
kehadiran 2 orang dalam mimpi, anak kecil laki-laki yang menyebut ayah dan seorang kakek yang mengatakan akan sulit bangun bukanlah sebuah penghias tidur melainkan pesan.
ingin tidak percaya tetapi itulah fakta yang ada. lelaki yang kini terbaring dalam ruangan ICU membuat pusaran dunianya terasa berhenti. alat di mana-mana membantu untuk memfungsikan jaringan saraf yang sempat mati karena pengaruh racun dan peluru secara bersamaan.
menangis. itulah yang sekarang dirasakan oleh Rindu, hatinya sesak melihat lelaki yang beberapa jam lalu membuat nafsu makanya menghilang dan gaira hidupnya melebur bersama air mata.
entah takdir seperti apa lagi yang harus di jalaninya. rasanya sulit untuk menerima kenyataan yang ada. menjalani hari-hari tanpa sosok yang di cintai, membuat dirinya bagaikan Raga tak bernyawa.
orang-orang disana menatap ibah dengan kesedihan yang di alami calon ibu tersebut. menjadi seperti Rindu tidaklah mudah, terbiasa dengan kehadiran, canda tawa, kasih sayang yang melimpah dan perhatian penuh. membayangkannya saja membuat mereka tidak sanggup apa lagi harus berada di posisi yang sama.
"hubby bukannya janji akan menjemput Rindu dan anak kita tetapi kenapa hubby tidak datang juga, hubby malah memilih untuk tidur disini dengan sangat nyenyak, apa tidur Lebih nyaman daripada harus menemui istri sendiri". tanyanya dengan menggenggam tangan sang suami. "hubby, apa hubby fikir ini lucu, membuat janji tetapi tidak di tepati. hubby jahat". sambungnya lagi dengan tangis pecah di samping berangkas, mengharap dengan cara ini suaminya akan bangun dari tidur nyenyak nya tetapi nihil , sama sekali tidak ada pergerakan.
"kalau hubby tidak bangun juga, jangan salahkan rindu jika mencari ayah pengganti untuk anak kita". sambungnya lagi dengan ancaman sembari mengusap perutnya yang kini terlihat membesar seiring berjalannya waktu.
"hubby pernah bilang kalau air mata Rindu bagaikan mutiara yang tidak pantas menyentuh tanah dan jika sampai ada orang yang membuat rindu berada diposisi ini, maka hubby sendiri yang akan memberikan hukuman". semua perkataan El yang pernah mengatakan bahwa betapa berharganya setiap tetesan bening yang keluar dari kelopak mata membuat Rindu tak kuasa menahan tangisnya. bayangan kenangan antara dirinya dan El bagaikan perputaran potongan kaset yang terkumpul kembali.
mamanya el yang dari tadi menyaksikan betapa piluh gadis yang sudah menyandang status menantunya, istri dari anaknya tak kuasa menahan tangis.
berdiri disamping sang menantu lalu merengkuh kedalam pelukannya. "Rindu yang sabar ya. kita doakan suami kamu, anak bunda. semoga Allah memberikan kesembuhan segera dan kita bisa berkumpul lagi". ucapnya dengan mengusap air mata yang menetes di pipi rindu.
__ADS_1
dengan bibir melengkung, hidung memerah dan air mata mengalir deras. "ma, rindu lebih suka mas Erlangga yang cerewet dari pada banyak diam kayak begini". ujarnya sambil melirik orang yang terbaring tidak berdaya disampingnya."rindu tidak sanggup mama". sambungnya lagi dengan mengeratkan pelukan sambil menangis keras.
mamanya Erlangga hanya bisa menarik nafas dalam-dalam mencoba membuat rongga dadanya terisi penuh oleh oksigen "sayang, mama juga sedih, sangat sedih tetapi berlama-lama dalam kubangan air mata tidak akan membuat semua kembali semula". jelasnya dengan melonggarkan pelukannya lalu menatap sang menantu dengan senyuman. "rindu tahukan kalau Allah sendiri tidak suka dengan hambanya yang berlama-lama dalam kesedihan bahkan menyelesaikan Masalah dengan kesedihan, karena sedih hanya akan membuat kita menderita dan Allah tidak suka dengan hambanya yang menyakiti dirinya sendiri". lanjutnya lagi sembari mengusap rambut sang menantu.
