kamu kan perginya sama aku masa pulangnya sama Varka sih"




"Apa bedanya sama Varka? Kan sama-sama orang lain"



"Jelas beda..." Ucap Varka



"Ngerasa spesial ya Lo" ejek Gibran



"Udah ya kak, Helsha duluan"



Helsha langsung naik keatas Vespa Dengan buru-buru, ia sudah bisa memprediksi akhirnya akan seperti apa jika kedua lelaki ini terus bersama. Salah dirinya juga karena malah mengiyakan ajakan Gibran.



"Vespa bekas gue tuh" gumam Gibran memandang kepergian Varka dan Helsha.



\_\_\_\_



Varka memberhentikan motornya dipinggir jalan setelah dirasa sudah cukup jauh dari perpustakaan.



"Pake helm nya..." Ucap Varka menyodorkan helm kearah Helsha



Varka menghela napas kemudian turun dari motor dan menatap Helsha. Tangan Varka langsung memakaikan helm pada Helsha, kelemahan gadis ini adalah tidak bisa memakai helm dengan baik.



"Makannya belajar pake helm, tadi juga pasti dipasangin sama kak Gibran kan" ucap Varka sembari memasangkan helm



"Maaf..." Ucap Helsha menunduk



Varka melepaskan jaketnya kemudian memakainya pada Helsha



"Ini udah mau musim ujan, udaranya dingin. Udah berapa kali aku bilang bawa jaket"



Helsha memperhatikan Varka yang sibuk memakaikan Jaket padanya, Ia tau Varka kesal karena ia pergi dengan Gibran tanpa memberitahunya. Tapi kenapa lelaki ini malah berpura-pura tidak terjadi apa-apa.



"Pegangan... Kita berangkat" ucap Varka lalu menjalankan kembali Vespanya.



Selama perjalanan Varka tidak mengatakan sepatah katapun pada Helsha, bahkan saat Helsha mengajaknya bicara Varka hanya menjawab dengan gelengan atau anggukan kepala saja.

__ADS_1



Helsha Paling tidak suka jika Varka sudah mendiami nya seperti ini. Varka tidak pernah marah ataupun membentaknya jika ia salah, Lelaki ini malah akan menunjukkan perhatian agar Helsha tidak merasa bersalah. Tapi Helsha tidak suka seperti ini, ia ingin membicarakan apa yang salah dan menyelesaikannya.



Setelah sampai dirumah Helsha, Varka hendak langsung pulang namun dengan cepat Helsha menahan lengannya.



"Varka maaf, hp aku tadi mati abis batere. Maaf ya karena tadi aku pergi sama Kaka kamu, tadi kak Gibran minta ditemenin nyari bahan-bahan buat acara sekolah. Maaf ya, Varka marah ya?" Ucap Helsha



"Udah sekarang Helsha masuk terus istirahat, jangan lupa langsung makan. Tadi bunda kamu nyariin, lain kali kalo mau pulang telat bilang dulu sama Bunda ya jangan bikin orang rumah khawatir kayak barusan" ucap Varka sambil melepaskan genggaman tangan Helsha



"Varka marah ya?"



"Iya aku marah karena kamu gak izin dulu sama Bunda dan bisa-bisanya kamu tidur Sha, gimana kalau tadi Kaka aku ngapa-ngapain kamu!!"



"Hp Helsha mati, Helsha ketiduran gak sadar. maaf ya" balas Helsha, ia sedikit bingung bagaimana Varka tahu jika ia ketiduran tadi



Helsha menghela napas begitu menyadari jika tadi Gibran pasti memotretnya dan mengirimkannya pada Varka. Kenapa ia tidak sadar sih..



"Yaudah iya gapapa, udah sekarang istirahat terus makan, ya?"



"Varka jangan gini..." Ucap Helsha cemberut, ia benar-benar merasa bersalah pada Varka.



"Sha..." Varka menatap Helsha



"Iya.."



"Kalau nanti kamu udah bosen temenan sama aku bilang ya, kalau kamu udah gak mau nemenin aku lagi bilang ya. Jangan tiba-tiba menghilang gitu aja,"



"Karena pada kenyataannya bertemu dengan seseorang lalu berpisah itu merupakan hal wajar kan? Tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa mempertahankan janjinya untuk tetap bersama selamanya, Jadi kasih tau aku dulu ya sebelum kamu pergi... Biar aku gak terlalu sakit" lanjut Varka



"Varka kenapa? Kok ngomong gitu sih.. gara-gara Helsha pergi sama ka Gibran ya? Varka maaf ya Helsha beneran gak ada maksud apa-apa kok sama ka gibran"



Varka tersenyum tipis.



"Gapapa kok Sha, Varka cuma ngasih tau Helsha aja"



"Varka... Helsha gak ada apa-apa sama kak..."



"Varka pulang ya, langsung masuk terus istirahat" ucap Varka kemudian melajukan motornya



Helsha merutuki dirinya sendiri, lihat gara-gara ulahnya semuanya jadi rumit seperti sekarang. Harusnya Helsha tau Varka pasti akan sedikit tidak suka jika ia pergi dengan Gibran, apalagi selama ini varka juga seringkali mengatakan pada Helsha jika Varka takut Helsha akan meninggalkannya dan memilih Gibran.



"Helsha bodoh banget sih...."



Setelah selesai membersihkan diri dan makan malam Helsha langsung menelpon Gibran, ia harus meluruskan semuanya dan meminta lelaki itu menghapus fotonya saat tadi tertidur



"Hallo Sha, tumben ada apa? Oh iya makasih ya buat tadi" ucap Gibran



"Iya sama-sama, Kak maaf sebelumnya bisa gak Kaka hapus foto aku yang tadi Kaka foto diem-diem."



"Eh iya sorry ya, abisnya tadi kamu lucu banget Sha"



"Hapus ya kak?" Pinta Helsha



"Kenapa? Varka marah? Kalian pacaran?" Tanya Gibran



"Varka gak marah kok, Helsha gak suka aja kak. Maaf ya tolong hapus"



"Hahaha.. kirain marah dia. Kalau Varka marah-marah sama kamu bilang Kaka aja ya, Varka emang suka gitu. Egois orangnya"



"Egois maksudnya?" Tanya Helsha kebingungan



"Ya gitu, dia gak mau apapun yang dia punya diambil sama orang lain, termasuk kamu Sha dia gak mau tuh kamu deket-deket sama Orang lain apalagi aku. Padahal aku gak pernah ngambil apa-apa"



"Sejauh ini aku rasa Varka bukan anak yang kayak gitu kok kak. Mungkin Kaka aja yang gak Deket sama adek kakak sendiri"



"Sha kamu harus per...."



"Udah ya kak, maaf sebelumnya tolong dihapus ya fotonya Makasih"



Helsha dengan cepat mematikan telponnya, bisa-bisanya Gibran menjelek-jelekkan Varka. Ada ya seorang kakak yang sengaja menjatuhkan adiknya seperti itu.



"Istimewa banget ya Lo Dimata dia" gumam Gibran mencengkeram erat handphone nya

__ADS_1



"Gue gak mungkin gagal kan? Karena selama ini gue selalu menang tanpa harus diminta... Lo gak mungkin ngalahin gue"


__ADS_2