
sesuai pesan sam Alexander kepada Arka yang harus memastikan keamanan Erlangga, disinilah Arka duduk di kursi tunggu bersama beberapa bodyguard untuk menjaga.
meskipun raganya berada di rumah sakit, tetapi jiwanya berada di rumah. jika bukan persoalan keamanan dan tanggung jawab, Arka akan meninggalkan tempat tersebut lalu menuju ke rumah.
sudah beberapa hari ini dirinya mengabaikan sang istri yang berada di ruma. meskipun Siska merengek untuk ikut, Arka tidak memberikan izin. mengingat kondisi sang istri akhir-akhir ini tidak stabil, mudah lelah dan moodnya naik turun di Tamba dengan tingkahnya yang terbilang aneh.
rasanyan Arka ingin membelah waktu jika bisa agar bisa pulang untuk bermanja-manja dengan sang istri. mengingat wajah Anang istri yang suka cemberut dan merajuk membuatnya begitu rindu.
bolehkan kalau ini saja dirinya egosi?.
meninggalkan tanggung jawabnya demi cinta.
rasanya Arka ingin gila.
di tengah lamunannya yang tak tuntas, tiba-tiba deringan benda pipi disaku celananya membuyarkan dirinya dari imajinasinya.
my wife
itulah nama sang penelpon, yang belum hitungan menit menguasai fikirannya tapi tiba-tiba panggilan atas namanya memenuhi layar telpon. pucuk dicinta ulangpun tiba. itulah syair para pujangga.
dengan semangat 45 akhirnya Arka mengangkat telpon tersebut.
"halo sayang". sapanya lebih dulu membuka suara.
"mas Siska nyusul mas ke rumah sakit ya". bukannya menjawab, malah meminta izin.
El yang mendengar itu hanya bisa menarik nafas dalam-dalam. "sayang, bukannya mas tidak mengizinkan tapi keadaan kamu sedang tidak baik-baik saja". jawabnya lembut.
"aku sehat kok, emang mas fikir aku sakit gitu". tanyanya tidak terima dengan ucapan lelaki di sebrang sana.
"bukan begitu, kesehatan kamu yang lebih penting sayang". tuturnya lagi untuk memberikan pengertian.
__ADS_1
"alasan, bilang aja mas lagi main mata kan disana sama suster mudah dan dokter cantik". ucapnya sinis dengan tuduhan.
"astaga sayang, kamu fikir mas masi sempat cari pengganti kamu dengan keadaan begini". jawabnya ambigu yang langsung membuat orang disana kebakaran jenggot.
"oh, jadi maksudnya, kalau mas baik-baik saja, mas mau melirik atau bahkan punya niat untuk mencari pengganti istri mas, gitu?". karena tidak terima dengan jawaban sang suami yang seakan-akan ada niat terselubung membuat Siska semakin murka.
bagaimana dengan Arka? jelas kelabakan dengan ucapannya yang tidak sesuai dengan kenyataan.
"astaghfirullah sayang, bukan itu maksud mas. sumpah, jangan salah paham". balasnya menyesal karena sudah membuat masalah yang tidak di sengaja.
"jadi maksud mas apa ha? mau main madu-madu gitu". teriak Siska yang sepertinya tidak bisa di toleransi lagi.
"sayang, mas tidak akan tergoda orang di luar karena mas sudah punya madu di rumah dan madu mas lebih manis dan bikin candu". jelaskannya dengan gombalan maut.
yang mendengar itu bukannya merasa senang, malah merasa semakin tersulut emosi nya.