"maafkan rindu ma. Rindu sudah terbiasa dengan suara mas Erlangga, coletenya, dekapannya dan pelukan disaat rindu tidur. Rindu ketergantungan ma."terangnya dengan bersujud di samping berangkas Erlangga dengan menggenggam tangan sang suami. rindu tidak kuat, sangat tidak kuat, nyawanya seakan melayang bersama dengan air matanya yang terkuras banyak. badannya lemas seiring dentungan jam hingga matanya terasa berat
sang mertua tidak menyadari keadaan sang menantu sebab mama El juga sama, sama-sama terpukul. tetapi melihat keadaan menantunya begini, semakin membuat sakitnya berkali lipat. dengan mengangkat ke 2 tangan untuk menyentu bahu sang membatu lalu membantunya berdiri.
"bangun nak. jika kamu seperti ini, suami kamu akan terpukul. doakan dia agar cepat menemukan jalan untuk kembali menyatuh dengan raganya". ucapnya menarik rindu dari duduknya. namun sebelum berhasil membawa kedalam dekapan, rindu tiba-tiba pingsang dengan bersamaan pintu di buka dari luar menampakkan dokter yang akan memeriksa keadaan Erlangga namun fokusnya malah terpecahkan dengan keadaan istri dari Erlangga yang sudah tidak sadarkan diri.
ckleat
dokter yang melihat itu langsung berlari di ikuti Sam dan Arkan serta Riko di belakanganya yang juga ikut mendengar teriakan orang dari dalam ruangan dan langsung mengangkatnya naik ke atas brangkas.
Riko yang penasaran lalu bertanya. " Tante apa yang terjadi dengan Rindu". ucapnya mengamati wajah gadis mudah yang begitu pucat.
sedangkan mama Erlangga sudah sesegukan karena syok dengan keadaan dua orang yang langsung tumbang dalam waktu berbeda. meskipun tidak separa El tetap saja dia kawatir karena keadaan rindu sekarang tidak baik-baik saja di tambah kekurangan asupan gizi karena nafsu makan hilang.
"Tante juga tidak tau Rik, tadi dia tidak pernah berhenti menangis dan meracau. Tante benar-benar bingung sekarang". jelasnya dengan menatap dua orang yang kini terbaring secara bergantian.
__ADS_1
"semua akan baik-baik saja Tante jangan khawatir Erlangga laki-laki yang kuat". timpal Sam yang juga berada di dalam ruangan". jadi jangan kawatir". terangnya dengan melangkahkan kaki keluar dengan di ikuti Arka.
"kalau begitu Tante juga keluar biar Erlangga saya cek keadaannya dan rindu akan kita pindahkan keruang rawap pasien. pinta Riko selaku dokter yang bertanggung jawab.
"terus bagaimana dengan keadaan rindu nak". tanyanya kawatir dengan menggenggam Tangan pasien.
"kondisinya memang tidak baik-baik saja, dilihat dari keadaan detak jantungnya tidak normal. tapi Tante tidak perlu kawatir setelah istirahat, dia akan kembali puli tapi untuk itu pastikan vitamin dan makanannya". ucapnya menenangkan. yang langsung di angguki oleh mama Erlangga.
sedangkan diluar Sam sibuk mengurus buronan yang ternyata telah berhasil melarikan diri ke negara orang dan sialnya lagi penjahat tersebut di lindungi musuh bebuyutannya.
"****". umpatnya tidak terima setelah mendapatkan kabar dari sebrang sana. "saya tidak ingin tau. cek lokasinya sekarang karena kalau tidak, kalian akan ikut menjadi tumbal kemarahan saya". sambungnya lagi.
"sebenarnya, untuk lokasinya sudah kami temukan tetapi orang tersebut di lindungi oleh mafia serigala". terang sang penelpon yang sudah mendeteksi keberadaan sang penjahat.
"baiklah. kirim lokasinya sekarang". ucapnya sebelum mengakhiri sambungan telpon.
lagi-lagi mereka harus kecolongan dengan adanya bantuan dari sesama penjahat dan untuk kali ini penjahatnya tidak main-main.
dengan menarik nafas Sam menghubungi Zaki selaku asistem di dunia gelapnya. "siapkan orang-orang kita dan 30 menit saya akan tiba di lokasi". ucapnya sembari berpamitan dengan orang-orang yang ada Disana . setelah dua langkah, Sam kemudian berbalik.
__ADS_1
"Arka, gw titip Erlangga dan keluarganya". ucapnya sebelum melangkahkan kaki keluar.