LENTERA

LENTERA
senang


__ADS_3

kini Rindu berada di rumah Wijaya. rumah yang berada di Singapura. setelah penjelasan dokter, Rindu, Sinta dan Siska pamit pulang karena permintaan Arka. meskipun berat untuk meninggalkan El, Rindu harus tetap pulang guna untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak dari kepenatan dunia beberapa bulan terakhir ini.


perut Rindu sudah memasuki bulan ke 3 lebih 2 Minggu. rasanya legah dengan semua perjuangan melawan hatinya serta menunggu akan kepastian sang suami untuk terbangun dari tidur panjangnya. seperti penjelasan dokter beberapa jam yang lalu terkait kondisi Erlangga. senang dan bahagia itulah yang Rindu rasakan.


dengan mengusap lembut perutnya yang mulai ada perubahan sembari bercoleteh dengan mahluk yang belum berwujud namun dapat merasakan kehadirannya.


"anaknya bunda. makasih ya karena udah bantuin bunda untuk tetap kuat untuk nunggu ayah. bunda senang bangat nak, kamu juga senang kan". dengan bahagia Rindu terus bercoleteh hingga ketukan dari luar kamar membuat aktivitas nya berhenti.


"iya ma bentar". teriaknya dari dalam untuk membuat orang di luar berhenti memanggil namanya dan menunggu dirinya.


dengan gerakan lambat, Rindu bangun dari pembaringannya lalu menapaki tegel bernuansa putih dan kemudian berjalan menuju arah pintu.


cekleat.


dengan pintu di buka dan memperlihatkan Sinta yang sudah tersenyum lalu menarik Rindu agar lebih dekat.


"makan yuk sayang. bibi udah masak makan malam kesukaan kami". ajaknya menarik Rindu kearah dapur namun belum beberapa langkah Rindu malah memberhentikan gerakan kakinya.


"ma, Rindu udah makan di rumah sakit sebelum kesini". jelasnya yang malah mendapat gelengan kepala dari sang mertua.


"mama tahu sayang tapi makanan itu mana cukup lagipula mama tau belakangan ini kamu Ng mood makan jadi sekarang kamu harus makan untuk nambah tenaga agar kondisi kamu tetap sehat serta anak mama Ng banyak tanya kalau ngeliat istrinya kurus. kamu tau sendirikan suami kamu kayak gimana". jelas Sinta panjang lebar yang langsung mendapatkan anggukan dari Rindu. dia sangat paham seperti apa El, selain posesif, dia juga overprotektif terhadap kesehariannya termasuk makananny yang tidak boleh telat.


"ya udah ma. kak Siska dimana". tanya rindu karena tidak melihat pergerakan dari Siska.


"udah di mejah makan sayang dia ngidam sambal pecel untung bibi jago bikin pecel". Rindu yang mendengar penuturan sang mertua langsung membulatkan

__ADS_1


matanya


"kak Siska Hamil ma". tanyanya antusias yang langsung di jawab anggukan oleh Sinta.


"iya dan katanya udah jalan dua Minggu. arka hebat kayak El ya, langsung jadi sekali nanam". jelas sang mertua yang membuat Rindu memerah sebab yang di katakan sang mertua memang benar adanya. sebab hubungan mereka baru lebi seminggu tapi udah langsung jadi.


" Ng usah malu-malu gitu kalau sama mama. udah yuk kemeja makan kasihan Siska nungguin kita kelamaan.


"iya ma, tapi Rindu seneng bangat karena akan punya teman ibu hamil". celetuknya yang di angguki oleh sang mertua.


"makanya sayang, makan yang banyak agar janinnyaa sehat dan pertumbuhannya cepat". saran sang mertua yang membuat rindu menganggu mantap.


...****************...


sedangkan di tempat berbeda. khususnya tempat pelarian sang paman. yang hingga hari ini masih menjadi buronan orang-orangnya Sam Alexander.


seperti yang sudah di dengarkan sebelumnya bahwa mafia serigala sangat buas dalam segala hal dan hal tersebut sudah di buktikan oleh Rika. meskipun seperti itu, dirinya sangat menikmati setiap permainannya.


bagi mereka, kehormatan bukanlah apa-apa sebab yang mereka butuhkan hanya kepuasan dunia yang dapat membuat hidupnya makmur tanpa beban.bergelimangan harta dan berfoya-foya. itulah tujuan utamanya


sedangkan yang mendengar pertanyaan itu malah menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi lalu menghirup udara sebanyak mungkin.