"jadi mas sudah punya madu. kapan mas, kapan mas. tega kamu ya, kita baru menikah dan pernikahan kita baru berjalan beberapa Minggu, tapi mas udah berani bawa wanita lain masuk rumah tangga kita". pecah sudah tangis Siska setelah mendengar gombalan receh sang suami yang berujung petaka.
sedangkan Arka yang mendengar istrinya menangis histeris Langsung kelabakan. tadinya gombalan itu untuk digunakan menghalau kecurigaan sang istri tapi bukannya redah, malah semakin parah. tidak ada pilihan lain. arka langsunh berlari menyusuri lorong rumah sakit untuk menuju mobil.
sedangkan di sebuah sudut kota, terdapat lelaki tua yang sudah menempu beberapa jam perjalanan dan beberapa menit yang lalu akhirnya bisa menginjak tanah dan menghirup udara segar. tak lupa di sampingnya ada seorang gadis yang juga ikut turun guna merenggangkan otot-otot nya yang terasa kaku karena lamanya duduk.
dan beberapa menit kemudian sebuah mobil hitam terparkir di hadapannya. kaca dibuka dan memperlihatkan lelaki seumuran dengannya dan wajahnya hampir sama dengan kecemata bertender di hidungnya..
melirik wanita yang ada di samping sang tamu dan menelisiknya. menarik.
pintu di buka oleh sang sopir lalu memperlihatkan sosok pria yang umurnya hampir setengah abat.
sedangkan sang tamu yang menyaksikan itu, tersenyum lalu saling berpelukan dan adegan tersebut tidak luput dari tatapan wanita tersebut.
dilihat dari beberapa sisi, merek memiliki kemiripan. apa mereka saudara. fikir Rika.
__ADS_1
"apa kabar Hasana. lama tidak melihatmu setelah kamu mengembara ke negara ayahmu". sapanya dengan sedikit menyinggung tempat dimana dirinya banyak menoreh luka.
"seperti yang kamu lihat, aku butuh persembunyian hingga harus terdampar kesini". ucapnya dengan perasaan tidak terima. dan hanya di angguki oleh Sanjaya.
"lalu wanita cantik yang ada di samping kamu? namanya siapa cantik". tanyanya dengan menjilat bibirnya sensual.
sedangkan Rika yang mendengar itu, langsung memperkenalkan diri lalu menyodorkan tangan. "Rika om". jawabnya manja yang langsung mendapat tatapan sinis dari lelaki yang menjadi teman larinya.
"nama yang cantik seperti orangnya". ucapannya lagi yang masi memegang tangan Rikalalu memberikan elusan.
dan Rika yang mendapat sinyal-sinyal berlian langsung memainkan perannya.
"ah om bisa aja bikin aku malu". jawabnya dengan menyelipkan rambutnya kebelakang telinganya dengan ekspresi malu-malu.
sedangkan Hasan yang menyaksikan sikap tidak pantas Rika malah membuat dirinya kepanasan.
khem.
dehem laki-laki yang kehadirannya hanya figuran di antara dua manusia yang sama-sama buaya.
"jadi kapan kita akan pulang soalnya saya ingin istirahat, rasanya sangat capek setelah perjalanan yang sangat panjang". jelasnya panjang lebar dengan mendramatis untuk melerai dua iblis yang sedang bergejolak.
"oh iya om Rika juga udah capek pingin istirahat". dengan Surah yang dibuat semanis mukim.
berada jauh dari negara kelahiran, harus membuat dirinya mendapatkan uang sebanyak mungkin agar kebutuhan hidupnya selam di negara orang tetap tercukupi.
dan setelah mendapatkan berlian berjalan dan berlian itu sama-sama butuh ke hangatkan, maka saatnya lah untuk beraksi, memancing ikan masuk kedalam jaring
tua muda, bukanlah Masalah asalkan sama-sama memberikan kepuasan secara batin dan lahiria
dan sepertinya bidikannya kali ini tepat sasaran, lelaki setengah abat yang luar biasa mapan untuk dirinya.
__ADS_1
"oh iya saya lupa". ucapnya sesal dengan melirik genit wanita yang ada di depannya. "ayo kita berangkat tapi untuk kamu Hasan naik mobil yang di belakang dan untuk nona manis, bisa ikut dengan saya". lanjutnya lagi lalu berjalan naik keatas mobil di kursi penumpang lalu di ikuti oleh Rika di belakangnya.
sedangkan Hasan yang melihat itu, hanya bisa mengeraskan rahangnya, cemburu? tentu, sebab wanita yang dikencani beberapa tahun ini harus berakhir dengan bos besar mafia. miris. itulah nasibnya, melawanpun tidak akan memberikan solusi yang baik selain kematian.