
berada dilingkungan yang penuh dengan ancaman, bukanlah sesuatu yang menyenangkan. sewaktu-waktu nyawa yang akan jadi taruhan jikalah kewaspadaan tidak digunakan.
jadi orang terpandang, dikenal banyak orang, memiliki harta yang melimpah. bukanlah sebuah tolak ukur akan keamanan dan kebahagiaan akan terjamin.
seperti halnya pohon semakin tinggi maka terpaan angin akan semakin kuat, seperti itulah yang dirasakan keluarga besar Wijaya dari tahun ke tahun yang dimana akan kewaspadaan harus di ingat dalam setiap momen.
karena memiliki banyak teman bukan berarti ancaman itu tidak ada sebab banyak musuh yang berkedok teman bahkan keluarga jikalah uang sudah menggelapkan mata seseorang.
seperti percakapan antara mertua dan suami yang tidak sengaja Rindu dengar saat keluar dari kamar untuk mengsmbil air minum.
hal tersebut cukup mengguncang hati dan fikiran Rindu namun karena Rindu juga tidak bisa berbuat apa-apa. semua yang terjadi tidak bisa di tebak. nasib istri dari pemimpin bisnis kerjaan besar, setiap saat akan di ganggu akan teror orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
nafasnya begitu sesak saat mendengar percakapan antara mertua dan suami dan yang sangat menyesalkan adalah perpisahan antar dirinya dan suami.
dengan kehamilan yang terbilang sangat mudah membuat ngidamnya aneh-aneh dan salah satunya, tidak bisa jauh barang sedikitpun dari ayah dari bayi yang sekarang bersemat dalam dirinya.
__ADS_1
besok adalah awal dari jarak yang akan membuat Rindunya meluap di tambah nyawa suaminya akan jadi taruhan.
sanggupka dirinya?
lamunan yang cukup lama hingga tidak menyadari seseorang yang dari tadi menatap horor dirinya.
"ada apa sayang? kenapa nangis? ada yang sakit?". tanya El yang begitu kawatir dengan keadaan sang istri. namun di jawab gelengan kepala oleh Rindu.
"terus kenapa ham?". karena kawatir El mencoba mengupas sedikit sumber air mata sang kekasih.
"berjanjilah satu hal?". pinta rindu yang kini matanya mulai mengkristal lagi. yang siap menjatuhkan kristal-kristal bening hingga membasahi wajahnya yang memerah karena kesedihan yang begitu mendalam. sedang El yang di berikan permintaan seperti itu mencoba untuk tetap tenang sebab jiwanya juga terguncang, seperti yang di rasakan istrinya. jauh dari sang istri dan anak bukanlah harapannya namun demi keamanan sang buah hati yang masi menguasai rahim sang istri dan sang kekasi maka El harus berkorban dan entah perjuangannya ini akan membawanya Kemana.
"apa ham?". tanya El mengeratkan dekapannya dengan menatap manik mata sang istri yang penuh dengan luka.
"tetaplah baik-baik saja demi anak kita". pinta rindu yang sudah membuat air matanya meluncur dengan deras. El bingung dengan tingkah istrinya malam ini yang tidak biasa.
__ADS_1
ada apa dengan Rindu?
"sayang, aku mencintai kalian dan sampai kapanpun". jawab Erlangga dengan mencoba menetralkan nafasnya yang seperti tercekat. enta janji seperti apa yang harus di berikan kepada sang istri. takut? sudah pasti.
"apapun yang akan terjadi, cinta dan kasi sayang hubby akan tetap untuk kalian". dengan jawaban yang di berikan Erlangga tidak membuat Rindu puas malahan rasa sakit di hatinya semakin sesak.
"hubby, bukan itu yang Rindu maksut hiks, hiks". ucapnya dengan memukul-mukul dada sang suami yang tidak juga memberikan jawaban yang diinginkan. wanita mana yang tidak sakit jika mengetahui kebenaran akan tujuan perpisahan yang sebenarnya.
"aku mau hubby janji akan tetap baik-baik saja hingga kita menua bersama dan merawat anak-anak kita kelak". lanjutnya lagi dengan air mata yang begitu deras.
"iya sayang, hubby janji. lagian hubby tidak kemana-mana". jawab El yang bingung akan tingkah istrinya. pasalnya semua baik-baik saja. orang yang di tinggal baik-baik saja tapi setelah dari luar, dia menemukan sang istri sudah berurai air mata dengan tatapan kosong. bertanya, tidak juga mendapatkan alasan dari kesedihan sang istri.
"hubby, aku sangat mencintaimu, setelah kepergian ayah, hanya ibu dan Andre yang aku punya dan kamu, hubbyku. satu-satunya laki-laki yang memberikan kehangatan seperti pelukan ayah". jelas Rindu dengan sesak di dadanya.
"iya sayang, hubbya janji. udah ya nangisny, nanti Dede bayi nya juga ikut nangis". hibur El yang merasa ada salah dengan sikap Rindu yang tiba-tiba overprotektif. seperti orang yang akan di tinggalkan jauh dan sangat jauh.
__ADS_1
apa dia mendengar percakapan antar dirinya dan sang mama?. fikir El.