"aku harus merenggut salah satunya agar apa yang aku rasakan bisa terbayarkan. kematian orang tuaku membuat diriku harus menjadi yatim piatu". ujarnya dengan tatapan nanar. peristiwa beberapa tahun lalu tidak juga terhapus dari ingatannya. dengan kepergian keluarganya yang di akibatkan oleh kecelakaan hingga membuahkan dendam terhadap pelaku yang di incarnya selama ini.


"tapi untuk bergerak secepat mungkin sepertinya mustahil sebab orang-orang dari keluarga Wijaya tetap memantau posisimu. seperti yang kamu tahu, mereka ternyata bukan lawan yang bisa di remehkan". jelasnya dengan mengingat kejadian beberapa waktu lalu, dimana markas mereka di serang dan mengakibatkan anggotanya berjatuhan bahkan banyak yang merenggang nyawa. untung saja Masi banyak markas yang terbilang susah di deteksi, seperti yang sekarang menjadi tempat persembunyian Hasan.

__ADS_1


"aku tau maka dari itu, aku butuh bantuanmu untuk menyerang mereka". jelasnya yang membuat Sanjaya tersenyum miring.


"kamu fikir semudah itu untuk menumbangkan mereka, kamu salah. meskipun Wijaya tidak terlibat dalam dunia hitam tetapi keberadaan Sam Alexander adalah ancaman untuk mafia serigala". jelasnya dengan hisapan terakhir lalu menghembuskan hingga membuat bola-bola asap. "apa lagi kami memiliki dendam lama yang hingga akhir ini masih mendara daging dan akan tetap seperti itu". sambungnya lagi dengan mengingat bagaimana dirinya sangat membenci keluarga Sam Alexander. meskipun terbilang pribadi namun keberadaan Sam Alexander membuat dirinya melakukan sapurata tanpa melihat golongan asalkan kepuasannya terpenuhi.


"jadi apa yang harus kita lakukan". timpal Rika yang juga sudah bosan dengan keadaannya. meskipun berada di dunia luar tetapi tetap saja bahwa dirinya terpenjara akan ulahnya sendiri.


Sanjaya yang bak mendengar suara melodi dari mulut manis wanita yang selalu di jadikan nikotin di setiap pergulatannya langsung mengalihkan atensinya dengan Memandang wajah cantik di sampingnya.


"sayang. untuk hal itu, aku tidak bisa mastikan. kita akan menunggu waktu yang tepat untuk bisa menyerangnya". jawabnya denga membelai wajah yang sudah menjadi candunya. "tapi untuk itu, kamu tidak perlu kawatir. jika kamu tidak pergi dariku, maka keadaan kamu akan tetap aman". sambungnya lagi yang membuat Rika muak akan semua bahasa bulsahik yang keluar dari mulut laknatnya.


"tapi aku merindukan kedua orang tuaku". jelasnya sendu.


meskipun terbilang anak nakal dan membangkang, Rika begitu manyayangi dua mahluk yang sudah memberikan kehidupan di dunia ini. entah bagaimana kabarnya, Rika tidak tahu sebab setelah misi kabur semua yang menghubungkan mereka menghilang sebab barang-barangnya berada di dalam koper waktu itu.


"tenang saja. setelah semua selesai aku akan membawamu menemuai mereka". ujar Sanjaya yang kini beralih mengusap rambut panjang berwarna.


"serius". tanyanya antusias demi memastikan apa yang di dengarkan ya.


"iya" jawabnya singkat dengan aktivitas yang sama.


sedangkan Hasan yang melihat kedekatan mereka, malah dibuat muak. dirinya yang lebih duluh menikmati dan memilikinya malah sekarang menjadi penonton bioskop yang sedang berlangsung.


dengan gerakan lambat, Hasan menegakkan tubuhnya baru berbalik menuju tempat peristirahatannya. meninggalkan dua manusia yang sudah seperti orang barat. tidak tahu tempat.


sedangkan mereka yang di tinggalkan malah saling menatap dan memberhentikan aksinya .

__ADS_1


"ada apa dengannya". tanya Rika dengan memperbaiki deru nafasnya yang di jawab dengan mengedikan bahu oleh Sanjaya lalu melanjutkan aksinya yang sempat tertunda.


minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin


__ADS_2